
Kesal melihat wajah lelaki itu, segera Raka membanting bingkai ke lantai....
" Lelaki macam itu tidak pantas bersanding dengan adik ku." Gelegar ucapannya membuat dunia seolah terguncang. Sepertinya Raka sangat membenci orang yang sudah merebut adiknya yang mampu merubah sifat buruk Gea.
" Tapi kita bisa apa jika Gea menginginkan bersama dengan dia?"
" Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Tidak akan lama lagi adik kesayangan ku itu akan kembali dalam pelukanku." Ketus Raka dengan kembali menghantam meja kaca di depannya. Tentu saja kaca itu sedikit retak karena hantaman yang begitu keras.
" Bagaimana kalau kita bicara di tempat lain. Jangan sampai Bang Raka menghancurkan seisi kantor hanya demi meluapkan amarah pada Dimas" David pun mengajak Raka pergi ke sebuah tempat, dimana mereka bisa bebas berbuat apa pun.
Sebenarnya David tidak ingin menyakiti Gea dengan menghancurkan bahagianya, hanya demi cinta yang tidak pernah di harapkan. Tapi David tidak bisa memungkiri bahwa Hasrat dalam diri kian memaksanya menjadi seorang yang jahat demi mendapatkan diri Gea.
" Kamu kenapa?" Tanya Raka setelah melihat raut wajah David.
" Sepertinya sulit mendapatkan hati Gea lagi, Bang. Bertahun lamanya menunggu, tapi tidak sedikit pun dia melihat ku."
" Jangan patah semangat, Bodoh. Aku ada untuk mendukung kamu. Jangan berfikir untuk mundur..." Raka memukul lengan David.
" Aku yakin bersama kamu, Gea pasti bahagia."
David hanya bisa tersenyum, meski hatinya tidak yakin. Perjuangan Gea membuktikan bahwa cintanya tidak bisa beralih kepada siapa pun, termasuk Dirinya.
Sepanjang perjalanan Fokus David pecah, memikirkan hal apa yang telah terjadi antara mereka berdua(Gea dan Dimas).
Mungkinkah mereka sudah....
David menggeleng kepala, menepis perasaannya.
" Kita mau kemana, sih?" Protes Raka.
David baru tersadar bahwa dia bertujuan membawa Raka ke Apartemen. Karena jarak sudah terlampau jauh, akhirnya dia memutuskan singgah di sebuah kafe.
__ADS_1
" Sebenarnya sebelum Gea pergi, hubungan mereka sempat putus. Aku dengar Dimas memiliki anak dari wanita lain, dan usianya sudah lima tahun."
" What? lima tahun? Lelaki macam apa itu, berani menghamili anak orang sampai punya anak sebesar itu..." Tentu saja Raka terkejut. Seingat dia, Gea pernah curhat tentang mantan kekasih Dimas yang telah lama meninggal dan wanita itu sedang mengandung anak mereka.
" Jangan sampe adik ku meneteskan air mata sedikit pun." Kecaman dari mulut tajamnya mulai menyumpahi Dimas.
" Dimana wanita yang telah melahirkan anaknya?"
David memberi tau padanya tentang identitas wanita tersebut.
" Kalau begitu jalan kita memisahkan mereka masih terbuka lebar." Senyuman di bibir Raka menandakan sebuah peperangan yang akan segera di mulai.
Di saat David meraih cangkir, dia melihat ada seorang wanita yang duduk bersama dengan seorang anak kecil. Mereka duduk di meja paling ujung.
" Bang, kebetulan wanita itu ada disana..." Jari telunjuk David mengarah pada Lily.
" Wanita itu?"
" Di banding dengan dia, adik ku jauh lebih cantik. Wanita macam dia lebih pantas jadi koleksi malam ku." Segera dia bangkit lalu menghampiri Lily beserta putranya.
" Selamat malam, boleh saya gabung?" Dengan lemah lembut Raka mencoba mendekati mereka.
" Paman ini siapa?" Tanya Gilang pada Maminya.
Lily menatap lelaki itu lalu menggeleng kepala..
" Mami tidak tau."
" Perkenalkan saya Raka, lelaki paling kaya di muka bumi ini." Menyombongkan diri untuk menarik perhatian dari Lily.
" Siapa perduli." Cetus Lily, mengabaikan uluran tangan Raka.
__ADS_1
Melihat Raka di acuhkan seperti itu, membuat David tertawa....
" Dia pikir Lily itu seperti kebanyakan wanita, sepertinya Bang Raka salah melangkah."
Raka merasa geram mendapat hinaan seperti itu, tapi dia yakin bisa menundukkan betina garang itu.
" Menarik sekali." Ucapnya dengan memandang wajah Lily terus menerus.
" Siapa pun kamu pergi dari sini. Saya tidak sudi duduk satu meja dengan orang asing seperti kamu." Segera Lily meraih tangan putranya lalu membawanya pergi dari tempat itu.
" Sial, dingin sekali wanita itu."
Tak berapa lama datanglah David...
" Lily bukan wanita yang gampang terpengaruh oleh uang. Uang baginya tidak terlalu penting, sebab dia terlahir di keluarga berada. Mungkin dia lebih tertarik dengan ini...." David membisikkan sesuatu padanya.
" Oke. Kita coba lain waktu."
Mereka berdua menyusun rencana yang nantinya menguntungkan kedua belah pihak.
Raka mulai tertarik atas sifat dingin dan angkuh Lily. Dia tidak sabar seberapa hebat wanita itu mampu menghadapi pesonanya.
" Untuk meruntuhkan hati seorang wanita beranak macam dia, aku hanya butuh pendekatan dengan anaknya."
" Lalu bagaimana dengan Gea?" Kembali David mengulik masalah terberat dalam hidupnya.
" Kita bahas itu nanti saja. Aku masih ada hal yang harus di tuntaskan..." Raka pun pergi begitu saja.
" Astaga, Bang Raka kalau sudah lihat wanita cantik pasti lupa diri."
David memutuskan kembali ke apartemennya.
__ADS_1