
Beberapa hari kemudian semua berkumpul di bandara mengantarkan kepulangan Raka dan David, namun mereka berdua pergi dengan membawa seorang anggota baru yang menarik perhatian Raka. Dia adalah Lily dan putranya, mereka sepakat untuk membawa Lily menjauh dari kehidupan adiknya.
" Sayang, selalu kabari Ayah saat kamu sudah sampai nanti." Ucap Dimas memeluk putranya.
Bocah kecil yang saat ini ada dalam gendongannya hanya terdiam dengan mata berair, meski dia tau bahwa jalan kehidupan kedua orang tuanya tidak bisa bersatu layaknya keluarga lain, tapi dia masih memendam sebuah luka kecil dalam hatinya.
" Turunkan aku." Gilang meronta berusaha lepas dari gendongan Ayahnya.
" Paman..." Gilang berlari memeluk David. Mungkin rasa kecewa membuatnya memilih dekat dengan orang lain.
" Gilang...tidak baik seperti itu, sekarang Gilang minta maaf sama Ayah." Sambung Lily sembari menghampiri putranya.
" Jangan paksa dia, biar waktu yang mendekatkan kami kembali." Berusaha lapang dada atas sifat buah hatinya, meski ucapan anak itu menancap tajam di sanubari tapi dia sadar jika anak seusia dia masih belum bisa mengerti dengan semua kondisi ini.
" Mas..." Gea mengusap pundak suaminya, memastikan semua baik-baik saja. Meski Gea tau hati seorang Ayah tengah terluka saat ini.
Dimas tersenyum menutupi luka itu....
__ADS_1
" Aku tidak apa-apa."
" Maaf, kita harus segera pergi karena pesawat segera lepas landas." Ucap David sembari menggendong Gilang, sedangkan Raka tidak sedikitpun berbicara kecuali hanya menatap wajah adiknya. Terlihat bahagia bersinar dari wajahnya, senyum indah gadis kecil yang dulu selalu dalam lindungannya membuat Raka yakin akan bahagia yang di dapat.
" Kalau begitu kita pamit dulu." Segera Lily mengikuti langkah kaki David. Dia tidak ingin terlalu lama melihat bahagia dari wajah mereka sedangkan hatinya sangat terluka.
" Ayah.... tunggu aku besar nanti pasti kunjungi ayah." Tiba-tiba saja Gilang berucap lantang dan memperlihatkan air mata di wajahnya. Setalah merasa jauh dari Ayahnya, Gilang merasa betapa sakitnya harus kembali jauh dari Ayah yang sangat di rindukannya itu.
" Ayah tunggu kamu, Nak."Lantang Dimas ketika melihat putranya menghilang bersama dengan David dan Lily.
" Gea...." Raka mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. " Abang mencinta kamu lebih dari seorang adik, karena bagi abang kamu lebih berharga dari semua koleksi(Wanita) abang bahkan diri Abang sendiri, tapi kamu lebih memilih bersama dia. Maka dari itu Abang hanya meminta kamu menjaga pemberian Abang ini." Satu set perhiasan keluaran terbatas di suguhkan di depan mata Adiknya.
" Semua bisa Abang sihir jika menyangkut dirimu, sayang." Raka menghapus air mata di wajah Gea lalu mencium kedua pipinya.
Dimas mengerutkan dahi merasa aneh dengan hubungan mereka, karena baru kali ini melihat sepasang saudara begitu mesra.
Jika bukan Abang kandungnya, sudah gua bunuh dia...
__ADS_1
Di saat Dimas hanyut dalam semua pemikiran di otaknya, tiba-tiba Raka meraih tangannya lalu membawanya dalam pelukan. Mereka berdua memeluk satu wanita yang sama.
" Gua harap Lo bisa jaga mutiara gua. Jika sedikit saja kilaunya redup jangan harap nafas bisa kembali berhembus." Cetus Raka.
" Sebisa mungkin saya menjaga mutiara kita ini, bersamaku sinarnya tidak akan pernah redup." Ucap Dimas penuh keyakinan.
Gea merasa bahagia berada dalam lindungan kedua lelaki yang sangat berharga di hidupnya.
" Terima kasih Bang Raka." Kembali Gea menangis dalam pelukan kedua lelaki itu.
" Ya sudah, sekarang kalian pulang. Abang harus segera pergi." Raka melepas pelukannya sembari melangkah pergi.
" Hati-hati di jalan selamat menempuh kehidupan baru." Lantang Gea ketika melihat senyum Raka menghilang dari matanya.
" Sudahlah, jangan menangis lagi." Dimas meraih tubuh istrinya lalu membawanya pergi dari tempat tersebut.
" Semuanya sudah berakhir, Mas." Ucap Gea dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
" Semua penderitaan memang sudah berakhir, tapi kisah cinta kita masih tetap berlanjut sampai HASRAT dalam diriku membawa kita dalam kisah baru." Mereka saling menatap sebelum mereka melepas HASRAT terakhir dalam luka ini.