HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 202


__ADS_3

" Iya. Aku yang menanganinya." Ucap Tina


" Tolong berikan yang terbaik untuk dia. Jika perlu datangkan Dokter dari luar, supaya Dia cepat kembali membuka mata dan kembali seperti sedia kala."


" Tentu saja kami akan berikan yang terbaik untuk semua pasien! Tapi kami tidak bisa menjamin kepulihan pasien sepenuhnya. Karena segala sesuatu tergantung pada Tuhan. Jadi bantu kami(Tim medis) dan pasien dengan Doa-Doa kalian. Meski kita mendatangkan Dokter ahli sekali pun, jika Tuhan telah berkehendak, maka semua usaha kita(manusia) akan sia-sia. " Tina menepuk pundak Leo. " Kita pasrahkan semua pada-Nya."


" Kalau begitu aku tinggal dulu ya Le..." Segera Tina masuk ke dalam ruang Rawat Dimas.


Leo mengangguk, lalu kemudian dia kembali duduk di samping Jimmy....


" Jimmy, sebenarnya ada masalah apa sehingga dia bisa mengalami kecelakaan seperti itu?."


" Aku tidak tau. Hanya sebelum kecelakaan Dia meminta kita untuk bertemu dengannya. Namun setelah beberapa menit kemudian, aku mendapat telepon dari seseorang bahwa Dimas kecelakaan. Hanya itu yang aku tau, selebihnya aku tidak tau...." Jelas Jimmy.


" Dimana keluarga Alexa...?." Tiba-tiba saja Ibunda Dimas keluar dengan mengusap air mata di pipinya.


" Tante, maksud Tante apa?." Leo segera menghampiri Fita. " Kenapa Tante menanyakan tentang keluarga Alexa....?."


" Sebelum kejadian ini terjadi, aku dan Dimas sempat membahas tentang Alexa. Dan semua kecelakaan ini tidak akan pernah terjadi jika aku tidak mendesaknya untuk segera menikah." Lirih Fita.


" Lalu apa yang ingin Tante lakukan kepada keluarga Alexa?." Sambung Jimmy.


" Ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan kepada mereka."

__ADS_1


" Kalau begitu, mari saya antar." ucap Jimmy.


" Nak, tolong jaga Dimas sebentar. Jika ada apa-apa segera hubungi Tante..." Fita meminta Leo untuk tetap tinggal dan menjaga Dimas selama mereka tidak ada di sana.


" Baik Tante."


Mereka pun segera pergi. Sedangkan Leo masih menunggu di depan pintu.


" Semoga semua nya bisa di lewati dengan mudah...."


Tak berapa lama, keluarlah Tina beserta tim medis....


" Tina, bagaimana kondisi dia?."


" Semua tergantung pada dia."


" Maksud kamu apa?."


Tina mengernyitkan dahi..." Bukankah kamu juga seorang Dokter, pasti kamu tau maksud ucapan ku tadi."


Leo menunduk lemas, semua kenyataan membuatnya hancur.


" Harapan untuk hidup sangat lah tipis baginya...." Lirih Leo sembari mengacak rambutnya.

__ADS_1


" Kita pasrahkan semua pada Sang Pemilik. Ingatlah! tidak ada makhluk yang kekal di dunia ini." Tina berusaha menguatkan hati sahabatnya...


" Tapi semua ini terjadi begitu cepat..."


" Semua orang memiliki kisah dalam kehidupan mereka. Bahkan kamu juga pernah di posisi Dimas. Dan pada akhirnya kamu bisa kembali seperti sedia kala. Semua itu karena Tuhan telah menggariskan kamu untuk kembali dan memperbaiki semuanya. Semoga Dimas juga mendapatkan kesempatan yang sama seperti kamu." Jelas Tina.


Leo tidak mampu berbuat lebih banyak lagi, karena dia faham posisi Dimas saat ini adalah berat untuk di lalui.


" Oh, iya. Bukankah hari ini kamu ada pertemuan dengan para Dokter dari luar negri?."


" Iya. Tapi saat ini tidak ada hal yang lebih penting dari keselamatan sahabat ku." Ucap Dimas.


" Aku kagum dengan persahabatan kalian. Sampai kamu mengorbankan karir kamu hanya demi sahabat kamu itu." Tina menepuk pundak Leo sembari bangkit..." Kalau begitu aku pergi dulu, masih ada beberapa pasien yang harus aku tangani."


Setelah kepergian Tina, segera Leo masuk ke dalam ruangan dimana Dimas di rawat....


" Sob....coba lihat gua, sekarang gua datang buat dengerin curhatan Lo. Cepat bangun, dan katakan semuanya sama gua. Jangan diam seperti ini...." Leo meraih tangan Dimas. Tak kuasa melihat sahabatnya berbaring di atas ranjang rumah sakit. Dimas masih bernafas, tapi dia kehilangan kesadaran dalam jangka waktu yang tidak bisa di tentukan. Semua anggota tubuh tidak dapat dia gerakkan.


" Cepatlah sadar demi persahabatan kita. Maaf jika kemarin aku tidak bisa menemui kamu..." Air mata Leo tumpah begitu melihat tidak ada respon sedikit pun dari Dimas.


" Bertahanlah kawan. Aku akan mengusahakan yang terbaik untuk kamu." Bisik Leo di telinga sahabatnya.


Setelah itu, Leo keluar lalu menuju ruang medis. Entah apa yang ingin dia lakukan...

__ADS_1


__ADS_2