HASRAT

HASRAT
Milik siapa


__ADS_3

Dengan langkah legap Revaldi membawa Gilang menuju sebuah tempat di mana telah ada satu orang duduk berpangku tangan di sana. Dari jauh Gilang mengingat siapa gerangan wanita itu, hingga langkahnya semakin dekat dan ia sadar wanita itu adalah istri dari Revaldi, Criztine. Dia melambaikan tangan kepada mereka berdua seraya bangkit hendak menyanbut mereka. Revaldi duduk di samping Criztine lalu Gilang duduk di sampingnya.


"Jadi ini anak Dimas?" Tanya Criztine seolah tidak percaya melihat anak yang dulunya selalu menggelayut di lengan Dimas, berubah menjadi sosok dewasa nan gagah. Tidak hanya itu, Gilang juga mempunyai banyak sekali prestasi dalam dunia bisnis.


Tidak lama kemudian datanglah Dimas "Sorry sob gua telat" Dimas beluk menyadari keberadaan Gilang di sana.


Revaldi menjabat tangan Dimas sambil memeluknya dengan menepuk pungyung "Tidak masalah, kami juga baru saja datang" di saat Dimas lepas dari pelukan Revaldi, matanya di kejutnya dengan wajah Gilang "Gilang? kamu di sini" Sambil mendekati sang anak.


"Ada apa sama wajah kamu? kenapa bonyok seperti ini"


"Awww....." Gilang pun meringis kesakitan kala Dimas menyentuh tepi bibirnya.


"Biasa anak Lu sama kaya bokapnya, jago baku hantam" Sambung Revaldi yang kembali duduk.

__ADS_1


"Sok sokan baku hantam ujung ujungnya bonyok juga" Dimas menarik kursi di samping Gilang dengan pandangan tertuju padanya. Di bagian wjaah ada tiga titik memar terlihat jelas sampai kebiru biruan, di sisi kiri tepi bibir, di pelipis mata, dan yang satunya di atas alis.


"Harusnya kamu obati dia bukan malah ngoceh, masa anak dokter di biarkan memar kaya begitu, nggak lucu deh" Sambil Criztine yang juga memperhatikan mereka.


"Dokter? itu cita cita gua dulu, cuma nggak kesampean. Sekarang gua malah udah mau jadi engkong, tau" Ucap Dimas.


"Ha.... jadi Lu udah punya cucu?" Revaldi terkejut mendengar ucapan Dimas barusan.


"Astaga, selamat ya Dim" Reflek Criztine pun menyentuh tangan Dimas.


"Ehem...." Revaldi berdehem, bukan berkamaksud cemburu hanya saja ingin menggoda keduanya, biar makin seru.


Seketika Criztine menarik kembali tangannya "Sorry, nggak sengaja"

__ADS_1


Dimas menepuk pundak sabahatnya "Tenang sob, gua bukan playboy lagi. Udah pensiun Gua" Gelak tawa ketiganya sontak pecah. Namun, Gilang terdiam sesaat. Maksud ucapan ayahnya itu apa? mungkinkah dia sudah tau kalau Olive hamil anaknya atau bagaimana, kenapa dia bisa bilang seperti itu.


"Ah...mungkin Ayah sudah tau kalau Olive hamil anak ku. Syukurlah, dengan begitu Olive bisa menjadi milikku selamanya" Gumam Gilang.


"Hey....(Criztine menepuk pundak Gilang) ngapain senyum senyum sendiri?"


"Eh, itu tante, cuma itu, emmmm...."


"Biasanya kalau seseorang mau jadi ayah ya pesti grogi kaya begitu" Sambung Dimas dan kembali di sambar tawa oleh Revaldi.


Di sisi lain ada Alisya tengah duduk di kamarnya, air matanya berjatuhan. Tangannya terasa basar sebab rasa takut dalam dirinya.


"Sayang, yang kuat nak. Umi janji akan berjuangan demi kamu" Mengusap perut kecilnya. Saat ini ada sosok janin di dalamnya. Ya, Alisya tengah hamil 1 bulan. Beberapa hari yang lalu ia merasa pusing berkunang kunang, badan lemas, dan ada rasa mual berkepanjangan, jadi ia memutuskan periksa ke dokter dan hasilnya sungguh mengejutkan. Dia hamil 1 bulan. Awalny ia sennag sekali dan banyak berharap dengan hadirnya buah hati kemungkinan besar Gilang akan mencintainya dan mereka hidup bahagia. Namun, belum sempat dia memberitahu sang suami, ia lebih dulu mendapati kenyataan pahit di depan matanya. Yang pada akhirnya memutuskan untuk bungkam.

__ADS_1


__ADS_2