
Revaldi hanya menuruti semua kemauan dari kakeknya, tanpa dia sadari ada seorang yang menatap dirinya sedari tadi..
dia adalah gadis cantik yang di pilihkan sang kakek untuk menjadi istrinya.
"Kenapa hanya diam tidakkah kamu ingin mengenal calon istri mu nak??" ucap sang kakek
"Revaldi, ajak calon istrimu untuk berkeliling di sekitar sini, kalian juga harus bisa saling mengenal satu sama lain!!" sambung sang nenek
"Baiklah..!!Ayo pergi" Revaldi keluar dengan di ikuti sang calon istri
Tasya merasa ada ketidak sukaan antara Revaldi dan Criztine(calon istri)
Tasya juga mencium ada hal besar yang akan menjadi bencana di kehidupan sang anak nantinya...
"Paman kenapa tidak mengenalkan namanya dulu pada Revaldi, apakah itu baik paman??" ucap Tasya
"Biarlah Revaldi mengenalnya sendiri,dia harus mengenal calon istrinya sendiri tanpa bantuan dari kita semua..." jelas Hendardi(kakek Revaldi)
"Tapi ayah....!" sambung Riko
"Ayah tidak ingin berdebat dengan mu, ini cara ayah untuk membuat Revaldi mengenal Criz" cetus Hendardi
Revaldi...
dia membawa sang gadis berkeliling ke taman dekat rumahnya.
"Emmmm....kita belum kenalan, saya criztine!!" dia mengulurkan tangan pada Revaldi
__ADS_1
Revaldi tidak perduli dengan apa yang dia lakukan
dia memilih mengacuhkan uluran tangan Criz..
Criztine sedikit sedih karna dia tau pasti Revaldi tidak akan dengan mudah menerima dirinya menjadi pendamping dan teman hidupnya..
"Aku tidak tertarik dengan perjodohan ini...!!" cetus Revaldi.
"Kenapa tidak kita coba dulu??" Criztine menatap wajah Revaldi
Revaldi hanya diam tanpa melihat wajah Cristine sedikitpun bahkan dia hanya melihat sekikas wajah cristine..
"Saya mohon jangan tolak perjodohan ini, jika kamu menolak ini maka ayah ku akan sangat bersedih" jelas Cristine
"Aku tidak perduli...!!" ucap Revaldi
Revaldi terkejut saat tangan lembut Cristin menyentuh lengan kirinya.
"Singkirkan tangan kamu dari tubuh saya!!" maki Revaldi dengan wajah yang sangat marah
"Maaf, saya tidak sengaja" Cristin gemetar ketakutan saat melihat Revaldi yang sangat kasar terhadap dirinya.
Revaldi pergi begitu saja, tanpa perduli dengan Cristine.
hati criztine sangat sakit dan juga sedih
dia sebenarnya sudah jatuh hati pada Revaldi
namun kenapa Revaldi membuat hatinya hancur berkeping-keping..
__ADS_1
Revaldi pun kembali ke dalam rumah.
"Revaldi, dimana Cristine??" ucap Rikardo
Semua orang berdiri dan menyaksikan sesuatu yang membuat mereka bertanya-tanya
"Bukankah tadi kamu bersama cristine. lalu kemana dia, kamu tinggalkan dia dimana??" ucap Hendardi
"Saya disini...maaf tadi saya sedang menerima telepon dari teman saya tuan" sambung Cristine
"Syukurlah kamu tidak di sakiti oleh cucu ku ini, sebaiknya kalian jalan-jalan kemana gitu biar bisa lebih akrab" Hendardi menatap Revaldi dengan memberi kode mata
"Maaf opa saya lelah ingin istirahat...!" cetus Revaldi
"Revaldi..." bentak Riko
"Tunggu dulu mas, jangan marah. biarkan Revaldi istirahat dulu..seharian dia bekerja di kantor, dia pasti sangat lelah!!" ucap Tasya
"Saya tidak apa-apa tuan Hendardi!!..biarkan mas Revaldi istirahat, dia pasti sangat lelah" sambung Criztine
"Dia saja tau ..." lirih Revaldi
"Ya sudah kamu istirahat dulu...baru nanti malam kita bicarakan lagi" cetus Hendardi
Revaldi tidak ingin membuat masalah dengan penolakan yang ingin dia ajukan
namun dia memilih untuk diam dan mengikuti drama yang harus dia mainkan.
Revaldi benar- benar muak dengan perjodohan ini.
__ADS_1