HASRAT

HASRAT
Karya tanpa batas


__ADS_3

Hadirmu bagai pelangi. Selalu indah kemudian menghilang setelah hujan reda. Warna mu bersembunyi di balik indahnya gumpalan awan putih, membumbung tinggi hingga tak mampu di raih bahkan sulit tuk di sentuh. Indah lukisan warna mu membuat ku lalai akan semua derita hidup. Akan tetapi, saat engkau mulai menghilang baru ku sadari hadirmu bagai Mimpi.


Engkau datang saat hujan di kala itu. Membawaku hanyut dalam pelukanmu. Kau ajari cara tersenyum dan menghargai indah hadirmu yang hanya sementara. Setiap warna yang mulai memudar membuat hati semakin tersayat. Hadirmu jarang ku temui. Sekarang hilang di telan waktu. Sekilas dirimu hadir temani hariku dan lengkungan panjang menggambarkan betapa ingin aku menguasai dirimu. Tapi, Hasrat ini di kalahkan oleh Takdir sampai kita harus berpisah selama waktu menentukan pertemuan kita kembali. Panjang waktu menuntun ku atas penantian mu dan sepanjang itu pula ku benamkan wajah di balik kepergian mu. Meski sejenak kau hadir itu membuatku merasa nyaman.


Wahai pelangi ajari aku cara tuk melepas mu. Beri aku cerita di balik hilangnya dirimu. Kembalilah dalam pandangan ku. Temui aku dalam keindahan warna mu.


" Jika kamu tak ingin berbagi kemari kuasai aku sepenuhnya..." Seorang lelaki tersenyum kepada wanitanya.

__ADS_1


Dari kejauhan sosok wanita itu tersenyum...


" Bukan aku tak mau menguasai dirimu. Tapi, di dalam hatimu ada orang lain..." Wanita yang tadinya tersenyum beralih pandang menatap kenyataan yang ada. Meski hatinya menginginkan bersama tapi, kenyataan hidup membuatnya menelan semua hasrat dalam diri. Sesekali air mata meronta ingin melepas rasa sakitnya.


" Meski ada orang lain di sini(seraya mengusap dada) tapi namamu tersimpan indah di dalamnya. Kamu adalah seorang yang membuat hatiku terbelah sampai hati, lisan, dan pikairan tidak sejalan." Lelaki itu memperlihatkan kelemahannya dengan air mata yang terbendung di kelopak mata.


Andai hadirmu ada sebelum dia, pasti ku akan menguasai hatimu seutuhnya.

__ADS_1


" Sekarang kisah kita telah usai. Anggap saja hadirku kemarin adalah sebuah mimpi yang singgah sementara lalu kembali kepada tempatku." Kepergian wanita itu di iringi lambaian tangan serta senyum kepalsuan.


Sejatinya tidak ada senyum di saat hati tengah terluka. Senyum hadir hanya sebagai pemanis. Mereka mampu melukis senyum setelah sakit dalam itu mengikatnya dalam sebuah jeritan di dalam hati.


" Akan ku ajari kamu cara membenciku sampai kamu lupa atas bahagia yang ku beri..." Perlahan lelaki itu berbalik, melangkah ke depan tanpa melihat sosok wanita tersebut. Meski begitu sang wanita kerap menoleh, meminta satu putaran balik tuk meyakinkan hatinya dengan segala keputusan itu.


" Sekarang kita benar-benar harus saling mengasingkan diri. Terima kasih telah membuat ku seindah ini." Lirihnya seraya mengusap air mata lalu kembali pada langkahnya.

__ADS_1


Sejengkal kaki melangkah kenangan itu perlahan membuatnya sakit. Semua janji dan cinta yang pernah di rasa seolah hanya kebohongan semata. Tapi, bagi seorang wanita ucapan para lelaki adalah pasti. Hingga mereka tenggelam dalam semua kebodohan itu.


__ADS_2