HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

Jangan pernah mengusik hak milik seseorang, sebab kamu akan tenggelam kala dosa itu semakin menjeratmu. Apa yang kamu lihat indah belum tentu cocok untuk kamu. Sesungguhnya jika kita mencuri atau berniat mencuri milik orang lain, sama saja kita menantang maut. Memang terasa indah melihat kepunyaan orang lain sehingga menimbulkan rasa ingin memiliki. Ingatlah, indah dengannya belum tentu indah bersama kita. Bahagia bersamanya bisa jadi derita saat bersama yang lain. Di mata kita kepunyaan orang lain adalah berlian, tapi belum tentu berlian itu akan menjadi berlian di tangan kita nantinya.


Gilang membuatkan minuman untuk Olive. Perlahan Gilang mengaduk teh madu penuh kasih sayang, setelah siap, di bawalah teh tersebut keluar. Di lihatnya Olive tergeletak di sofa panjang. Senyumnya melebar "Bangun, minum dulu" Gilang meletakkan secangkir teh tersebut lalu membantu Olive duduk.


"Terima kasih" Segera Olive meminum teh tersebut, lalu kembali bersandar pada bahu sofa.


"Kalau kamu mabuk udara kenapa nekat imut ke sini? harusnya kamu di rumah saja. Itu lebih baik buat kamu" Gilang duduk di sampingnya hendak memberi pijatan di bahu Olive. Namun, Olive menolak "Tidak usah, saya sudah lebih baik"


Gilang merasa sangat bahagia bisa merawat Olive saat ini. Rasanya sudah menjadi suami dalam satu hari."Kalau begitu kamu istirahat di kamar, biar aku bawa koper kamu masuk"


"Iya..." Keduanya bangkit menuju anak tangga di mana ada dua kamar di atas.


Di bukalah pintu berwarna caklak kayu, memperlihatkan keindahan di dalamnya. Tengah malam yang sunyi memberi keheningan di kamar tersebut. Jendela kamar menghadap hamparan kebun teh terbentang indah, bak permadani. "Kamu istirahat saja dulu, kalau ada apa apa, saya di kamar samping." Ucap Gilang seraya hendak melangkah pergi.


"Tunggu..." Olive menghentikan Gilang dengan sedikit menarik kemeja yang di kenakan Gilang "Hem....ada apa? mau saya temani tidur di sini" Goda Gilang.


"Apaan sih. Saya hanya minta tolong tutup jendelanya."


Gilang melempar senyum, melihat wajah Olive penuh ketakutan "Takut, ya...."


Olive membuang wajah "Tidak. Kenapa saya harus takut. Saya hanya....em, hanya..."


Gilang pun menutup jendela itu, kemudian berbalik melihat Olive yang duduk di tepi ranjang. Cahaya di kamar itu memperlihatkan wajah cantik Olivia. Hasrat dalam diri Gilang meronta. Ingin sekali ia melakukan itu saat ini, tapi melihat wajah pucat Olive, Gilang mengurungkan niat. Ia hanya bisa menelan ludah, kemolekan wanita di depannya memberikan rasa ingin menjamah.

__ADS_1


"Sudah, kamu tidur saja. Saya akan menjaga kamu 24 jam. Jadi, tidak usah risau" Segera Gilang keluar dari kamar Olive.


Olive melihat sekeliling kamar itu, nampak suram seperti tidak bernah di tempati. Memang, tidak ada yang menempati karena keluarga Gilang jarang berkunjung. Keheningan malam menambah aura mistis di kamar tersebut.


Pandangan mata Olive tertuju pada Jendela bertiraikan kain putih menerawang, sehingga nampak gelap di luar.


"Aku takut sekali" segera Olive naik ke atas kasur, meringkuk di balik selimut. Berusaha memejamkan mata.


Drttttt...


Sontak Olive terkejut. Di bukalah kembali selimut yang menutupi tubuhnya. Matanya kembali menatap jendela "Kenapa harus di villa ini" Keluhan demi keluhan terus ia ucapkan sebab rasa takutnya.


Setelah mengambil ponsel, ia kembali bersembunyi. Melihat pesan singkat dari suaminya begitu banyak membuat Olive senang. "Astaga saya lupa kasih kabar" Segera Olive memberi pesan bahwa dirinya sudah sampai.


Ting...


"Belum, sayang. Mas masih nunggu kabar dari kamu" Jawabnya lembut.


Kala Damar melakukan panggilan Video Call, Olive segera membuka selimut "Halo, mas. Maaf ya tadi belum sempat kasih kabar"


Dari layar ponsel itu terlihat senyum di wajah Damar. "Tak apa, sayangku. Mas juga tau pasti kamu mabuk udara lagi, kan?"


"Iya, mas."

__ADS_1


"Mas sudah peringatkan dari awal mending tidak usah ambil proyek itu karena jaraknya jauh dan kamu itu tipe pemabuk, pasti Tuan Gilang repit ngurus kamu"


"Ah, Mas ma gitu." Manja Olive.


"Hahaha...wajah kamu kalau lagi marah semakin cantik. Kalau mas di sana sudah mas makan" Damar menggoda istrinya sampai pipinya merah merona "Dasar mesum"


Damar semakin tertawa malihat kemanyunan bibir Olive. Cintanya pada snag istri begitu tukus hingga memberikan kenyaman bagi Olive.


Ketika mereka asik ngobrol, tiba tiba lampu di kamar mati "Aaa....mas sini mati lampu" Teriak Olive.


Karena gelap Damar juga ikut panik "Gini sayang, kamu tenang. Sekarang kamu nyalaman senter di hp, lalu keluar cari Tuan Gilang."


"Iya, mas. Tapi jangan di matikan telponnya" Setelah Olive menyalakan senter, perlahan dia jalan keluar.


Ketika hendak menutup pintu tiba tiba panggilan video terputus karena jaringan buruk di tempat Olive.


"Astaga, gimana ini (Olive mencari kamar Gilang) Gilang, keluar saya takut" Ketika pintu terbuka, ruangan nampak gelap. "Gilang, kamu di mana?" Ucapnya lagi.


"Aku di sini" tiba tiba Gilang muncul dari luar pintu.


Tentu Olive terkejut "Kamu ini membuatku takut..."


Gilang masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


"Kalau takut, kamu tidur bersamaku saja"


__ADS_2