HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 226


__ADS_3

Mereka bertiga berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit. Namun di tengah jalan, Dimas terhenti saat melihat sosok Gea tengah berbincang dengan seorang lelaki tua berpenampilan lusuh...


" Gea?" lirihnya.


Dengan secepat kilat, Dimas berpaling muka, saat Gea berjalan di sampingnya.


Semoga dia tidak melihatku...


" Lily...kamu dan Gilang tunggu disana dulu, aku ingin bertemu seseorang."


" Paman mau kemana?" Gilang meraih tangan Dimas, seolah tidak ingin jauh darinya.


" Lebih baik kami disini, temani Gilang." Sambung Lily.


Tanpa perduli ucapan Lily, Dimas berjongkok di hadapan Gilang...


" Anak baik. Paman janji, tidak akan lama kok." satu jari kelingking dia berikan untuk mengikat janji pada anak tersebut.


Setelah mendapat satu anggukan dan senyuman, Dimas pun segera keluar dan mencari keberadaan Gea...


" Dimana dia? cepat sekali hilangnya." Dengan melihat sekeliling, mencari sang kekasih. Sampai pada akhirnya, Dimas mendapati orang tua yang tadi bersama dengan Gea, tengah duduk di kursi roda dengan di bantu para perawat.


Langkah kaki Dimas semakin di percepat, ketika dua perawat hendak membawanya pergi...

__ADS_1


" Tunggu!" Teriak Dimas dari kejauhan.


" Iya. Ada yang bisa kami bantu, Tuan." Tanya salah satu perawat.


" Saya hanya ingin bertanya pada kakek ini."


" Tapi maaf, pasien harus segera melakukan pemeriksaan." Sambung perawat yang satunya.


" Biarkan, pemuda ini bicara dulu." Ucap kakek tersebut. Kedua perawat itu, saling memandang, sebelum akhirnya mereka pergi.


" Baiklah. kalau begitu, Jangan terlalu lama, Tuan."


Dimas mendorong kursi roda kakek itu sedikit menepi, supaya tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.


" Siapa gadis yang tadi bersama dengan Anda?" Demi meyakinkan penglihatannya, Dimas mencari tau kebenarannya dengan bertanya langsung.


Kakek itu sedikit menarik nafas, sebelum menceritakan semuanya.


" Dia adalah orang yang menolong saya. Tadinya saya sedang berjalan, hendak ke warung membeli nasi untuk istri dan cucu saya di rumah. Tapi saat di jalan, Saya merasa pusing hingga akhirnya jatuh pingsan. Tak berapa lama, Saya sadar dan sudah berada di dalam mobil mbk cantik tadi. Dia menolong saya. Gadis itu sungguh baik hati, santun, dan penyayang." Jelas Kakek tersebut.


" Sekarang dimana dia?"


" Sepertinya sedang keluar. Tadi dia bilang mau menelepon seseorang." Jelas kakek itu.

__ADS_1


Tak berapa lama, datanglah dua perawat tadi lalu membawa kakek kembali.


Sepertinya, dia benar-benar berubah.


Belum sempat dia pergi dari tempat semula, ponselnya berbunyi.


Dan benar, Gea meneleponnya.


" Halo! aku sedang di kantor. Sudah dulu ya." Segera Dimas menutup ponselnya, lalu kembali bersama Lily dan Gilang.


Saat itu, Gea tengah berdiri di kejauhan, tengah melihat ke arah Dimas. Namun ketika dia bertanya keberadaan Dimas saat ini, Dimas malah membohonginya di depan matanya.


" Kamu membohongi aku." Wajah kecewa terlihat di wajah cantiknya. Gelagat Dimas menimbulkan satu kecurigaan. " Lebih baik, aku ikuti dia."


Dari kejauhan, Gea mengikuti langkah kaki Dimas. Sampai akhirnya dia terkejut, saat Dimas di peluk oleh seorang anak kecil.


" Siapa anak itu? sepertinya baru pertama kali, aku melihatnya."


Setelah beberapa lama mengamati, Gea muncul satu ide, dengan menyamar menjadi orang lain.


" Untung saja aku membawa ini.."


Syal dan kaca mata hitam, di kenakan untuk mengelabuhi Dimas.

__ADS_1


Dia pun duduk, tidak jauh dari Dimas dan anak itu. Dengan pura-pura fokus pada ponsel, Gea mendengar semua ucapan mereka. Hingga ada satu pembicaraan yang membuatnya terbelalak, ialah ketika seorang wanita yang duduk sebelum dia memanggil nama Dimas lalu berkata tentang tes DNA.


__ADS_2