HASRAT

HASRAT
hasrat


__ADS_3

keesokan pagi nya masih dengan suasana hati yang gelisah aku mencoba seceria mungkin untuk datang ke kantor dengan harapan besar semoga Sir Rayhan mengabulkan permohonan pinjaman untuk biaya operasi ayah. ku sapa satu persatu teman sejawat ku yang berpapasan dengan ku baik di lobi maupun di dalam lift.


"semangat kina" kata ku menyemangati diri sendiri. aku duduk di kubikel ku dan meletakkan tas di bawah meja, ku hidupkan komputer di depan meja kerja ku sambil berdoa semoga ada kabar baik dari sir Rayhan. "kinan ke ruangan Ibu sekarang" suara Bu Tami sedikit mengangetkan ku.. "i...iya Bu, jawabku... "


aku melangkah menuju ruang Ibu Tami kepala staff keuangan sekaligus bos di devisi tempatku bekerja, setelah sampai di depan pintu dan mengetuk pintu terlebih dahulu. "masuk.. suara Bu Tami mempersilhakan.. "pagi bu sapa ku dengan ramah.


"pagi kinan silahkan duduk, jadi begini kinan, ibu sudah bicara dengan sir rayhan soal permohonan pinjaman yang kamu ajukan. untuk persetujuan dari perusahaan itu sulit, perusahaan tidak bisa mengabulkan karena nominal nya sangat besar dan perusahaan tidak bisa mengambil resiko jika kemudian hari ada sesuatu yang tidak di inginkan, ibu minta maaf karena tidak dapat membantu.


jantungku berdegub kencang mendengar apa yang di bicarakan ibu tami, air mataku hampir tumpah dengan tangan bergetar ku raih tangan bu tami. "bu,,, tolonglah bu saya janji saya akan bekerja keras untuk perusahaan ini kalau perlu seumur hidup saya. air mata yang kutahan akhirnya tumpah juga. Bu Tami menepuk-nepuk tanganku di genggaman nya, ia tersenyum menatapku "tenang kinan, ibu juga punya kabar baik buat mu". Aku menatap ibu tami dan menghapus air mata ku. "perusahaan memang tidak dapat membantu tapi sir rayhan sendiri yang akan membantu kamu."


"bernahkah bu, Ya Allah... Alhamdulillah... jawabku dengan perasahan haru.

__ADS_1


pembicaraan kami terhenti setelah mendengar telepon di ruangan Bu Tami berdering...


"halo...


"..............


"baik Sir......


***************************************


ku langkahkan kaki ku menuju lift ku tekan angka sembilan yang membawaku menuju ke ruangan sir rayhan. begitu pintu lift terbuka terlihat sekretaris sir rayhan yang sibuk dengan berkas-berkas dan komputer di depan nya. sekretaris yang masih terlihat cantik dan mempunyai seorang putri dengan usia nya yang hampir menginjak 37 tahun, ia mba Lea begitu aku panggil, sekretaris yang ramah. suami nya salah satu orang kepercayaan Sir Rasyid. dan perlu di ketahui satu lantai ini di khususkan untuk ruangan sir Rayhan dan ruangan meeting dan ruangan khusus menerima tamu dari mitra kerja perusahaan.

__ADS_1


"pagi mba lea.. "


mba lea tersenyum melihat ku "kina,,, langsung saja masuk, sir rayhan sudah menunggu". "makasih mba," balasku sambil tersenyum. "semangat kina"... aku mengangguk membalas ucapan nya.


Tangan ku bergetar mengetuk ruangan sir rayhan..


"masuk.. suara sir rayhan terdengar di telinga ku. aku masuk dan menutup pintu pelan, aku melangkah mendekat ke meja sir rayhan jantung ku berdegub semakin kencang kutautkan kedua tanganku aku makin bergetar melihat tatapan mengintimidasi dari seorang Rayhan bayezid omar.


.............................................................


maaf ya para reader, mimin baru bisa up sekarang... selamat membaca semoga menghibur salam sayang dari mimin 😘

__ADS_1


__ADS_2