
Seusai pulang dari pesta, Criztine menjadi banyak diam
dia selalu memikirkan kata-kata Leo yang begitu membebani pikirannya...
hampir 3 hari Criztine murung, tapi Revaldi tak mampu bertanya tentang apa yang membuatnya bungkam beberapa hari ini...
"Mas aku minta ijin untuk jalan dengan sahabat lama ku..." ucap Criz
"Ya..." singkat Revaldi
Tak berapa lama Criz pun berangkat ke sebuah tempat yang sering dia kunjungi bersama para sahabatnya.
"Criztine.....!" panggil seseorang yang berlari ke arahnya
"Isa kamu apa kabar...?" Criz memeluk sahabatnya
"Baik kamu sendiri pasti juga baik-baik saja kan. maaf ya Criz waktu kamu menikah aku tidak hadir, karna kantor ayah ku sedang berseteru dengan perusahaan mantan pacar ku. jadi aku sibuk dengan perusahaan maaf ya....!" jelas Isa dengan meraih tangan Criz.
"Tidak masalah! terus gimana dengan hubungan kalian jika perusahaan kalian saling bersaing seperti itu...?" sambung Criz
"Dia memilih meninggalkan aku sejak beberapa bulan lalu. sejak kejadian itu dia sudah tidak lagi menghubungi aku, bahkan aku sudah mencari dia ke seluruh penjuru EROPA tapi hasilnya dia tak aku temukan lagi Criz...." Isa menangis mengingat kisah percintaannya yang harus kandas begitu saja.
"Isa sabar ya, aku yakin jika dia adlah jodoh kamu, maka dia akan segera kembali padamu..." jelas Criz dengan menghapus air mata sahabatnya.
__ADS_1
Sebenarnya mereka adalah sahabat dari kecil bahkan bisa di bilang mereka sudah seperti saudara kandung...
dulunya ayah Criz dan ayah Isa adalah sahabat dekat, hingga mereka selalu melakukan segala hal secara bersama-sama
hingga tiba saatnya Isa di bawa pergi sang ayah untuk melanjutkan Study di EROPA.
akhirnya mereka harus berpisah...
Criztine adalah anak dari pengusaha ternama yang sukses di bidang industri.
keluarganya memang tidak kekurangan uang sedikitpun namun pada suatu hari, keluarga Criztine mengalami kebangkrutan, dan mendapat suntikan dana dari keluarga Revaldi.
namun ada satu syarat yang di ajukan pada ayahnya waktu itu, Sang penyuntik dana menginginkan cucunya menikah dengan Criztine
"Kapan kamu kenalkan aku dengan suami kamu itu...?" tanya Isa
"Secepatnya. tapi aku akan bicarakan ini dulu padanya, aku takut jika dia sedang sibuk..!" jelas Criz
"Ya lah aku paham Criz...suami kamu itu kan pimpinan jadi kamu harus siap dengan segala konsekuensinya..."
Drtt drtt...
ponsel Criz bergetar.
__ADS_1
"Aku angkat telpon dulu ya..."
Criz pun melangkah menjauhi Isa, dia mengangkat telpon dengan senyuman manis di bibirnya hingga membuat Isa tertawa geli dengan raut wajah sahabatnya.
"Isa maaf ya, aku harus pulang suami ku sudah menunggu di rumah...!!" lirih criz
"Sweet banget sih laki kamu Criz, jadi penasaran sama wajah tampannya...!" Isa menggoda Criz
"Kamu bisa saja..." Criz tersipu malu dengan kalimat yang di lontarkan sahabatnya.
"Udah pulang sana..." ucap Isa
"Kapan-kapan lagi kita ketemu ya Sa?? aku masih kangen banget sama kamu...tapi waktunya tidak cukup untuk kita kangen-kangenan..." lirih Criz
"Yang tidak punya cukup waktu itu nyonya Criztine bukan saya, maklum lah dia sudah jadi istri orang....hehehe" Isa berlari kecil dengan menjulurkan lidah
"Sampai jumpa lagi Isa..." Criz melambaikan tangan
"Pasti...." jawab Isa dengan menjauh dari tempat mereka semula
Criztine tersenyum, dia merasa sedikit tenang saat bertemu dengan Isa...
tak lama kemudian Criz kembali ke rumah dengan raut wajah yang bahagia.
__ADS_1