HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 157


__ADS_3

Setelah Leo pergi kini Jimmy menuju kantor. Setelan jas berwarna biru serta sepatu hitam, memperlihatkan betapa gagah dan tampannya lelaki tersebut.


" Selamat pagi Tuan Jimmy." Sapa para pegawai di kantor.


" Pagi." Senyum simpul terurai dalam keramaian.


Langkah kaki membawanya menuju ruang dimana biasa dirinya beradu dengan kerasnya dunia bisnis.


" Kania." Panggil Jimmy.


Dengan langkah di percepat, Kania memasuki ruangan atasannya tersebut.


" Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?."


" Hari ini bereskan ruang ini lalu ganti dengan desain yang di sukai Revaldi."


Kania terperanjat " Apakah Tuan Re akan kembali?."


" Sepertinya begitu." Jimmy terfokus pada beberapa dokumen di hadapannya. " Oh iya, beri tau pada semua karyawan, bahwa untuk sementara waktu Revaldi disini mereka harus kembali menjalankan semua peraturan awal."


" Siapa yang akan pulang." Tiba-tiba suara itu terdengar dari balik pintu.


" Aku dengar Tuan muda angkuh akan kembali menjabat ya?." Dimas mendekati Jimmy.

__ADS_1


" Kamu boleh pergi." Titah Jimmy pada Kania.


Gadis manis tersebut keluar dengan tidak lupa meninggalkan santun kata dan senyum keindahan.


" Gadis yang manis." Tatapan Dimas mengikuti langkah kaki dari wanita tersebut.


Kagum atas pribadi seseorang mampu membangkitkan Hasrat dalam diri.


Pandangan mata Dimas sontak buyar saat Jimmy melempar sesuatu padanya.


" Kenapa kamu datang kemari? sepertinya tidak mudah untuk seorang pebisnis seperti kamu meluangkan waktu hanya untuk melepas rindu terhadapku."


Dimas terkikik geli mendengar kalimat menggelitik dari sahabatnya tersebut.


Nyaris saja Jimmy terkena panasnya senyuman Dimas.


" Oh iya, kedatanganku kemari untuk menanyakan Leo, apakah dia ada bersama kamu tadi malam?."


" Iya." jari jemari Jimmy sibuk membolak-balikkan beberapa berkas di atas meja kerjanya.


" Dasar si Leo, gegara dia aku jadi santapan makan malam dari Tante Maria." Kesal Dimas.


" Jim, Jimmy." Merasa di acuhkan Dimas menghuyung tubuh Jimmy.

__ADS_1


" Apa sih Dim? aku lagi stres berat ini. sebentar lagi Tuan muda akan datang, jadi aku harus segera mengembalikan semua seperti sedia kala. kalau tidak, maka aku akan di siram oleh api amarahnya." Jelas Jimmy. walau pun mulut berbicara, telinga mendengar, Namun tangannya masih sibuk dengan hal yang dia kerjakan.


" Eh, maksud kamu tadi apa?." ucap Jimmy.


" Tante Maria datang ke rumahku, dia mengira aku menyembunyikan Leo." Ucap Dimas kesal.


Sejenak Jimmy menghentikan kinerjanya, ia mencoba mendengarkan hal menarik dari Dimas.


" Aku sudah mengusir Leo untuk segera pulang, tapi waktu aku mengikuti dia dari belakang, dia malah ke tempat hiburan malam. Kamu tau sendiri jika Dia mabuk, maka dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri."


" Sebenarnya berat juga berada di posisi Leo saat ini. Saat dimana dia mulai menemukan cinta baru, dan perlahan dia mulai melupakan masa lalu. Namun dengan kembalinya Gea, maka aku tidak menjamin hubungan Leo dan Risa akan baik-baik saja." ucap Dimas.


kedua sahabatnya ikut merasakan derita yang saat ini tengah di alami Leo.


" Aku takut jika suatu hari nanti sejarah akan kembali terulang." Jimmy bersandar pada bahu kursi panas yang ia duduki.


" Sejarah bisa saja berulang! bahkan dapat merantai diri dari seseorang yang sudah mengalami kelamnya masa lalu. semangat dalam diri mulai menurun dengan kembalinya roda sejarah. Sejarah mungkin benar akan terulang kembali, namun Leo pasti bisa mencari celah untuk dia menghadapi kerasnya sejarah masa lalu." Ucap Dimas bagai penyair.


" Ucapan anda tidak kalah hebat dengan para penyair. Ah, sudahlah! berhenti membahas Leo, saat ini otak dan tenagaku sangat di butuhkan untuk menghadapi Revaldi." Wajah lesu Jimmy menggambarkan betapa ketat peraturan Revaldi saat di kantor.


Kepemimpinan Revaldi tidak main-main. setiap kata yang keluar dari mulutnya adalah bagaikan sebuah tombak perang.


Namun sifat disiplin Revaldi mampu membuat Perusahaan berdiri kokoh sampai saat ini.

__ADS_1


__ADS_2