HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 95


__ADS_3

Revaldi hanya terdiam di samping Risa,


dirinya tak tau mengapa selalu terbayang dengan kejadian yang baru saja di alami.


"Kenapa kamu diam Re, apakah kamu masih memikirkan Criztine...??" Tanya Risa dengan menatap wajah Revaldi.


"Untuk apa aku memikirkan hal yang tidak penting. aku hanya lelah sayang...!" jelas Revaldi dengan mengusap pipi Risa.


Risa merasa sedikit kecewa dengan jawaban yang Revaldi berikan. dia tau bahwa saat ini Revaldi membohongi hati dan perasaannya sendiri demi menjaga hati Risa.


"Re, kita ke jazz bar yuk? kita udah lama tidak kesana." pinta Risa dengan wajah manjanya.


"Maaf sayang aku lelah, aku hanya ingin istirahat...!" Ucap Revaldi dengan wajah datar.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau! pak supir berhenti disini..." ucap Risa.


Dia pun turun dari mobil, dia hanya berpura-pura marah pada Revaldi


karna dia yakin bahwa Revaldi akan membujuknya untuk kembali


namun ternyata Revaldi tidak merespon dirinya sama sekali..


"Arghh...dia membuat ku semakin kesal saja.." maki Revaldi.


"Berhenti....sekarang kamu keluar dari mobil saya dan pulanglah. aku ingin pergi ke suatu tempat. ini uang buat kamu naik taksi..." ucap Revaldi pada Supir dengan memberikan beberapa uang...


pak supir pun turun dari mobil tuannya.


Revaldi semakin kesal saat dia mengingat kembali dengan Perlakuan Leo pada istrinya


dia juga tidak menyangka bahwa Criztine akan melindungi leo seperti itu...


"Sepertinya dia sudah lupa dengan perjanjian itu. akan ku buat dia menyadari bahwa dia tidak akan bisa bersama dengan lelaki lain..." Revaldi memukul stir mobilnya.


Revaldi pun menuju rumah Criztine.


"Kenapa Leo bisa berada disini? sedekat itukah hubungan di antara mereka...?" Kesal Revaldi.

__ADS_1


Revaldi yang terbakar api cemburu dengan langkah yang tegap dan tangan yang mengepal menambah kesan arogan pada dirinya.


Tanpa peringatan, Revaldi pun menarik Leo dan memukulnya secara tiba-tiba.


"Apa-apaan kami ini mas, sudah cukup hentikan....." ucap Criztine dengan membantu Leo berdiri.


"bagus Re pukul terus gua, supaya gua dengan cepat mendapatkan hati istri lo lagi." ucap Leo dalam hati


"Ah, sakit....!" keluh Leo dengan mengusap darah yang mengalir di bibirnya.


"Itu akibatnya lo udah berani pegang istri gua. dasar penghianat lo Le.." Teriak Revaldi.


"Apa kamu pikir hanya kamu yang bisa mendua? aku juga bisa mas, aku punya hak atas kehidupan ku saat ini..toh kamu juga menikmati kemesraan yang Risa berikan, bukan!!" Cetus Criztine.


Leo bersorak dalam hati. dia mulai berhasil membuat keretakan di antara mereka yang akan berujung bahagia untuk diri Leo sendiri..


"Wajar aku berbuat seperti itu karna aku lelaki. aku pantas mendua, tapi tidak untuk seorang wanita yang menjadi Istri Revaldi...mengerti!" bentar Revaldi.


Plak...


"Lo liat apa yang lo perbuat sama bini lo sendiri. dari pada lo menyiksa dia, maka relakan dia buat gua. dia pantas bahagia bersama dengan gua...!" jelas Leo dia pun pergi meninggalkan Revaldi yang masih berdiri di depan pintu Rumah Criztine


Revaldi memanas dengan semua kata-kata yang baru saja dia dengar.


"Baiklah jika itu kemauan kamu criz, maka dengarkan aku baik-baik....mulai saat ini detik ini kita pisah." teriak Revaldi dengan lantang.


Criztine yang mendengar semua yang Revaldi katakan, dia pun keluar dengan berderai air mata.


"Jika berpisah adalah jalan yang terbaik, aku akan melakukan itu mas. terima kasih atas luka yang kamu berikan pada diriku...!" lirih Criztine dengan menatap wajah Revaldi.


"Criztine...." Revaldi merasa bersalah telah mengucapkan kata-kata yang sebenarnya tidak hanya menyakiti Criztine melainkan juga menyakiti dirinya sendiri.


"kenapa kamu tidak memilih bertahan...?" tanya Revaldi.


"Jawaban simpel mas. untuk apa aku berjuang demi seseorang yang tak tidak pernah melihat keberadaan ku. untuk apa aku bertahan jika hanya menyakiti hati dan perasaan ku! saat ini aku lelah untuk mencintai. aku ingin dicintai seperti Leo mencintai diriku...! jawaban itu cukup untuk dirimu mas." cetus Criztine dia pun bergegas kembali ke dalam rumah.


"Tolong jangan ucapkan kata-kata yang menyakitkan seperti itu. aku tidak ingin kamu di cintai lelaki lain..." Bisik Revaldi dengan memeluk tubuh criztine dari belakang.

__ADS_1


"Apa aku tidak salah dengar...?" Criztine berbalik badan dan menatap tajam Revaldi.


Tanpa berkata apapun Revaldi langsung mencium bibir Criztine dengan penuh kelembutan.


criztine tercengang dengan perlakuan Revaldi saat ini.


" bukankah dia baru saja memberikan aku talak, kenapa sekarang dia berkata seperti itu...?" ucap Criztine dalam hati.


"Aku cabut kembali kata-kata ku tadi, tetaplah bersamaku...!"Lirih Revaldi dengan menatap Criztine.


Criztine merasa semua ini bagaikan mimpi.


"Aku tak menyangka jika kamu...." Criztine terdiam, dia tak ingin salah mengartikan semua ini.


"Ya. aku mencintai kamu Criztine...!" Revaldi memperjelas ucapan yang hendak di katakan oleh Criztine.


Mendengar kalimat cinta dari sang suami membaut dia kembali berderai air mata.


"Kenapa kamu menangis...?" ucap Revaldi dengan mengusap air mata Criztine.


"Aku hanya bahagia mas, akhirnya ada kesempatan untuk aku mendapatkan cinta dari kamu...!" Criztine memeluk erat tubuh Suaminya.


Revaldi merasa lega dengan semua keputusan yang dia ambil.


dan akhirnya hatinya jatuh pada satu pilihan, yaitu Criztine!


Leo yang berada tidak jauh dari sana.


hanya mampu menyaksikan semua hal yang membaut dia merasa sakit dan kecewa.


"Pada akhirnya kamu akan kembali pada suami kamu Criz, lalu bagaimana dengan cinta ku yang tak bertuan ini..?" Lirih Leo.


"Tapi aku ikut bahagia sayang, dengan semua pilihan mu. semoga kamu bahagia, aku akan selalu mencintai kamu..." Leo pun pergi dengan perasaan yang terluka namun juga bahagia.


Dia bisa kembali melihat senyum bahagia di wajah cantik Criztine, meski dia tidak dapat memiliki raganya.


dia cukup bahagia karna pernah menjadi masa lalu criztine.

__ADS_1


__ADS_2