HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 146


__ADS_3

"Sebelum kamu kembali, bisakah aku minta satu, dua permintaan dari kamu...?" lirih Leo, dengan masih memeluk tubuh sang kekasih.


kehadiran Risa dalam hidup Leo membuatnya merasa tenang dan sedikit bisa mengurangi kesedihannya...


"Apa?." Risa mendongak melihat wajah Leo dengan penuh ke-indahan.


"Pertama: karena kamu sudah menjadi kekasihku, jadi jika aku tidak bisa memberi kabar atau kita jarang komunikasi, maka aku harap kamu mengerti dengan pekerjaanku sebagai seorang dokter.


Kedua: beri aku waktu untuk lebih mengenali dirimu dengan seiringnya waktu."


Tatapan Leo menusuk hingga ke tulang rusuk, berat bagi Risa untuk menerima semua permintaan itu....


sejujurnya Risa adalah wanita dengan kecemburuan tinggi, bahkan dia bisa menjadi hantu ponsel dalam 24 jam.


"Kenapa permintaan kamu berat sekali, lalu jika aku merindukan kamu bagaimana? kamu kejam!." Lirih Risa sembari melepaskan pelukan Leo.


"Bukan kejam, tapi aku ingin kamu mengerti posisiku. tidak mudah bagi seorang dokter untuk membagi fokus pada pasien dan juga cinta, kita para dokter harus berusaha membantu mereka dalam menghadapi penyakit. bahkan kita tidak bisa istirahat dengan tenang, jika melihat para pasien kesakitan. jadi tolong mengertilah!." Leo menepuk pundak Risa, senyuman tipis terlihat indah di mata.


"Aku akan mencoba menjadi seperti apa yang kamu mau, tapi bantu aku untuk menjadi apa yang saat ini kamu inginkan. rubah semua sifat bodoh dalam diri ini, agar aku dan kamu bisa menyatukan perbedaan di antara kita.." lirih Risa dengan menundukkan kelapa.

__ADS_1


"Lihat aku..." Leo meraih dagu Risa dengan sedikit mendangakkan kepala Risa, sehingga kini mereka saling bertatap muka. "Bukan maksudku untuk menuntut kamu merubah semua hal di diri kamu, tapi aku hanya ingin kamu mengerti semua tentang kehidupan seorang dokter. tidak mudah bagiku untuk menjalani semua ini, tapi ini tugas besar. aku harus membantu mereka yang membutuhkan bantuanku. tapi akan ada saatnya aku meluangkan waktu untuk kamu seorang, percayalah aku tidak akan menghianati kamu." Ucap Leo penuh percaya diri.


"Iya...." Risa kembali membenamkan wajah di dada bidang kekasihnya tersebut.


"Jangan menangis lagi. aku tidak ingin melihat air matamu, melainkan yang ingin aku lihat adalah senyum bahagia di bibir kamu." ucap Leo sembari mencubit pipi Risa.


"Saat ini bukan aku yang menangis, tapi hati ini." Lirih Risa.


"Kalau begitu aku akan membuat mata dan hatimu berhenti menangis..."


Cup....


Tentunya Risa merasa sangat bahagia juga malu, akhirnya apa yang dia inginkan benar-benar terjadi....


sentuhan bibir Leo memberikannya sebuah ketenangan batin dan menjalar hingga ke dalam diri...


detak jantung menjadi tidak beraturan, nafas kian memburu, rona pipi melambangkan sebuah bahagia lebih dalam hati.


"Ikutlah bersamaku..." Bisik Leo.

__ADS_1


"Kemana...?"


"Aku ingin makan sesuatu yang sangat lezat...." satu kedipan mata Leo membuat Risa semakin tidak kuasa menolak sang pujaan hati.


Tidak lama setelah itu, Leo memesan taxi online...


"Kenapa harus naik taxi? bukankah kamu punya mobil?." Heran Risa.


"Dengan kondisiku seperti ini, mana bisa aku mengendarai mobil." Cetus Leo dengan fokus pada layar ponselnya.


"Aku bisa membawa mobil kamu kok..." ucap Risa.


Seketika Leo menatap tajam wajah kekasihnya....


"Aku tidak ingin menjadikan kamu sebagai supir pribadi. kamu itu bidadariku, jadi aku tidak mengijinkan wanitaku menjadi seorang supir..." Leo mengacak rambut Risa pelan.


"Ihhh....kamu membuat rambutku berantakan tau." cetus Risa sembari merapihkan rambut.


"Nah itu taxi-nya..."

__ADS_1


Mereka pun masuk ke dalam taxi tersebut dan menuju tempat yang Leo inginkan.


__ADS_2