
Berdiri menatap luar jendela bermain sinar mentari. Entah kenapa Gea merasa sedikit gelisah mengingat semua ucapan Lily. Jika bahagianya hanya menjadi penghancur bahagia bagi Gilang, akankah bahagia itu bisa abadi...
" Kamu benar! semua usaha kamu lebih dari aku, tapi takdirku bersama dia." Ucap Gea seolah menguatkan dirinya sendiri, menepis keraguan dalam dirinya.
Lily hanya mampu mengeluarkan air mata, dia tidak bisa merubah takdir Tuhan yang tidak menyatukan mereka dalam sebuah keluarga bahagia. Meski dalam air mata Lily menyempatkan mengembangkan senyum tipis untuk mengakhiri harapan itu.
" Gea...." Teriak seorang dari luar, Gea pun melihat dari jendela melihat ada sosok Dimas disana.
" Dimas.." Lirihnya.
Di saat Gea hendak meninggalkan kamar dimana Gea di sekap, tiba-tiba saja Lily bernegosiasi dengannya. Dia pun bersedia menuruti kemauan terakhir darinya sebelum Raka membawanya pergi. Sebelumnya Lily sudah tau jika dirinya akan di bawa pergi dari kota itu, namun sebelum semua terjadi ada berapa hal yang ingin di sampaikan kepada seseorang.
" Mas, kenapa kamu disini?" Ucap Gea berjalan mendekat.
" Aku tidak bisa tenang, karena kamu tak kunjung kembali. Tapi tadi lelaki itu memintaku datang kesini." jelas Dimas menunjuk David yang tengah menggandeng tangan Gilang.
__ADS_1
" Ada yang harus kita selesaikan sekarang juga." Gea mengajak Dimas masuk bersama dengan semua orang yang ada disana.
" Ada apa?" Tanya Raka penasaran.
" Aku yang meminta Gea memanggil kalian untuk mendengar semua permintaan terakhirku." Ucapnya sembari duduk di samping Raka.
" Mulai besok aku dan Raka akan pergi dari kota ini, tapi aku ingin meminta satu hal pada kalian semua. Aku ingin Gilang ikut bersamaku, karena tidak ada satu hal yang lebih penting dari dirinya." Segera Lily meraih tubuh anaknya lalu membuatnya nyaman di pangkuan.
" Tapi dia anak kandungku, biarkan dia tumbuh di bawah kasih sayangku." Sambung Dimas meminta hak asuh dari putranya.
" Mas, ijinkan aku menemui dia." Pinta Gea pada suaminya, Dimas pun memberi ijin kepadanya.
Di dalam satu raungan Raka, Dimas, dan Lily saling bernegosiasi dan sepakat bahwa Gilang ikut bersama Lily. Karena hak asuh terkuat adalah milik seorang ibu.
Di balik semua itu David merasa sedih karena pada akhirnya dia sadar jika jodoh Gea bukanlah dirinya melainkan Dimas.
__ADS_1
" Tunggu..." Gea meraih tangan David yang hendak masuk ke dalam mobil.
" Ada apa? sekarang sudah tidak ada penghalang untuk hubungan kalian lagi, bahkan Bang Raka sudah sepenuhnya menerima kalian. Biarkan aku pulang bawa semua kenangan. Senyuman dan bahagia mu hari ini segera membawaku pada bahagia yang baru." Merasa lemah dan tidak mampu berkata lebih, dia pun memeluk Gea untuk terakhir kalinya sebelum semua benar-benar menghilang.
" Semua ketulusan kamu berhak berlabuh kepada seorang wanita yang akan menerimanya dengan tulus. Terima kasih sudah menjadi warna dalam hidupku, ku hargai rasa itu..." Gea merasa bersalah atas sakit yang dia beri.
Dalam kehangatan akhir kisah ini, David melepas semua yang ada di hatinya. Mencoba merelakan apa yang di perjuangkan, melihat sebuah kenyataan dimana dia harus menerima bahwa takdir Tuhan memintanya kembali dalam luka. Tapi suatu saat nanti Tuhan akan memberikan dia bahagia.
" Kisah kita akan tertulis di dalam sejarah. Semua cinta ini biarlah menjadi sebuah HASRAT yang akan selalu ada di sini." Ucap David memaksakan senyum di bibirnya.
TAMAT
__ADS_1