HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 255


__ADS_3

" Bang Raka, dengar dulu penjelasan ku." Teriak Gea dari dalam kamar mandi. Kemarahan kakaknya tentu membuat kesal, ingin sekali berkata jujur tapi jika Raka sudah murka maka akan fatal akibatnya jika dia melawan.


" Jangan harap bisa keluar sebelum bersih dari virus itu..." Ucap Raka sembari berjalan menuju tepi ranjang.


Rasanya aku tidak rela melihat tubuhnya di sentuh lelaki itu...


Lihat saja nanti apa yang akan ku perbuat padanya.


Raka mengepalkan tangan memukul bahu ranjang...


" Aku harus menghentikan dia sebelum amarahnya meluap..." Lirih David, mengambil satu bungkus rokok dari saku celananya.


David mendekati Raka dengan memberikan satu batang Rokok, untuk mengurangi rasa kesal Raka. Meski dia tau amarah Raka tidak akan pernah reda hanya karena sebatang rokok, tapi setidaknya bisa menyumpal mulutnya....


" Kita bawa Gea pergi dari kota ini tanpa sepengetahuan Dimas." Sembari menepuk pundak Raka.

__ADS_1


Raka masih terdiam dengan hanya memegang batang rokok di sela-sela jari...


" Kita jangan gegabah dulu. Kita harus menghancurkan dulu hubungan anak dan ayah lalu kita akan melanjutkan aksi selanjutnya."


Tak berapa lama Gea kembali mengetuk pintu, berteriak bahwa dia sudah selesai membersihkan diri. Saat Gea keluar bercak merah tentu masih ada di lehernya. Tapi setidaknya dia sudah menuruti keinginan kakaknya.


Raka mendekati adiknya lalu menyeret dirinya duduk di atas ranjang...


" Kamu tau betapa cemasnya aku selama ini, hampir satu minggu tidak makan dengan baik, tidur tidak nyaman karena selalu teringat tentang kondisi kamu. Sebenarnya dia membawa kamu kemana?" ucap Raka dengan nada tinggi.


" Bang.." David menepuk pundak Raka supaya tidak bicara lebih keras, karena akan lebih memperkeruh suasana.


Melihat Abangnya murka seperti itu Gea lebih memilih untuk diam, tak ingin menambah kemarahan di dalam hati Raka.


" Kenapa kamu diam, apa kamu tidak punya mulut untuk menjawab abang mu ini?" Kembali Raka mendekat.

__ADS_1


" Bang Raka mau aku menjelaskan kenyataan atau ingin aku berbohong demi membuat Abang bahagia?" Ucap Gea kesal, darahnya memanas saat berulang kali Raka menekan dirinya. Darah mendidih menjalar hingga ke ubun-ubun, sampai Gea tidak kuasa menahan emosinya.


Melihat perdebatan hebat antara dua bersaudara itu, David memilih untuk keluar menunggu di parkiran. Dia tak ingin menjadi saksi amarah keduanya.


" Kamu berani meninggikan suara di depan Abang? hebat kamu Gea..." Meraih dagu dan sedikit mendongakkan wajah Gea.


Dengan sedikit terpekik Gea berusaha melepaskan tangan Raka...


" Lalu aku harus bagaimana? abang selalu menyudutkan aku, selalu menang sendiri, bahkan abang tidak pernah tau apa yang aku inginkan selama ini. Taukah abang selama hidup ku, tidak ada satu kata pun untuk melawan ucapan abang. Tapi untuk kali ini aku ingin hidup di jalan ku sendiri." Gea menangis di depan Raka, meluapkan kekesalannya.


" Apa kamu bilang, menurut? bukannya selama ini Abang selalu menuruti ucapan kamu demi ambisi kamu itu, tapi untuk kali ini Abang tidak mau kamu terluka lagi, cukup sudah air mata yang kamu keluarkan. Sekarang waktunya Adik ku kembali kepada sifatnya yang dulu. Menjadi seorang wanita kuat dan tidak pernah tunduk pada siapa pun." Sadar jika ulahnya menyulitkan Gea, segera dia melepas cengkraman lalu mengusap perlahan kepala adiknya.


" Maafkan aku..."


" Bang..." Gea menatap mata Raka penuh derai air mata.

__ADS_1


" Aku tidak akan pernah mau menjadi orang jahat seperti dulu lagi, karena aku sadar menjadi orang seperti itu hanya akan merusak masa depan ku. Dan sekarang aku dan Dimas sudah...." Belum sempat Gea melanjutkan ucapannya, Raka lebih dulu membungkam mulut Adiknya menggunakan jari telunjuk.


" Jangan sebut lelaki yang sudah merebut kamu dari abang. Jika saja kamu bukan adik kandung ku, maka sudah dari dulu aku menikahi kamu. Abang sangat menyayangi kamu. Selama kamu mengenalnya, baru kali ini abang melihat air mata meluncur deras di pipi manis kamu ini." Rasa sayang seorang kakak pada adiknya membuat Raka tidak terima adiknya menangis demi seorang lelaki.


__ADS_2