HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 239


__ADS_3

Setalah beberapa lama duduk menatap lautan, Mereka memutuskan kembali ke dalam vila. Gea segera membersihkan diri sedangkan Dimas menyiapkan hidangan istimewa untuk kekasihnya.


" Pada akhirnya aku bisa kembali merebut hati dan cintanya..." Terlampau bahagia membuat Dimas semakin bersemangat. Kerap kali dia mengumbar senyum atas keberhasilannya tersebut. Kesadaran diri hilang tergantikan kegilaan akan cinta.


Memeluk cinta dalam lingkaran Asa.( Bahagia setelah rintangan banyak menerpa)


Tak berapa lama Gea datang dengan berpakaian cantik dengan memakai baju pilihan kekasihnya. Senyum simpul terlukis indah di bibir, menyaksikan pemandangan langka. Baginya Dimas lebih dari segalanya, meski terkesan kaku dalam hal merayu tapi selalu berhasil membuat hatinya gusar, emosi hingga tak terkendali.


" Kamu masak apa?" Sembari menggeser kursi lalu duduk di samping Dimas. Melihat banyaknya makanan di depan mata, membuatnya perpikir keras...


Siapa yang akan menghabiskan semua ini?


Dimas terlalu berlebihan. Ini hanya acara makan pagi yang tertunda, bukan sebuah pesta.


Belum sempat makan saja dia sudah merasa kenyang. Semua makanan terasa nikmat, di tambah lagi makanan itu khusus di buat untuknya dari seorang terkasih.


" Aku tidak tau makanan favorit kamu, jadi ku putuskan memasak semua hidangan ini supaya tau apa yang kamu suka dan tidak kamu suka." Di genggam kedua tangan Gea lalu menciumnya penuh kasih.


Gea tersenyum mendapat perhatian lebih darinya. " Terima kasih.."


" Untuk?"

__ADS_1


Sedikit menarik nafas lalu menatap mata Dimas...


" Semua yang kamu lakukan membuat ku istimewa. Baru kali ini ada seorang lelaki berkorban banyak demi aku, bahkan kamu harus mengeluarkan banyak uang demi menyewa vila megah ini."


" Di balik semua ini para sahabat ku yang mengatur semuanya. Jujur semua fasilitas yang ada, semua berkat Revaldi. Aku mana ada uang sebanyak itu." Ujar Dimas.


Gea menelan ludah, tidak di sangka semua ini adalah hasil dari kuatnya persahabatan mereka. Di balik semua itu ada satu hal yang membuatnya sakit, ialah bantuan dari Revaldi. Dimana di dalam semua itu melibatkan Criztine, seorang wanita yang kerap kali di lukai olehnya.


Wajah ceria Gea berubah muram, wajah berseri kian tertunduk. Rasa bersalahnya mencekik leher membuatnya hidup dalam bayangan kejahatan. Belum sempat Gea memohon maaf atas semua yang terjadi, dia sudah harus mendapatkan karma dari alam. Semua di sebabkan bukan karena dia tidak ingin memohon maaf melainkan Criztine pergi setelah membebaskan dirinya dari jeruji besi.


Mungkin Criztine lebih memilih tidak bertemu langsung dengannya untuk menghindari rasa bencinya. Bagi seorang anak berat menerima kepergian orang tua yang di sebabkan atas kejahatan orang lain.


" Kamu kenapa? apakah kamu kecewa dengan kenyataan ini..." Dimas meraih wajah kekasihnya. " Maaf, aku tidak bisa membuat mu bahagia dengan uang ku sendiri. Percayalah aku tidak bermaksud untuk...."


" Aku ingin memohon maaf pada Criztine dan suaminya. Bantu aku menemui mereka..." Lirihnya dalam pelukan Dimas.


Hati terasa hanyut atas ketulusan Gea. Sudah sepantasnya Dimas sebagai calon pendamping mengusahakan semuanya.


Sudah saatnya kejahatan di akhiri dengan pertobatan. Dunia memiliki banyak hukum, tanpa adanya rekayasa. Jika dunia telah membalikkan hati seseorang maka mudah bagi pendosa menebus segala dosa.


Sembari mengusap kepala Gea....

__ADS_1


" Baik. Segera ku pertemukan kalian, tapi sekarang kita makan dulu. Selanjutnya kita bahas nanti."


Gea mengangguk lalu makan bersama.


Setelah selesai makan, Dimas duduk dengan berteman secangkir kopi dan satu batang rokok di sela-sela jari.


" Sedang apa?" Gea duduk di sampingnya sembari meraih rokok yang tergeletak di atas meja.


Plak...


Dimas memukul tangan Gea yang hendak mengambil sebatang rokok dari wadahnya.


" Sudah ku bilang jangan pernah merokok." Cetus Dimas seraya mengambil sebungkus rokok lalu membuangnya melalui jendela.


Gea terkikik geli melihat tingkah laku kekasihnya, Sebenarnya dia bukan ingin merokok, hanya saja dia ingin mengambilkan lagi untuk Dimas.


" Kenapa kamu tertawa?" Mengeryitkan dahi mencari tau hal apa yang telah membuatnya tertawa.


" Sejak kapan kamu melihat ku merokok? aku hanya ingin mengambilkan satu batang untuk kamu, kenapa jadi menuduh ku....hahaha" Tertawa terbahak melihat raut wajah Dimas.


" Oh....jadi kamu berani menertawakan aku, ya?" Tanpa pikir panjang Dimas menarik lengan Gea lalu mendekapnya. Wajah mereka saling berhadapan. " Ijinkan aku sekali saja..." Ucap Dimas.

__ADS_1


" Maksud kamu?" Gea merasa risih dengan tatapan mata kekasihnya tersebut, ada sesuatu tersirat dalam matanya. Hingga Gea merasa gugup.


__ADS_2