
Beberapa hari kemudian keluarga Alisya berkunjung ke rumah keluarga Gilang, mereka membahas tentang persiapan pernikahan yang sebentar lagi akan segera terlaksana. Gilang tidak banyak bicara hanya diam dan mengiyakan apa pun perkataan mereka serta kedua orang tuanya. Di sisi lain ada Alisya yang diam diam mencuri pandang atas diri Gilang, meski demikian Gilang tau dan tidak perduli sama sekali. Kedua keluarga itu saling bertemu dan banyak merencanakan hal indah. Namun, Gilang hanya duduk diam tanpa melontarkan usulannya
"Bagaimana menurut kamu, nak?" Salman memperlihatkan contoh dekorasi serba islami kepada Gilang "Warna hijau muda ini kesukaan calon istri kamu" Tuturnya kembali.
"Apa pun pilihan Alisya saya ikut saja" ucap Gilang.
Mereka banyak berbincang kesana kemari tapi Gilang sudah sangat bosan dengan kediamannya sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk keluar menuju taman di belakang rumah.
__ADS_1
Amora dan Alisya sibuk dengan persiapan baju baju dan lainnya sampai tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukuk tiga sore dan waktunya mereka pun berpamitan. Gilang yang tadinya duduk bersantai di taman segera menghampiri mereka juga menawarkan diri sekedar mengantar mereka pulang tapi mereka menolak "Istirahat yang cukup, dua hari lagi menuju pernikahan" Salman menepuk pundak calon menantunya lalu masuk ke dalam mobil.
Gilang melirik Alisya yang lebih dulu duduk di belakang bersama ibundanya "Hati hati di jalan" Ucap keluarga Gilang menghantar kepergian keluarga besan.
"Gilang masuk dulu" Setelah rombongan keluarga Alisya pulang Gilang pun menuju kamarnya, ia menghempaskan tubuhnya atas tempat tidur. Berkali kali ia menempatkan diri dalam posisi nyaman "Kenapa waktu berjalan begitu cepat...."Ia membenamkan wajahnya di atas bantal.
"Sayang, kamu mau beli ini?" Seorang lelaki tampan bertanya kepada wanita itu.
__ADS_1
"Tidak, terima kasih" Jawab wanita dengan kembali meletakkan makanan ringan yang tadinya di ambil sang lelaki.
"Astaga itu benar wanita yang kakak cari selama ini. Kenapa dia muncul lagi, sih" Lirihnya dengan berpura pura memilih makanan ringan. Jarak mereka tidak begitu jauh sampai wanita tersebut merasa di perhatikan oleh Amora. Namun, Amora sudah menyamar dengan memakai kaca mata dan syal tebal di lehernya, rambut panjang terurai indah sengaja ia urai ke depan agar sebagaian wajahnya tertutup.
Mungkin hanya perasaan ku saja..
Wanita itu segera menepis rasa curiga dalam dirinya lalu kembali membeli bebrapa bahan pokok seperti minyak sayur, beras dan lain sebagainya. Selesai berbelanja wanita dan lelaki itu keluar lalu pergi begitu saja, sedangkan Amora masih mengantri di kasir dengan menatap mereka berdua "Dia benar Olive lalu lelaki itis siapa?"
__ADS_1
Setelah selesai Amora pun kembali ke mobil "Jangan sampai kakak tau kalau wanita itu sidah kembali ke kota ini, kalau tidak pernikahannya bisa gagal" Segera Amora melajukan mobilnya.