HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 126


__ADS_3

40 hari kepergian Rikardo...


Seorang yang bernama Arman berkunjung ke rumah Revaldi dengan tujuan dan maksud tertentu..


"Anda mencari siapa tuan..." tanya Criztine dengan membuka pintu.


"Saya mencari tuan Riko dan juga tuan muda Revaldi, ada hal yang ingin saya sampaikan kepada mereka nyonya....!" jelas Arman dengan lembut.


"Baiklah mari masuk...."


Tak berapa lama Criztine memanggil ayah mertua dan suaminya.


"Selamat siang tuan muda Re, masih ingatkah anda dengan saya?" sapa Arman.


"Bukankah anda lelaki yang ada di makan ayah...." ucap Revaldi.


Arman tersenyum dan mengangguk.


"Siapa ini..." ucap Riko dengan berjalan mendekat.


"Perkenalkan saya Arman utusan dari tuan Rikardo..." Arman menjabat tangan Riko.

__ADS_1


"Apa?.." Riko terkejut dengan ucapan Arman.


"Maksud anda apa? bukankah Rikardo sudah meninggal 40 hari lalu.." Riko memicingkan mata.


"Benar, sebenarnya saya di utus untuk menyampaikan pesan-pesan dari tuan Rikardo untuk kalian semua sebelum kepergian beliau. penyakit yang di alami sudah sejak lama beliau derita, hanya saja beliau tidak pernah memberi tau siapa pun tentang penyakitnya itu. beliau sudah tau jika kehidupan nya tidak akan lama, maka dari itu beliau mengutus saya untuk memberi surat ini kepada kalian...!" jelas Arman dengan memberikan sebuah surat pada mereka.


"Kenapa kamu tidak memberi tau kami tentang penyakit Rikardo? jika kamu memberi tau kami, pasti Rikardo akan dapat terselamatkan...." Cetus Riko dengan nada tinggi.


"Maafkan saya tuan, selama ini saya ingin memberi tau pihak keluarga, namun tuan Rikardo meminta saya untuk berjanji tidak memberi tau semua kenyataan ini pada kalian. beliau pergi ke kota bukan untuk melaksanakan bisnis, tapi beliau sering keluar masuk rumah sakit karna penyakit yang di derita. saya hanya memegang amanah dari tuan Rikardo, jadi maafkan saya..." ucap Arman dengan menundukkan kepala.


"Tak apa tuan Arman, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mengantarkan amanah dari ayah saya..." ucap Revaldi dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang, jika kamu tidak sanggup membuka surat itu, maka jangan di buka dulu..." bisik Criztine.


"Terima kasih tuan Arman, anda telah repot dengan urusan kami..." ucap Criztine yang mengantar Arman sampai di depan pintu.


"Saya tidak merasa repot nyoya, semasa hidup tuan Rikardo sering menolong saya dari kemiskinan dan juga semua masalah di hidup saya, hingga saya bisa menjadi sekarang semua berkat tuan Rikardo..." jelas Arman.


"Kalau begitu saya pamit Nyonya..." Arman pun masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kediaman Revaldi.


"Papa aku ke kamar dulu..." ucap Revaldi dengan menuju kamar bersama dengan istri.

__ADS_1


Riko mengangguk dan perlahan membuka surat yang di berikan padanya.


*Dear, Riko


Saat ini kepergian ku sudah masuk hari ke 40


dan saat ini mungkin aku sudah tidak bisa mengingat semua kenangan di dunia, karna dunia ku sudah berbeda.


aku titip istri dan anak-anak ku padamu, karna aku yakin bersama dengan mu mereka akan bahagia...


sayangi April seperti kamu menyayangi anak kandung mu sendiri.


jadikan dia putri kecil mu, aku mohon bersatulah dengan Tasya.


jangan biarkan dia larut dalam kesedihan, buat dia melupakan semua tentang diriku.


sesungguhnya aku tau diantara kalian masih ada cinta jadi bersatulah dengan dirinya.


maafkan aku jika dulu aku menjadi penghalang untuk cinta kalian.


Terima kasih sobat....

__ADS_1


Rikardo*.


Seketika air mata Riko menetes saat membaca isi surat tersebut.


__ADS_2