HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 196


__ADS_3

Ketika seorang penjahat berubah menjadi baik, maka tidak sedikit dari mereka akan mendapatkan cacian dan makian dari semua orang.


Lalu bagaimana jika mereka ingin merubah diri, jika kebaikan mereka saja tidak bisa di terima...


Sesungguhnya mereka adalah orang yang baik. Hanya saja mereka kerap kali menerima penolakan atas perjuangan yang mereka lalui.


Lelah menunggu dan tidak mampu bertahan dalam kesendirian.


Kesabaran membunuh mereka secara brutal, hingga kini mereka lelah dan menjadi Egois.


Segala cara mereka lakukan demi mendapatkan Hasrat kehidupan.


Jika saja mereka di beri pilihan, maka mereka tidak akan pernah ingin menjadi jahat.


Namun mereka terjebak di lubang hitam dunia....


Sesal dan sadar, pasti ada di benak mereka, tapi untuk merubah diri menjadi sebaik yang di inginkan itu tidak mudah.


Rintangan terbesar bagi mereka adalah penilaian dari orang lain...


Semakin mereka berbuat baik, maka semakin banyak yang menghujat.


Sama halnya dengan kehidupan Gea saat ini, dulunya dia memang orang yang kejam dan tidak punya hati.


Namun dia ingin memperbaiki diri...


" Dimas...."


" Hem...." Dimas duduk bersandar di bawah pohon.


Dia menikmati keindahan pantai dengan bertemankan Rokok kesukaannya.


" Apakah kamu mau mengajari aku menjadi wanita baik?."

__ADS_1


Ucapan Gea seolah mencekik leher Dimas, membuatnya sulit untuk menelan ludah atau sekedar membuka mulutnya...


" Tolong ajari aku......" ucap Gea.


Dimas masih terdiam, tidak di sangka jika seorang seperti Gea mau merubah diri...


" Kamu bercanda? atau kamu sedang demam?." Dimas menyentuh dahi Gea.


" Sepertinya kamu terkena penyakit air laut..."


" Aku bersungguh-sungguh. Tolong bantu aku, ya..."


Tidak mudah baginya bangkit dari lembah hitam, karenanya dia butuh bantuan dari seseorang untuk membuatnya menjadi lebih baik.


" Kebaikan diri datang atas kemauan kamu sendiri. Tidak ada orang lain yang mampu merubah kebiasaan buruk kamu itu..." Cetus Dimas sembari membuang muka.


Gea sedikit merasakan sakit atas penolakan Dimas...


" Kamu mau kemana?." ucap Dimas


Gea tidak mampu menjelaskan perasaan sakit dalam dirinya, sehingga dia memilih untuk menutupi semuanya.


" Aku pergi dulu ya..."


Melihat wajah kekecewaan di wajah Gea, membuat Dimas tidak tega....


" Tunggu! aku bisa membantu kamu untuk berubah. Tapi aku punya satu syarat untuk kamu..."


Gea menghentikan langkah kakinya, lalu berbalik ke arah Dimas.


" Syarat?."


" Iya. Itu pun kalau kamu mau menjadi lebih baik..." Seolah acuh dengan masalah Gea, Dimas pun tidak mau memandang mata wanita di hadapannya itu.

__ADS_1


" Aku mau..." Gea sangat antusias, bahkan dia duduk berjongkok di samping Dimas, hanya untuk mendengar saran apa yang nantinya Dimas berikan.


" Temui Leo dan orang tuanya. Jelaskan jika kamu benar ingin berubah, dan tidak lagi menyakiti mereka atau pun yang lainnya..."


Mencoba menjelaskan hal tersulit dalam hidup memanglah tidak mudah, tapi Dimas mencoba membimbing wanita itu untuk menuju jalan yang lebih baik lagi.


" Tapi jika aku bertemu dengan mereka, pasti sakit hati ini mulai melukai ku dan aku takut jika rasa sakit ini kembali membuat ku menjadi orang jahat." Suara Gea terdengar sangat berat.


Mungkin Opsesi dalam dirinya telah menguasai akan sehatnya.


Dimas menyentuh bahu Gea.." Tidak ada hal yang mudah untuk di lalui. Setidaknya dengan kemauan kuat dalam diri kamu, pasti perlahan Opsesi kamu terhadap Leo akan memudar." Senyuman hangat Dimas sajikan untuk menguatkan Gea.


" Aku butuh waktu untuk itu..." Masih dengan jawaban bimbang.


Karena bagi seorang seperti Gea, tidak mudah melepaskan apa yang di inginkan.


" Kalau begitu, terserah kamu saja!."


Gea tidak bisa membohongi dirinya sendiri, bahwa saat ini Dia masih sangat mengharapkan cinta dari Leo.


" Kamu marah?." Tanya Gea.


" Untuk apa aku marah? toh bukan urusan aku ini." Dimas sangatlah kesal. Dia tidak sanggup menghadapi watak Gea.


" Baiklah! aku akan mencoba menuruti ucapan kamu." Lirih Gea.


Dimas mencoba menatap wajahnya...


" Anggap saja ini ujian dari keinginan kamu itu..."


Gea merasa tenang ketika dirinya berada di dekat Dimas...


Bahkan tanpa ragu, Gea melampiaskan segala keluh kesah kepadanya tanpa ada sedikit keraguan.

__ADS_1


__ADS_2