
*REVALDI*
Beberapa tahun kemudian....
Revaldi yang sudah tamat kuliah dengan nilai terbaik di universitas ternama di eropa
"Revaldi cucu ku...opa mau kamu mengelola perusahaan...." pinta hendardi (ayah riko)
"Terima kasih untuk kepercayaan ini opo, tapi bolehkah aku mengelola bisnis opa di kota A....??" jawab revaldi
saat ini yang bisa di perbuat hanya menerima semua keputusan dari sang opa
selama ini dia tak berani menolak setiap perintah dan ucapan sang kakek
"Kamu ingin mengelola di kota itu, apakah kamu yakin??"
revaldi terdiam sejenak entah apa yang ada di dalam pikiran nya saat ini.
"Revaldi yakin opa!!..revaldi rindu dengan ayah dan mami, revaldi juga ingin hidup bersama dengan mereka seperti dulu lagi" jelas revaldi
"Baiklah nak!!..selama ini kamu selalu menuruti apa yang opa mau, dan opa sangat bangga dengan diri mu nak...sekarang kamu berhak untuk memilih semua yang kamu inginkan!!" hendardi menepuk pundak sang cucu
"benarkah opa???...terima kasih" revaldi memeluk kakek nya
"ada apa ini?? kalian melupakan oma" datanglah oma winda
"mana mungkin kami melupakan oma!!!...oma, revaldi mau pulang ke rumah mami, aku sudah meminta ijin pada opa bagaimana dengan oma???" revaldi menatap wajah winda dengan penuh harap
__ADS_1
"Oma akan mendukung semua keputusan kamu nak, tapi oma dan opa akan membelikan kamu rumah di sana, jadi kamu tidak boleh tinggal di rumah orang tua mu...kamu sudah dewasa, kamu harus bisa mandiri..." jelas oma winda
"tapi opa ada satu persyaratan buat kamu" ucap sang kakek
"syarat apa opa???" Revaldi bingung akankah syarat ini membebani dirinya lagi atau tidak
"Opa sudah menjodohkan kamu dengan anak dari teman opa!!!..dan opa tidak mau penolakan dari kamu" cetus hendardi
"opa...ijinkan aku memulai bisnis dulu dan belajar untuk menghasilkan uang sendiri...baru nanti aku akan memikirkan untuk menikah, revaldi permisi dulu..." dia pun berjalan masuk ke dalam kamarnya
"kenapa kehidupan ku selalu di atur oleh opa, dari pendidikan, usaha, bahkan jodoh pun aku tidak ada kesempatan untuk memilih semua yang aku mau....adat para bangsawan ini membuat aku tidak nyaman, beda dengan opa dan oma dari ayah,mereka selalu memberi kesempatan untuk memilih...aku jadi rindu mereka..." Revaldi menggerutu kesal
Saat pagi menjelang...
revaldi segera meninggalkan eropa
dan berangkat ke kota A
dia merasa terbebas dari jeratan sang Opa yang selalu memaksakan kehendaknya...
revaldi pun pulang ke rumah maminya
di perjalanan dia terpikir sejenak, dia ingin memberi kejutan untuk orang tuanya
dia pun melihat jam
"pas banget april pulang sekolah...aku mau menjemputnya dan memberi dia kejutan, secantik apa dia sekarang..." lirih revaldi
sesampainya di depan sekolah April
dia melihat banyak siswa yang keluar
__ADS_1
Revaldi mencari-cari keberadaan sang adik tersayangnya
Revaldi melihat sang adik tengah duduk di kursi depan pos jaga sekolah
Revaldi menyamar dengan menggunakan topi yang menutupi rambut nya
dia juga memakai kaca mata hitam
sehingga April tidak dapat mengenali dirinya
"menunggu siapa dik...??" tanya Revaldi dengan duduk di sebelah nya
"nunggu jemputan kak...biasanya pak supir sudah datang, tapi kenapa dia belum sampai disini...kakak sendiri sedang menunggu anak kakak ya" ucap April dengan polosnya
"emang penyamaran ku mirip bapak-bapak apa ya...sampai April bilang kaya gitu" gumam revaldi
"tidak dik...kakak sedang menunggu adik tersayang kakak APRILI MARTHA RIKARDO"
April seketika berdiri dan menatap ke arah nya
"kak Revaldi...." April terkejut saat revaldi membuka topi dan kaca mata
"kakak kenapa menyamar seperti itu, tidak lucu tau" April merasa marah pada sang kakak
"jadi kamu marah nih??...ya udah kakak balik ke eropa saja" revaldi pun hendak melangkah pergi
namun April memeluk nya dari belakang
"April hanya bercanda kak jangan pergi!!..April merindukan kakak"
Revaldi memeluk sang adik dengan penuh kerinduan
__ADS_1
dia memang bukan saudara kandung tapi mereka terlahir dari rahim yang sama
ikatan mereka sama dengan ikatan adik dan kakak kandung...