
" Apa kabar Criz?." salah satu dari mereka mendekat lalu menjulurkan tangan.
" Baik! bagaimana dengan kamu?." Ucap Criztine sembari menjabat tangannya. " Dan juga kalian semua?." Lalu melihat ke arah mereka dengan mengembangkan senyum manis.
" Tentunya kami baik-baik saja." sahut salah diantara mereka.
" Aku sangat merindukan kalian." Ucap Criztine.
" Kami juga sangat merindukan kamu Criz..." Seorang lelaki mendekat, ia di kenal sebagai teman dekat dan juga kakak bagi Criztine. Dia akan ada di saat Criztine mengalami kesulitan, dan selalu bersama saat susah maupun senang.
Mereka saling berbagi cerita, canda, dan tawa.
Mereka bagaikan saudara kandung, namun mereka harus berpisah saat Gio memutuskan untuk pindah sekolah ke luar negri.
Mereka bersama selama dua tahun, dan berpisah hampir 5 tahun lamanya.
Kini Gio menggandeng seorang gadis cantik berusia 5 tahun.
" Hey, gadis manis nama kamu siapa?." Criztine merasa gemas melihat pipi gempal dari bocah tersebut.
" Ihhhh....gemasnya." Criztine mencubit pipinya.
" Daddy, sakit..." Gadis itu bersembunyi di belakang Gio.
" Daddy? jadi dia adalah anak kamu bang?." ucap Criztine penuh keheranan.
" Iya, ini anak ku! dan selamat untuk kehamilan kamu ini." Gio menepuk pundak Criztine. " Tersenyumlah gadis kecil ku..."
" Daddy dia siapa?." Tanya anak itu.
" Halo sayang, perkenalkan aku adalah Tante Criz. Dulu Daddy kamu dan Tante adalah sahabat baik." Jelas Criztine.
__ADS_1
" Bukan hanya sahabat, dulu Tante ini sudah Daddy anggap seperti adik Daddy sendiri. Jadi kamu bisa panggil dia Tante Criz..." Gio meraih tangan mungil anak itu lalu meminta salam pada Criztine sebagai awal perkenalan mereka.
" Uh....manis sekali."
Saat Criztine asik bercengkrama dengan anak itu, lalu datanglah beberapa orang...
" Selamat atas kehamilan kamu...." beberapa orang mulai mendekat dan memberi pelukan hangat pada sahabatnya.
Mereka adalah alumni dari SMA tempat Criztine menimba ilmu.
Sengaja mereka datang untuk memenuhi undangan dari seseorang....
" Kejutan....." Teriak seorang wanita yang berada tidak jauh dari tempat Criztine berdiri.
" Risa...." Criztine melihat Risa bergandeng taangan dengan Leo.
Tentu itu sangat membuatnya terkejut...
" Mas, Jadi Risa dan Leo...." Criztine mencari jawaban dari mata suaminya.
" Yang benar saja..." Lirih Criztine.
" Teman-teman mari kita mulai." Teriak Risa.
Dengan cepat mereka semua berlari ke arah Risa lalu menyalakan sebuah lampion.
Cahaya remang-remang mulai menyinari pantai tersebut....
Kegembiraan mulai terlihat dari wajah mereka untuk Criztine.
" Astaga, mas, ini sangat membuat ku bahagia. Terima kasih." ucap Criztine sembari meminjam bahu suaminya untuk bersandar.
__ADS_1
Mata Criztine tidak bisa lepas dari pandangan indah yang ada di depan matanya.
Lampion itu terbang bagaikan kunang-kunang.
" Selamat untuk kehamilan kamu yang memasuki empat bulan sayang...." Revaldi merangkul pundak istrinya dan salah satu tangannya mengusap perut buncit Criztine.
" Jadi hari ini adalah...."
" Iya, hari ini tepat dimana kehamilan kamu memasuki bulan ke empat sayang." ucap Revaldi.
" Astaga, aku lupa." Criztine menepuk keningnya.
" Dasar pelupa!." Revaldi mengacak pelan rambut Istrinya. " Coba lihat disana sayang...." Revaldi menunjukkan sebuah cahaya yang berasal dari tengah lautan.
" Mas itu apa?."
" Coba lihat lebih jelas lagi..."
Sejauh mata memandang terlihat hamparan lautan dengan berhias balon yang sengaja di beri lampu berwarna jingga menyerupai warna matahari saat itu....
Karena jaraknya yang lumayan jauh dari tempat mereka sekarang, maka balon itu hanya terlihat seperti gelembung kecil di tengah laut.
" Mas itu sangat indah...." Karena rasa bahagia membuat Criztine menangis dalam dekapan suaminya.
Kumpulan balon-balon itu berubah menjadi satu dan membentuk gambar hati...
Semua hal itu sudah di rencanakan hingga membutuhkan bantuan dari para penyelam profesional.
" Waw......." Teriak semua orang melihat keromantisan yang tersedia.
Dengan cepat Criztine melihat hamparan indah di tengah laut....
__ADS_1
" Mas...." Criztine menatap mata suaminya.
" Semua ini khusus untuk kamu dan buah hati kita sayang." Revaldi mencium kening Criztine dengan penuh rasa cinta.