HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 208


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu, hari demi hari berjalan secepat kilat. Saat ini Dimas tengah sibuk dengan perusahaannya, dengan banyaknya urusan yang membuat dia mengesampingkan kehidupan percintaannya.


" Astaga, tidak terasa hari mulai larut..." ucap Dimas sembari keluar dari ruang kerjanya.


" Bapak belum pulang?." Salah satu pegawai menghampirinya.


" Belum. Kamu masih di sini juga? bukankah kamu tidak ada lembur hari ini?." Dimas melihat jam yang melingkar pada pergelangan tangannya. Saat ini menunjukkan pukul sepuluh malam. Semua pegawai sudah pulang dari jam empat sore, hanya ada dua satpam dan Dimas serta gadis itu. Namun Dimas tidak tau hal apa yang membuatnya masih tinggal di kantor...


Gadis cantik berkulit sawo matang itu terlihat sedikit gugup...


" Saya, saya, mau bicara dengan anda pak..." ujarnya sembari menundukkan kepala.


Dimas sedikit aneh dengannya, tidak biasannya Diana berkata tanpa melihat wajahnya. " Besok saja ya, ini sudah sangat larut, Saya sangat lelah sekali." ujarnya sembari mengusap lengan Diana.


Tanpa mendengar penjelasan Diana, Dimas segera melangkah pergi dari tempat itu....


" Saya menyukai anda pak."

__ADS_1


Ucapan Diana membuatnya menghentikan langkah. Sungguh hal mengejutkan baginya menerima ucapan cinta dari seorang wanita.


Sebelum dia kembali menatap gadis itu, perlahan dia menarik nafas untuk berusaha menata hati dari semua itu.


" Diana.." Segera Dimas berbalik, lalu menghampirinya. " Apa kamu tidak salah bicara?."


Diana merasa semakin tidak karuan, jantungnya berdetak kencang.


" Saya...." Dia memberanikan diri menatap mata Dimas yang sudah ada di depannya.


Meski Dimas tidak menyangka dengan semua ini, tapi dia tidak ingin jika nanti dirinya menyakiti gadis sebaik Diana. Karena baginya Diana tidak lebih dari pegawainya. Bukan dia tidak mau menjalin kasih dengannya, tapi saat ini Dimas tidak punya rasa cinta terhadapnya.


" Terima kasih karena kamu sudah menyukai saya, tapi maaf, saya tidak ada rasa dengan kamu." Dimas meraih tangan Diana lalu menatap matanya. " Carilah cinta yang juga mencintai kamu. Saya yakin di luar sana ada banyak lelaki mengharap cinta dari kamu."


" Tapi saya sangat menginginkan anda Pak. Tolong terima cinta saya..." Diana menangis di depan Dimas. Dia tidak mampu mendengar penolakan darinya. Meski dia sudah tau jika hal ini akan terjadi...


" Diana...Kamu tidak bisa memaksa hati untuk mencintai kamu, karena nantinya kamu akan sakit setelahnya. Tolong mengertilah." Usapan lembut Dimas berikan di pipi gadis itu.

__ADS_1


" Tapi saya siap dengan semua itu." Tiba-tiba Diana memeluknya dengan erat. " Saya rela melakukan apa saja, asal anda mau menjadi kekasih saya."


Dimas merasa iba dengannya, namun Dia tidak ingin membuat Diana kecewa karenanya.


" Tapi saya tidak mencari wanita yang siap berkorban untuk saya, karena saya lebih ingin berkorban untuk wanita. Jadi tolong hargai keputusan saya..." Perlahan Dimas melepaskan pelukan gadis tersebut.


" Tidak, saya tidak mau." Diana kembali meraih tubuh Dimas. Tangisnya semakin kencang dan pelukannya pun semakin erat.


Mendapat perlakuan seperti itu, membuat Dimas tidak tau harus berbuat apa.


" Diana...Jangan seperti ini. Saya harus segera pulang."


Tidak ada satu kesempatan bagi Dimas meloloskan diri darinya, sebab saat ini Tubuh Dimas di kuasai oleh Diana.


" Tolong lepaskan saya, sebelum saya membenci kamu." Karena kesal padanya, Dimas pun melayangkan kata menyakitkan.


" Saya tidak akan lagi kehilangan kesempatan ini. Saya mau melakukan apa saja Pak, tolong jadilah kekasih saya." lagi-lagi rengekan itu membuat Dimas geram.

__ADS_1


__ADS_2