HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 170


__ADS_3

Terkadang pemikiran orang tua sering bertolak belakang dengan kemauan anak. Meski tidak semua kemauan anak adalah benar, tapi juga tidak semua pemikiran orang tua itu selalu benar.


Bagi kebanyakan orang tua, mereka kerap kali menuntut dengan sesuatu yang mereka mau.


Tapi mereka lupa bahwa seorang anak punya keinginan tersendiri.


Sesuatu tidak dapat di ukur dari pola pikir orang lain, karena belum tentu yang baik menurutnya adalah yang terbaik untuk diri seseorang.


" Leo, sudah, kendalikan emosi kamu." Bisik Risa.


Tatapan amarah Leo berangsur mereda, dia melihat mata indah kekasihnya.


Semua benar berbeda, jika saja Criztine ada di posisi Risa, maka dia pasti akan menangis.


Tapi Risa bukan gadis lemah, dengan banyaknya penolakan dan kata kasar dari ibunda Leo, tidak lantas membuat Risa menangis atau gentar sedikit pun.


" Berhenti kalian...." teriak Maria saat Leo menarik Risa menjauh dari tempat mereka semula.


Tanpa perduli ucapan ibundanya, Leo terus menuntun Risa untuk menaiki anak tangga.


Di setiap langkah kakinya, Leo berusaha untuk tidak terpancing amarah.

__ADS_1


" Kamu berani melawan Mami hanya karena dua gadis murahan macam dia dan Criztine? anak durhaka kamu Leo." Maria terus melontarkan kata-kata menyakitkan.


Langkah kaki Leo terhenti saat mendengar nama Criztine kembali di sebut oleh ibundanya.


" Risa, kamu masuk kamar dulu, jangan turun sebelum aku kembali." titah Leo.


" Mami bilang apa tadi?." Leo kembali menuruni anak tangga, ia menatap tajam mata Maria.


" Kenapa Mami selalu membawa nama Criztine? seharusnya Mami berhenti membencinya, karena tanpa dia, Mami akan terus mendekam dalam sel penjara." ucap Leo.


" Leo, kamu tidak sopan bicara seperti itu pada Tante Maria." sambung Gea.


" Tidak usah ikut campur dengan urusan antara kami, kamu adalah orang luar, dan sekarang aku meminta kamu untuk pergi dari rumah ku."


" Hahahaha....aku heran sama kamu, kenapa kamu berlindung pada mami? apakah serendah itu harga dirimu? kamu mempermalukan diri kamu hanya demi mendapatkan apa yang kamu mau, semua itu bukan cinta tapi Opsesi kamu saja."


Mendengar kalimat itu seketika Gea mengepalkan tangan.


Ia merasa terhina di perlakukan seperti itu...


" Kamu telah menyinggung ku, jadi tunggu saja apa yang bisa aku perbuat setelahnya." ancam Gea lalu beranjak pergi.

__ADS_1


Plakkkk....


" Sekarang kamu puas? saat nanti keluarga mereka menarik semua saham dari perusahaan dan kita akan mangalami kerugian besar. Dasar kamu anak tidak tau diri."


Kecaman Maria membuat hati Leo teriris perih, tidak di sangka ibu kandungnya sendiri lebih mementingkan kerugian dari pada perasaan anak kandungnya.


" Mami kecewa memiliki anak pembangkang seperti kamu."Cetus Maria dengan melangkahkan kaki.


" Apakah Mami pernah perduli dengan perasaan ku selama ini?."


Tiba-tiba saja langkah Maria terhenti.


" Apa maksud kamu?."


" Jujur aku sakit atas semua ini, selama hidup ini aku selalu menuruti semua kemauan Mami dan Papi, lalu pernahkah kalian tau apa yang aku inginkan selama ini? pernahkan terpikir sedikit saja atas kebahagiaan ku, apa yang aku mau, cinta mana yang aku mau, dan jalan hidup seperti apa yang aku inginkan? pernahkan Mami bertanya tentang semua itu kepada ku?."


Terdiam dalam tatapan....


Maria melihat air mata mengalir dari mata putra satu-satunya itu.


Tidak pernah sekali pun dalam marahnya Leo, dia meneteskan air mata.

__ADS_1


Tentunya Maria sadar bahwa anaknya sangat terluka dengan sikapnya selama ini.


" Sekarang waktunya aku memilih jalan hidup ku sendiri, sudah cukup aku berkorban cinta demi mengikuti kemauan mami, sekarang aku tidak akan mengulangi kesalahan itu." ucap Leo.


__ADS_2