HASRAT

HASRAT
Milik siapa


__ADS_3

Tak lama kemudian keluarlah tim medis dan beberapa Dokter ahli bedah termasuk Damar, ia terlihat berkeringat dingin, sesekali memejamkan mata entah pertanda baik atau pun buruk.


Sebagai seorang Dokter baginya keselamatan utama pasien paling utama.


"Aden...." Mbok Inah segera menghampiri Damar dengan tergesa gesa.


"Mbok kenapa tegang begitu? di mana Olive"


Seketika itu Mbok Inah semakin penik bukqng kepalang, perlahan beliau menceritaan semuanya sebelum Olive menghilang.


"Jadi Olive hilang" Ucapnya sedikit menekan Mbok Inah.


"Iya, Den"


"Mungkin dia sedang ke toilet, mbok. Tolong cari di toilet wanita dulu, biar saya cari di sekitar sini" Keduanya berpencar mencari sosok Olivia. Setelah berkrliling beberapa putaran Damar belum juga bertemu sang istri. Setiap lorong telah ia tapaki "Kemana dia pergi..."


"Non Olive ada di mana kamu non..." Mbok inah mencari di toilet tapi tidak ada sosok Olive, sampai ia juga bertanya pada semua yang ada di toilet itu. Setelah keluar dari toilet, Mbok Inah berjalan kembali menuju tempatnya tadi, tapi di tengah jalan tiba tiba ada seseorang menyenggolnya sampai mbok Inah terjatuh ke lantai.

__ADS_1


"Maaf Bu maaf saya tidak sengaja, istri saya sedang mau melahirkan jadi saya panik. Sekali lagi saya mohon maaf" Dengan wajah panik seorang laki laki itu kembali bangkit lalu membantu Mbok Inah berdiri. Tangannya terasa gemetar dan keringat mengucur deras saking paniknya.


"Iya, tidak apa apa. Semoga istri dan anak Bapak di berikan kesehatan dan keselamatan" Mbok Inah tidak banyak menuntut, dia pun memaafkan laki laki itu kemudian kembali berjalan. Belum berapa langkah ia di kejutkan dengan seorang laki laki tengah tertunduk di sebuah kursi dekat tempat mbok Inah berdiri. Seorang laki laki itu tidak lain adalah Gilang.


"Den Gilang..."


Seketika Gilang menoleh "Mbok Inah...." ia pun terkejut melihat sosok wanita paruh baya tersebut.


"Keluarga Aden sakit?"


(Saya harus jawab apa...


"Den, Aden Gilang"


Ucapan Mbok Inah membuyarkan lamunannya "Iya, Mbok. Ada kerabat dekat saya sedang sakit. Mbok Inah sendiri ngapain di sini?"


"Em....itu, Den...."

__ADS_1


"Mbok..." Panggil Damar dari kejauhan, membuat keduanya melihat sosok Damar.


"Dia? kenapa dia ada di sini" Damar pun mendekati Mbok Inah dan Gilang. Langkah kakinya semakin di percepat hingga lanfkah itu menggema di sekitar lorong rumah sakit.


"Dengan suami ibu Olive.." Seorang suster manghampiri Gilang dengan mambawa lembqran kertas. Sintak Damar membulatkan mata, kenapa suster itu memanggipngu suami Olive, sebanarnya apa yang telah terjadi.


"Dia bukan suaminya tapi saya" Seketika juga suster itu menoleh ke arah Damar "Dokter Damar" Lirihnya tak percaya, karena tadi laki laki di sampingnya itu mengaku sebagai suami pasien dan sekarang datang lagi Dokter Damar mengakui bahwa dia suaminya. Sungguh membuat suster itu geleng kepala.


"Tapi Dok tadi beliau bilang kalau pasien adalah istrinya" Jelasnya sambil melempar pandang ke arah Gilang.


Damar tak terima, ia pun menggenggam kram baju Gilang dengan tatapan mematikan "Apa maksud kamu haaaaa? Olive itu istri saya dan selamanya akan seperti itu"


Gilang tak bergeming.


"Dokter tolong jangan membuat kegaduhan di sini, lebih baik Dokter segera lunasi biaya rumah sakit istri Dokter"


Damar pun melepas cengkramannya lalu meraih kertas itu "Memangnya istri saya kenapa?"

__ADS_1


"Nanti saya jelaskan sekar anda di mohon ke bagian administrasi terlebih dahulu" Mereka pun berjalan menjauhi Gilang yang masih memarung di tempat itu.


__ADS_2