HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 236


__ADS_3

Dimas membawa Gea ke sebuah pulau terpencil jauh dari kota. Tidak ada kebisingan di sana, hanya ada beberapa vila megah dengan sedikit penghuni. Vila itu sengaja di pesan Revaldi untuk Dimas, Demi meluruskan hubungan antara keduanya. Ratusan juta di keluarkan demi melihat sahabat dekatnya bahagia. Bagi Revaldi uang bukan segalanya. Walau pun dalam kehidupan membutuhkan uang, tapi dirinya tidak ingin di perbudak olah benda mati. Pertolongan tidak datang dari benda mati melainkan dari makhluk hidup. Seorang sahabat selalu ada dalam suka mau pun duka, bersama kita bisa, bersama menjalin bahagia. Uang hanyalah sebuah alat perantara menuju bahagia, sedangkan bahagia di dasari atas kerjasama.


Sesampainya di pulau tersebut, Dimas membawa Gea masuk ke dalam Vila. Merebahkan tubuhnya di samping sang kekasih, di tatapnya wajah cantik itu.


" Kembali pada ku atau tidak dengan orang lain." Dimas mencium kening wanitanya dengan kelembutan. Sesuatu yang hampir lepas, akhirnya bisa kembali di genggam. Entah cara ini benar atau salah, bagi Dimas demi mendapatkan hatinya kembali dia rela melakukan hal bodoh seperti sekarang ini.


Dalam gelap Dimas terdiam, memandangi wajah Gea. Hembusan nafas kian menderu membangkitkan Hasrat dalam diri, namun Dimas berusaha kuat menahan Hasratnya malam ini, sebab dia tidak ingin melakukan hal yang nantinya semakin memperkeruh suasana.


Malam semakin larut Dimas masih terjaga memandangi dunia indah di hadapannya.


Setelah jauh darinya beberapa waktu ini, baru ku sadari bahwa rindu ini hanya tertuju pada mu, Listya Gea Hendarman.


Jadilah wanita ku seumur hidup ku. Jangan pernah pergi lagi karena aku tidak akan mampu bernafas bebas tanpa mu.


Rasa rindu itu semakin menderu, detak jantung mengeluarkan irama syahdu, gelombang asmara terlihat dari binar matanya. " Selamat malam, sayang." Tanpa Ragu Dimas memeluk Gea hingga tertidur bersama dengan posisi saling berhadapan.

__ADS_1


Pagi sebelum Gea terbangun, Dimas menyiapkan masakan untuk seorang terkasih. Dia rela bangun pagi buta demi membuat kejutan untuk kekasihnya. Setelah selesai memasak Dia berusaha membangunkan Gea...


" Sayang, bangun." Sedikit menghuyung tubuh Gea.


Mendengar suara Dimas segera Gea membuka mata perlahan..


" Kenapa aku berhalusinasi lagi..." Sembari menggeleng kepala. " Bayangan ini selalu menghantui di sepanjang hari...." Kesalnya dengan mengusap mata. Karena baginya tidak mungkin Dimas ada di hadapannya saat ini. Seingatnya sudah beberapa hari Dimas tidak berusaha menemui atau sekedar mencarinya.


" Kamu tidak sedang berhalusinasi. Ini benar aku." Dimas meraih lengan Gea lalu memeluknya.


" Lepas..." Dengan kasar Gea mendorong tubuh Dimas.


" Kamu kasar sekali. Taukah kamu bagaimana menderitanya aku selama ini, setiap pagi membuka mata tanpa adanya kamu?"


" Sudahlah, Dimas. Aku lelah bertengkar dengan kamu. Kisah kita telah usai. Untuk apa berjuang demi aku..." Gea hendak beranjak dari tempat tidur, namun Dimas menghentikan niatnya dengan meraih kedua tangan Gea. " Jangan bicara seperti itu, sungguh sakit untuk melepaskan kamu." Di cium kedua tangan Gea lalu mereka saling menatap tanpa satu kata. Hingga beberapa saat Gea kembali teringat wajah anak kecil itu, dia pun memutuskan untuk menjauhkan diri dari Dimas lalu melangkah menuju jendela kamar.

__ADS_1


Ketika dia melihat keluar, di lihatnya hamparan lautan biru dengan keindahan alam sekitar. " Astaga, kamu membawa ku kemana? tempat apa ini?" Tatapan Gea beralih pada Dimas yang masih berdiri mematung di sana.


" Anggap saja kita sedang berlibur. Semua ini aku siapkan untuk kamu..." Segera Dimas berjalan mendekati Gea lalu memeluknya dari belakang. " Akan ku habiskan waktu bersama kamu..."


Sungguh bahagia Gea saat ini, tapi di balik bahagia itu terselip luka mendalam. Pasalnya kebahagiaan iti bisa mendatangkan sebuah tangisan dari seorang anak tak berdosa.


" Cukup, Dimas. Jangan perlihatkan padaku semua kepalsuan ini. Sekarang juga bawa aku pulang." Ketus Gea.


Sengaja Dimas tidak menjawab ucapannya karena dia tidak ingin berdebat lalu menambah masalah.


" Dimas..." Bentak Gea saat Dimas menempelkan dagu di pundaknya.


" Bawa aku pulang..." Gea berusaha melepaskan kedua tangan Dimas yang melingkar di perutnya, tapi pelukan itu sangat erat sehingga sulit baginya untuk lepas dari dekapan lelaki itu.


Dia pun terpaksa diam dan hanya melihat luasnya lautan beserta gempuran ombak.

__ADS_1


__ADS_2