HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 205


__ADS_3

" Tidak akan mungkin kita bisa mendapatkan semua itu..." ucap Fita.


" Tunggu! aku bisa membantu kalian..." Seorang wanita cantik datang bersama dengan keluarga Alexa.


" Risa?." Leo mengernyitkan dahi. " Sedang apa kamu disini?." Segera Leo menjemput kedatangan kekasihnya. " Mereka adalah....?"


" Mereka keluarga Alexa, jadi biarkan mereka masuk untuk mewakili diri Alexa." ujar Risa.


Segera Maya dan ibunda Alexa masuk. Di saat mereka membuka pintu, terdengar pelan Dimas menyebut nama Alexa.


Suaranya terdengar sangat dalam, sehingga membuat mereka tidak tega melihat kondisinya...


" Dimas...." Perlahan Maya mendekatinya, menatap wajah pucat Dimas.


" Bangun...jangan buat Alexa terbebani dengan ini semua."

__ADS_1


Mendengar semua itu, perlahan mata Dimas terbuka. Dia melihat beberapa orang sedang berada di sampingnya.


" Kalian..." lirih Dimas dengan berusaha untuk menggerakkan tangan untuk menjabat ibunda Alexa.


" Jangan paksa dirimu nak, biar Bunda meraihnya..." Penuh kasih sayang, ibunda Alexa meraih tangan Dimas.


" Sekarang kamu sudah melewati perjalanan panjang. Sudah semestinya kamu berpaling dari Ale, dan buat anak Bunda tersenyum bahagia di sisi Tuhan." Dia berusaha meyakinkan Dimas untuk segera bangkit dari mimpi buruknya selama bertahun-tahun.


" Dimas....aku dan Bunda ingin menunjukkan ini padamu, tapi setelah itu kami harus segera pergi, karena jujur pesawat kami akan lepas landas dua jam setelah ini." Maya mengeluarkan ponsel milik Alexa. Selama bertahun-tahun dia selalu merawat kepunyaan adik tersayangnya itu. Namun dia menemukan sebuah vidio yang beralamatkan Dimas.


Pernah beberapa kali, Maya ingin menghapus vidio itu, namun vidio itu adalah satu-satunya kenangan yang di miliki.


Kata terakhir sebelum dia pergi ada di sana, bahkan dia juga bernyanyi sebelum dia melakukan pengakhiran nyawa(bunuh diri).


" Lihatlah...." Maya menyodorkan ponsel milik Alexa kepadanya.

__ADS_1


( Dimas, jika nanti kamu melihat ini, mungkin aku sudah pergi jauh dari kamu. Aku pergi bukan karena aku tidak cinta lagi, tapi karena aku tidak sanggup melihat kamu menjauh seperti sekarang ini. Jika saja aku bisa meyakinkan kamu dengan caraku, maka kamu tidak akan pernah pergi dari ku. Semua ini terjadi karena kesalahan ku di masa lalu, dan semua yang terjadi belum sempat aku ceritakan padamu. Pilihan terakhir ku adalah kamu. Jika saat ini aku tidak mampu menggapai mu, maka biarkan sukma ku memeluk erat dirimu. Jika raga ini tidak lagi mampu kau temui, maka jangan menangis, karena yakinlah! aku selalu ada dalam kenangan.) Setelah itu, Alexa meraih gitar lalu bernyanyi satu lagu kesukaan mereka.


Seulas senyum dia berikan untuk menutup akhir vidio tersebut.


Lambaian tangan mengakhiri kisah cinta mereka.


Semua ucapan Alexa mampu meruntuhkan dunia Dimas. Semua kata itu masuk dalam lubuk hatinya, sehingga sulit baginya untuk menampung air mata.


" Maafkan aku...." Dimas memeluk ponsel Alexa seolah dirinya benar hadir di sana.


" Nak, relakan kepergian Ale. Sudah semestinya kamu bangkit dan mencari Takdir kamu. Meski Takdir kamu dan Ale hanya di gariskan seperti itu, namun setidaknya kamu sudah membuat dia bahagia. Segeralah temukan jalan hidup baru bersama orang baru. Hidup itu berjalan, tidak hanya berhenti di satu titik." Ibunda Alexa mengusap kepala Dimas, seolah mereka benar-benar dekat.


" Bunda....tolong jangan suruh aku melupakan Alexa, karena sungguh itu tidak akan mungkin." Bagaikan seorang anak memohon pada orang tuanya, itulah yang Dimas lakukan sekarang.


" Baiklah...tapi kamu harus janji pada Bunda..." Tatapan ibunda Alexa begitu mendalam. " Kamu harus melanjutkan hidup meski tidak dengan Anak ku. Jalan hidup kamu masih panjang, Nak. Segera temukan jodoh kamu dan Bunda akan merestui kalian."

__ADS_1


__ADS_2