HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 207


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Dimas duduk di teras dengan membawa ponselnya, sepertinya dia sedang melakukan panggilan via Vidio Call dengan seseorang.



" Sepertinya aku harus membuat kamu di kurung lebih lama lagi disana....hahaha." Seolah Dimas benar-benar ingin membuat Gea berubah dan merubah jalan hidupnya.


Tawa, canda Dimas lontarkan kepadanya...


" Kalau begitu cepat kembali, sebelum kamu ketahuan sama senior kamu yang galak itu." ucap Dimas sembari melambaikan tangan.


(Dimas, kirim aku kembali ke Indonesia, aku sangat rindu suasana dimana aku bertengkar dengan kamu...) Manja Gea pada Dimas. Seolah mereka adalah benar sepasang kekasih yang saling mencintai. Padahal di kenyataannya mereka masih dalam tahap perkenalan dan saling memperbaiki diri.


Dimas tidak berkata apa pun, karena percuma dia menolak jika Gea tetap bersikeras seperti itu. Terpaksa Dimas mematikan ponselnya untuk sementara waktu...


" Dasar Wanita ini...." Segera dia masuk ke dalam rumah.


" Ada apa nak?." Tanya Fita kepada putranya. Setelah beberapa hari melihat wajah pucat Dimas, hari ini adalah pertama kalinya Dia tertawa dan tersenyum bagaikan orang gila.

__ADS_1


" Ah...Mama, tidak ada kok." Entah kenapa Dimas sangat merasa bahagia sekali, melihat wajah Gea tanpa make up, bahkan baru pertama kalinya dia melihat wanita jahat menjelma menjadi bidadari di depan matanya. Meski begitu, Dimas masih ingin melihat Gea merubah tabiat buruknya bersama sikap egoisnya itu.


Sebuah kursi ruang tamu menjadi pilihan utama baginya untuk menyandarkan diri.


" Sungguh lega....." Lirih Dimas sembari bersandar pada bahu kursi tersebut.


Fita mendekati putranya dengan membawakan secangkir teh....


" Sepertinya kamu dan dia harus segera menentukan jalan hidup kalian nantinya..."


Senyuman di bibir ibundanya menggambarkan satu keyakinan dalam kepastian " Tentu saja kamu tau apa maksud mama!."


" Jangan bilang mama ingin aku segera menikah dengan Gea? astaga, mama jangan terlalu terbawa arus dong. Kita kan cuma berteman...." Jelas Dimas sembari meraih teh di depannya.


" Bukankah putra mama ini menyukainya...?."


Uhuk uhuk.....

__ADS_1


Mendengar semua itu, membuat Dimas tersedak. Bahkan dia sulit untuk menelan air yang hampir tenggelam dalam tenggorokannya. " Aduh...mama selalu menilai segala sesuatu secara berlebihan. Padahal belum tentu Gea mau sama aku..."


" Tentu saja dia mau dengan kamu! bukankah selama ini dia selalu mendekati kamu? bahkan dia melakukan apa pun yang kamu minta. Apa itu bukan cinta?." Fita terus mendesak Dimas untuk segera memberi penjelasan atas hubungan antara keduanya.


" Sudahlah....Aku mau ke rumah Jimmy dulu." tanpa menunggu lama, Dimas segera bangkit lalu berjalan keluar.


" Pikirkan semua dengan hati nak..." Teriak Fita dari dalam. Meski wajah Dimas menolak, tapi Fita tau di matanya ada sebuah jawaban pasti tentang hubungan mereka.


Mungkin ada sebuah cinta dimana dia masih menutupinya dengan beberapa alasan.


Semenjak kamu kenal dengan Dia(Gea), kamu mampu berdiri di atas kaki mu sendiri...


Meskipun beberapa kali kamu masih melihat ke belakang, tapi Mama yakin bahwa bersama dengan Gea, kamu bisa melanjutkan perjalanan panjang ini. Kalian adalah dua manusia yang saling kehilangan.


Mungkin ini adalah cara Tuhan untuk menyadarkan kalian atas semua kesalahan kalian itu.


Berjuanglah putra ku. Jangan tenggelam terlaku lama. Karena di sana ada hati yang siap menerima kamu apa adanya.

__ADS_1


__ADS_2