HASRAT

HASRAT
hasrat


__ADS_3

maaf ya reader up nya agak lama karena ada sesuatu dan lain hal.


-------------------------------------------------------------


dan sini lah aku sekarang di kantor cabang Omar Company yang berada di daerah Bandung. perjalanan yang memakan waktu beberapa jam Jakarta-Bandung dengan berkendara melintasi jalur puncak dan cukup melelahkan menurut ku. untungnya jalanan tidak macet seperti biasa nya dengan banyak nya kendaraan yang berlalu lalang. aku masih menunggu ibu tami yang berada di ruang meeting supaya tak merasa bosan dan lelah aku turun ke lantai 3 di mana cafetaria kantor berada demi menghilangkan dahaga dan membasahi kerongkongan yang kering seperti terserang kemarau. aku berjalan dengan santai menuju cafetaria. beruntung cafetaria tampak sepi karena bukan jam makan siang. "bu, es rujak ny satu" ....... "eh,,,mba kinan kirain ibu siapa toh duh...udah lama ya mba kinan ga kesini" sapa ibu lia pekerja yang menjaga cafetaria yang di kelola oleh keluarga Omar. "iya bu sapa ku dengan tersenyum... "mau di bungkus apa minum di sini mba kinan"... "minum disini aja bu, masih lama juga nunggu bu tami, bu tami masih meeting." jawabku. "di tunggu ya mba, ibu buatin dulu" jawab bu lia dengan ramah.


aku melirik jam yang melingkar manis di pergelangan tanganku. kulihat hampir memasuki waktu ashar belum ada tanda-tanda bu tami mengabariku jika meeting ny sudah selesai. aku beranjak menunju mushalla kantor yang berada di rooftop gedung. aku menaiki lift kudengar suara adzan berkumandang. ku jejak kan kaki ku menuju tempat berwudhu. mushalla ini bisa di bilang bukan seperti mushalla pada umumnya tapi lebih mirip surau atau masjid kecil. karena ukuran nya yang bisa di bilang lebih besar dan desain nya yang sangat apik. dan kaligrafi dengan tinta berwarna emas yang tergantung membuat kesan religi yang begitu kental kalau aku boleh menebak jangan-jangan Sir Rayhan yang merancang bangunan ini karena sebelumnya Sir Rayhan lah yang memegang kantor cabang Omar Company sebelum mengantikan ayah nya. belum lagi suhu ruangan nya yang adem membuat ku betah berlama-lama disini.


selesai menunaikan kewajiban ku. aku berencana kembali ke lantai 5 di mana ruangan meeting di tempat bu tami berada, ada baik nya aku menunggu di sana supaya bu tami tak perlu repot-repot mencari ku.


baru saja aku hendak dudu di sofa tunggu yang tepat berada di depan ruang meeting kulihat pintu ruang meeting terbuka. ku urungkan niat ku demi menjaga kesopanan. satu persatu staff direksi keluar tak lama di susul oleh bu tami bersama dengan sir fetih sepupu dari sir rayhan anak dari abang kandung sir raysid yang bernama sir mushav. aku lebih mengenali sir fetih dari pada sir rayhan karena kami sering bertemu di kantor pusat Omar Company.


"haii kinan lama tidak bertemu" sir fetih menyapaku. "wahh,, makin bersinar saja tampak nya" sir fetih mengendipkan mata menggoda ku.


"masa saya di samain dengan lampu, wah keterlaluan banget nih sir fetih" gerutuku sambil mengerucutkan bibirku.

__ADS_1


"hahaha sir fetih tertawa dengan begitu renyah nya. "kalau kau seperti itu kinan kau makin terlihat menggoda" sir fetih mulai dengan rayuan maut nya.


siapa yang tidak kenal dengan sir fetih yang di juluki cassanova. dengan wajah tampan tubuh yang tinggi, karir yang bagus dan golongan anak billioner perempuan mana yang tidak tergoda. siapa yang tidak tau berapa banyak harta kekayaan keluarga Omar.


"ngomong-ngomong kapan kau akan berkerja dengan saya kinan, sekali-kali jadi lah supri saya jangan hanya bu tami aja, saya juga kan ingin ngerasain gimana rasa nya di supirin sama supir cantik" tanya nya sambil tersenyum kearah bu tami.


bu tami hanya tersenyum dan tertawa kecil menanggapi celotehan sir fetih.


"emang berapa sir fetih mau gaji saya" jawabku sambil menanggapi candaan nya. "saya itu sir, supri yang limetid edition jadi ga ada supri yang seperti saya".


"berapa yang kamu mau" jawab nya menantang.


"gini aja deh, gimana kalau kamu jadi istri saya saja. jadi kamu ga perlu bekerja tapi tetap akan di gaji karena harta saya harta kamu juga, gimana tawaran saya mengguntungkan bukan" jawab nya dengan terus mengggoda.


"ahhh makin ngaco aja nih sir fetih, aku makin takut lho" jawabku sambil menggendipkan mata ke arah nya.

__ADS_1


"hahahaha kinan kinan... gagal deh rayuan aku" kata sir fetih dengan tersenyum jahil.


"receh sh rayuan nya" jawabku sekena nya.


"jadi yang ga receh seperti apa" sambil sir fetih tersenyum menampilkan deretan gigi nya yang putih.


sudah-sudah cukup untuk hari ini gombalan nya. sambil tersenyum bu tami menyela pembicaraan kami.


"yahhh ibu, saya kan masih ingin menggoda staff ibu" sir fetih berbicara dengan gaya manja nya yang di buat-buat.


"nanti kita lanjutkan goda menggoda nya ya. masih sambil tersenyum bu tami berbicara. tapi kami harus pulang sir karena ini sudah menjelang sore takut kemalaman sir di jalan kasian kinan".


"oiya saya hampir lupa bu tami karena kinan saking mengemaskan nya saya sampai lupa waktu" masih dengan jahil nya. "ok baiklah hati-hati ya bu tami di jalan dan untuk kinan bawa mobil nya jangan ngebut tapi kalau untuk ngebut ke hati saya sangat, sangat boleh. jawab sir fetih dengan kerlingan lucu


Bu tami yang mendengar nya tertawa hingga mengeluarkan air mata.

__ADS_1


"dasar cassanova ada aja bahan rayuan nya" jawabku


😊


__ADS_2