
Di sebuah Club malam, Raka menghabiskan banyak waktu. Bersenang-senang dengan para wanita malam. Tidak ada satu hal yang membuatnya bahagia kecuali meluangkan waktu bersama para wanita. Setelah hampir tengah malam, David menjemputnya lalu membawanya pulang.
" Bang, bangun. Kita sudah sampai." Menghuyung tubuhnya perlahan sampai matanya terbuka.
" Biar aku bantu..." Tanpa ragu David memapahnya sampai di kamar apartemen miliknya.
" Sifatnya masih sama seperti dulu."
Setengah kesadaran Raka menghilang, tapi telinganya masih bisa mendengar.
" B_bicara apa kamu?"
" Sudahlah, abang terlalu banyak minum. Lebih baik Abang istirahat."
" Carikan aku wanita seperti adik ku itu. Cantiknya tidak boleh berbeda, harus sama persis." Dalam kondisi seperti ini saja Raka masih mengagungkan adiknya. Entah itu Opsesi atau kasih sayang berlebih. Tentunya David sudah tidak aneh lagi dengannya.
Setalah melihat Raka terkapar tidak berdaya, David memutuskan kembali ke dalam kamarnya.
" Huft....." Menghela nafas panjang, mengeluarkan berbagai macam penderitaan.
Beberapa jam kemudian David tertidur pulas dengan memeluk guling.
__ADS_1
Esok hari Raka membuatnya sibuk menyusun rencana untuk mendekatkan dirinya dengan Lily. Sebenarnya Raka tidak hanya penasaran dengan sifat dingin Lily, melainkan ada maksud lain yang ingin di gali sedalam mungkin. Harapan menghancurkan hubungan adiknya dengan Dimas semakin dekat.
" Siapa yang meminta ku datang kemari?" Cetus Lily pada David. Saat ini mereka duduk di sebuah taman kota, menunggu akan hadirnya Raka.
" Sudah lama?" Datanglah seorang lelaki tampan memakai jas berwarna biru tua dan membawa seikat bunga mawar.
" Kamu?" Lily terkejut melihat Raka berdiri tepat di depan matanya.
" Iya. Beliau adakah kakak dari Gea, wanita yang telah mematahkan hati kamu." Sambung David.
" Lalu apa urusannya dengan aku? lebih baik aku pergi saja. Masih banyak hal yang lebih penting dari ini." Lily hendak melangkah pergi, namun Raka lebih dulu menghentikan langkahnya.
" David, sekarang kamu bisa pergi." perintah Raka selalu dia patuhi, mengingat betapa berjasa Raka untuk kehidupannya.
" Nona cantik, saya ingin mengenal anda lebih dekat lagi. Mohon ijinkan saya..." Raka meraih tangan Lily lalu menciumnya.
Aroma harum tubuh Lily menggetarkan Hasrat dalam dirinya. Sehingga dia berusaha keras menahan rasa itu.
Sial, kenapa aku sangat menginginkan dia. aku harus mendapatkan wanita ini bagaimana pun caranya...
Melihat kejanggalan dalam diri Raka, membuatnya segera ingin menjauh.
__ADS_1
Plak...
" Dasar lelaki mesum. Berani sekali menatap ku dengan wajah seperti itu." Lily menunjuk wajahnya dengan jari telunjuk, seolah menghinanya.
" Jangan kamu pikir aku tertarik dengan kamu. Maaf, hatiku hanya ada satu nama dan selamanya tidak pernah terganti oleh siapa pun, termasuk kamu."
Raka mulai murka...
" Jaga bicara kamu, Nona. Wanita murahan seperti kamu, aku ada banyak."
Harga diri wanita di injak sedemikian kejamnya. Tentu Lily marah dan segera meninggalkan tempat tersebut.
" Tangkap wanita itu. Bawa dia padaku." Ucap Raka pada seseorang di telepon.
Di saat Lily sampai di parkiran, tiba-tiba saja ada seseorang yang memukul punggungnya.
" Awww...." Dia pun tergeletak di tempat.
Orang suruhan Raka membawanya ke tempat yang sudah di rencanakan.
Di samping itu, Raka meminta David mengurus putra kecilnya lalu membuat anak itu dekat dengannya.
__ADS_1
" Jika dia mengambil adik ku secara paksa, maka aku akan beri dia pertunjukkan indah."