
Saat hendak pulang Criztine mendengar Leo memanggil namanya dengan menggunakan pengeras suara yang berada di kafe tersebut.
**Teruntuk criztine wanita yang ada alam hati ku, puisi ini akan mewakili perasaan ku....
Bintang yang berada di gelapnya malam
menjadi saksi bisu hati yang sedang di landa rindu...
indahnya senyuman mu membuatku lupa dengan semua orang di sekitarku...
Di siang hari terlihat jelas wajah cantik, manis dan anggun
membuat ku semakin tenggelam dalam indahnya pesona hatimu...
hanya dirimu yang menjadi tujuan dari hidupku, kamulah dunia ku.
Desir angin yang berhembus ku titipkan rindu , sampaikan cinta ku padanya**....
semua orang memberi tepuk tangan pada puisi yang di sampaikan oleh Leo.
"bukankah dia dokter ternama di kota ini? ternyata tidak hanya ganteng dia juga sweet banget..." ucap salah seorang pengunjung di sana dengan nada gemasnya.
"Dokter kami mendukung mu semangat....!!" teriak seorang pengunjung.
Leo hanya tersenyum.
dia tidak sadar bahwa ada media yang merekam semua kejadian itu dari kejauhan.
__ADS_1
Criztine geleng kepala mendengar sikap Leo yang terlalu over baginya.
"Sifat kamu masih seperti dulu, suka mengumbar perasaan di depan umum. kekanakan sekali..." Cetus criztine dengan mengendarai mobilnya.
tak berapa lama semua media menayangkan perlakuan Leo yang membuat semua orang gempar...
Dimas geram dengan kelakuan Leo yang tak pernah perduli dengan apa yang orang sekitarnya akan lakukan pada dirinya bahkan bisa membahayakan diri cristine...
Dimas bergegas menemui Leo di kafe Green. tempat semula Leo mengungkapkan perasaanya.
" Leo...." teriak Dimas dari kejauhan
bukk....
Satu pukulan mengenai wajah tampan sang dokter.
"Ikut gua...." Dimas menyeret Leo yang sedang mabuk.
"lo tu bego atau gimana si, lo itu dokter terhormat disini dan lo dengan bangganya mengungkapkan perasaan cinta lo pada wanita yang tidak lain adalah istri dari sahabat lo sendiri. lo masih sehat gag sih Le...??" Dimas mendorong tubuh Leo hingga terjatuh.
"Hahaha...eh dia itu milik gua, dan untuk selamanya dia hanya kepunyaan gua!!" lirih Leo dengan berusaha berdiri namun di karenakan dia mabuk jadi dia tak dapat berdiri dengan tegap.
"Dia itu hanya masa lalu. dan harusnya kamu tidak senekat ini...." maki Dimas
"LALU GUA HARUS GIMANA...? gua benar-benar masih mencintai dia..." bentak Leo
Plak....
__ADS_1
tamparan Keras di layangan oleh Dimas di pipi kiri leo.
"Sadar kamu sadar!! kalian tidak mungkin bersatu lagi, criztine sudah tidak mencintai kamu lagi...untuk apa kamu berjuang demi mendapatkan istri sahabat mu sendiri. masih banyak wanita di luar sana yang mungkin lebih dari Criztine..." jelas Dimas
Leo menangis dengan perasaan yang sangat mendalam.
dia sadar dengan semua itu, namun dia tidak ingin kebahagiaan yang seharusnya dia miliki menjadi milik orang lain...
Leo pun duduk dengan tatapan kosong yang memandang sesuatu yang tidak jelas.
"Sekarang kita pulang, aku akan membersihkan semua awak media yang menayangkan berita tentang dirimu.." Ucap dimas dengan memapah Tubuh Leo.
"criztine aku mencintai kamu..." Leo berceloteh sesuka hati dia.
dimas pun mengantarkan Leo sampai di rumahnya.
"Jim, gua minta temuin gua di rumah Leo...!" pinta Dimas
Tak berapa lama Jimmy pun sampai di rumah Leo.
"Ada apa lo panggil gua ke sini...? " tanya Jimmy dengan menghempaskan tubuh di sofa.
"Eh kenapa tu bocah bisa sampai bonyok begitu?....hahaha baru kali ini gua lihat seorang dokter terkapar dengan wajah babak belur hahaha..." Jimmy menertawai Leo yang tertidur di sofa.
"Gua hajar dia sampe bonyok. lo gag liat media udah mempublikasikan perbuatan temen lo itu...?" cetus Leo
"Tenang gua udah urus semuanya, gua juga tadinya kaget kenapa bisa mantan Leo menikah dengan Revaldi...gua aja baru tau setelah lo yang cerita ke gua.." jelas Jimmy
__ADS_1
"Ya begitulah takdir...!" singkat Dimas
Jimmy dan dimas melanjutkan obrolan mereka dengan mengobati luka pada wajah Leo.