HASRAT

HASRAT
SEASON 2 eps 114


__ADS_3

Tantang Cinta...


Leo duduk di ruang kerja dengan memandangi sebuah foto di hadapannya.


senyum yang melebar di pipi yang berubah menjadi air mata, cinta yang selama ini di cari ternyata sudah memiliki tuan.


hati yang rapuh dan jiwa yang terguncang dengan semua kenyataan yang saat ini harus dia terima....


kehidupan yang dia impikan untuk bisa hidup bersama dengan Criztine, kini telah tersapu bersih dengan angin kencang.


"Berat sekali harus melepaskan kamu. aku sadar jika semua yang aku lakukan tidak akan pernah membuat kamu kembali kepada ku. jika saja aku tidak menyerah dengan perjuangan kita saat dulu, maka yang berada di samping kamu adalah aku...sekarang aku baru sadar jika kamu sangat berarti bagi ku. kamu membuat diriku menjadi gila terhadap cinta mu. aku lelah berjuang, tapi aku tidak ingin kehilangan....untuk melupakan kamu mungkin terlalu berat, tapi untuk memperjuangkan kamu itu sangat lah sulit, dengan tertinggal satu cinta di sini yang mengharap kehadiran cinta mu kembali...Criztine, cinta ku kepada dirimu melebihi cinta dari seseorang yang saat ini berada di samping kamu." lirih Leo dengan mengusap foto Criztine.


Leo tenggelam dalam lamunan.


teringat saat bahagia, mereka tertawa lepas di tepian pantai, dengan kemesraan yang terjalin.


ombak yang menari-nari seolah ikut merasakan kebahagiaan yang saat itu mereka rasakan...


Tok tok..


Seketika Leo tersadar, dengan sigap dia menyembunyikan foto Criztine di dalam laci.


"Maaf Dokter, ada seorang wanita yang mencari anda. dan saat ini beliau sedang berada di depan ruangan Dokter..." ucap seorang suster.


"Suruh dia masuk.." ucap Leo dengan menarik nafas panjang.


Betapa terkejutnya leo saat Criztine memasuki ruangannya.


"Criztine..." Leo segera berdiri dan menghampirnya.

__ADS_1


"Bolehkah saya mengganggu waktu anda sebentar Dokter? ada yang ingin saya sampaikan.." ucap Criztine.


"Jangan bicara disini, bagaimana kalau kita ke taman?."


Criztine mengangguk dan mereka pun keluar dari ruangan Leo.


saat Criztine berjalan tiba-tiba seseorang menarik rambut panjang Criztine...


"Dasar perebut pacar orang...."


Leo yang melihat Criztine di jambak oleh Risa, dia pun menghentikan tindakan Risa yang sudah menyakiti wanita tercintanya.


"Apa kamu tidak sadar Isa? jika orang yang pantas di sebut sebagai perebut itu adalah kamu sendiri. dan aku tidak pernah merebut pacar orang, aku hanya mengambil apa yang aku punya..." ucap Criztine lantang.


"Seharusnya kamu sadar diri Criz, Revaldi hanya akan mencintai aku dan dia hanya butuh waktu untuk kembali mencintai diriku..." cetus Risa dengan penuh percaya diri.


"Sudah cukup. suster bawa pasien masuk ke ruangan, jangan sampai dia berbuat macam-camam."


"Criz kamu baik-baik saja kan? apa kamu terluka?"


"Tidak usah berlebihan, aku baik-baik saja."


"Kalau begitu kita bisa pergi sekarang..." Ucap Leo dengan tersenyum manis pada Criztine.


Di sepanjang perjalanan Leo sering melirik ke arah Criztine, dia sangat terpesona dengan paras cantik Criztine...


Tak berapa lama mereka sampai di sebuah taman.


"Kamu mau bicara tentang apa Criz? "

__ADS_1


"Leo apa benar jika amnesia yang di derita Risa hanyalah kebohongan belaka? aku ingin mendengar langsung dari kamu..." cetus Criztine.


"Benar. semua itu aku lakukan untuk dirimu Criz, aku ingin kita kembali seperti dulu lagi..." Pinta Leo dengan wajah memelas.


Criztine mengambil sebuah kertas dan gunting.


"Sekarang coba kamu gunting kertas itu menjadi serpihan kecil..." ucap Criztine dengan menyodorkan lembaran kertas pada Leo.


Leo merasa bingung dengan apa yang ingin Criztine lakukan dengan dua benda tersebut.


dia pun memotong Kertas itu menjadi delapan bagian.


"Sekarang kamu coba satukan kembali ke bentuk semula..." cetus Criztine.


"Mana bisa Criz, ini sudah menjadi serpihan kecil. kita beli yang baru saja biar lebih mudah..."


Criztine melebarkan senyum.


"Kamu sudah tau jawaban yang ingin kamu dengar. anggap saja aku adalah kertas itu dan kamu sebagai guntingnya...kertas yang telah terbagi menjadi beberapa bagian tidak akan pernah menjadi kertas yang utuh seperti sebelumnya. dan cara yang paling mudah adalah membuangnya dan membeli yang baru. jadi tolong lupakan kisah cinta kita yang sudah lalu, aku yakin ada seorang wanita di luar sana yang menantikan cinta dari kamu..." Jelas Criztine dengan beranjak pergi.


"Jadi semua ini hanya menunjukkan aku seperti apa perasaan kamu terhadap ku sekarang Criz? sakit sekali rasanya..." lirih Leo dengan meneteskan air mata.


"Hey...jangan menangis untuk ku, tersenyumlah, untuk awal kehidupan kamu yang baru, jangan lagi ungkit masa kita yang dulu. cobalah untuk melepaskan diriku dan membuka hati untuk wanita lain..." jelas Criztine dengan mengusap air mata Leo.


"Bolehkah aku memeluk mu untuk yang terakhir kalinya...?" pinta Leo.


"Aku tidak mengijinkan kamu memeluk diri ku. karna semua itu hanya akan semakin memberatkan kamu untuk melupakan semuanya...jadilah kuat dengan semua kenyataan ini, dan jangan sampai cinta membuat kamu menjadi bodoh." cetus Criztine dengan meninggalkan Leo.


Leo menatap kepergian Criztine dengan berderai air mata

__ADS_1


entah apa yang harus di perbuat...


yang pasti saat ini dia hanya bisa menangis.


__ADS_2