HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 209


__ADS_3

Kelakuan Diana semakin menjadi, kala dia menerima banyak penolakan. Bahkan Diana sengaja merobek bajunya hanya untuk mencari cara mendapatkan hati lelaki yang sangat di cintainya itu. Alih-alih mendapatkan simpati atau yang lainnya, Dimas malah semakin kesal. Sesekali Diana menggoda dirinya dengan berbagai macam cara....


" Aku hanya ingin kamu...." suara itu mengeliat di telinga Dimas. Belaian tangan Diana membuat Hasrat dalam dirinya seolah meronta mengiyakan hal itu. Tapi saat ini Dimas menghargai jabatannya sebagai seorang pimpinan.


Tidak mungkin dia melakukan hal sehina itu dengan pegawainya. Terlalu mudah bagi Dimas untuk mendapatkan semuanya dari wanita di luar sana, namun dia tidak ingin mengulang sejarah hitam dalam kehidupannya.


Tidak mungkin pendirian ini goyah, hanya karena aku tidak mampu mengendalikan diri.


Merasa kekokohannya terancam, Dimas segera mendorong Diana, lalu dia melepas jas nya.


" Lindungi harga diri kamu, sebelum kamu menyesal di kemudian hari." Dia melingkarkan Jas itu untuk menutupi bagian tubuh Diana.


" Aku tidak perduli! Bahkan aku rela menjadi..." Diana berbisaik manja padanya.


Tentu saja Dimas semakin terkejut mendengar bisikan wanita itu. " Kamu lebih rendah dari wanita malam..." Dimas mengacuhkan Diana, lalu hendak melangkah pergi. Namun Diana kembali meraih tangan Dimas....


" Kamu hanya boleh menjadi milik ku selama-lamanya." Diana meraih lengan Dimas lalu bersandar mesra di bahunya.


Jika semua terus berlanjut, maka Dimas tidak menjamin dirinya mampu melewati wanita ini. Kegilaan Diana membuatnya muak dan semakin jijik.


" Lepaskan saya..." sekali hentak, Diana pun lepas darinya.


Tapi Diana masih terus berusaha menempel di badannya...


" Jangan pancing amarah dalam diriku. Sekarang juga silahkan keluar dari sini, atau..." Maki Dimas dengan mendorongnya hingga terjatuh.

__ADS_1


Dalam posisi Diana sekarang, belahan rok mininya semakin menyingkap ke atas. Tantu saja Dia semakin menggoda Dimas. Bertingkah menggila demi mendapatkan apa yang dia mau...


" Atau apa? jika anda tidak mau menerima cinta saya, maka lihat saja apa yang bisa saya perbuat." Ancam Diana.


" Apa yang kamu lakukan?." Segera Dimas meraih tangan gadis itu, lalu menghentikan tindakan bodohnya.


Diana segera menjatuhkan Dimas, dan kini mereka saling terbanting di lantai.


" Diana....jangan gila kamu!."


Merasa geram, Dimas segera bangkit lalu meraih kedua tangan Diana...


" Jangankan kamu, aku lebih bisa menghabiskan malam bersama banyak wanita. Tapi seorang seperti kamu hanya akan membuat ku jijik." Cetus Dimas sembari menekuk kedua tangannya kebelakang.


" Kamu pergi dari hadapan ku, sekarang dan seterusnya. Atau kamu akan tau akibat dari ulah kamu ini...." Dimas mengeratkan genggamannya, lalu sedikit menggertak Diana.


" Tidak! aku tidak akan melepaskan kamu...." dengan posisi kesakitan, Diana masih bertahan atas apa yang dia inginkan.


" Kalau begitu siap-siap saja jika saya menyebarkan vidio ini kepada media."


Diana syok mendengar ucapan Dimas. Dia lupa jika di setiap titik ruangan kantor terdapat banyak CCTV.


" Tolong jangan sebarkan vidio ini..."


Perlahan Dimas merenggangkan tangan Diana." Keluar dari sini..." Dimas menyeretnya keluar dari tempat itu.

__ADS_1


" Pak Dimas...." Dua satpam berdiri di depan pintu. Mereka terkejut ketika mendapati atasannya tengah menyeret keluar pegawainya. Yang semakin membuat mereka geleng kepala adalah busana Diana yang lusuh dan robek disana sini.


" Kalian jangan salah faham. Jika kalian ingin tau kebenarannya, silahkan cek CCTV di lantai tiga depan ruangan saya. Sekarang saya ingin kalian bawa dia pergi dari hadapan saya..." Cetus Dimas.


" Maksud anda Pak?." Tanya salah satu satpam yang kini mengambil alih Diana dari tangan Dimas.


" Terserah, mau kalian apakan dia. Saya tidak perduli!." Dimas segera meraih jas yang melingkar di pinggang wanita itu, lalu berjalan menjauh.


" Kamu jahat, Dimas." Teriak Diana.


Langkah Dimas terhenti ketika dia mengingat tatapan kedua satpam itu pada Diana.


" Bisa-bisa mereka melakukan hal bodoh..." Segera Dimas memutar langkah. Dia pun segera mendekati mereka bertiga.


" Jangan berbuat macam-macam dengan karyawan saya. Untuk menghindari asumsi orang banyak, jadi saya minta salah satu dari kalian untuk ikut bersama saya."


" Kamu mau membawa ku kemana?." Diana terus meronta ketika kedua tangannya di cekal oleh dua satpam itu.


" Saya akan membawa kamu ke tempat yang seharusnya..." Dimas pun memberi kode pada salah satu satpam itu, lalu membawanya ke dalam mobil.


" Kita bawa dia kemana pak?."


"Rumah Sakit Jiwa..." Cetus Dimas.


" Aku tidak gila..." teriak Diana. Dengan sigap Satpam itu membungkam mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2