
Sisi lain Olive pulang dengan baju lesuh dan wajah muram. Sesampainya depan pintu segera ia meletakkan sepatunya lalu berjalan menuju ruang tengah, ia sangat kesal atas kejadian yang baru saja menimpa "Huff...." Sembari menghempaskan diri, nafas serasa berat, juga hati yang sakit.
Dari belakang ada sosok lelaki berjalan dengan jas putih mengayun di tangan dan satu tangan membawa tas kerja "Hay, sayang kamu sudah pulang" Lelaki itu berada di belakang kursi Olive lalu meletakkan tangan di pundaknya, sebelum itu ia sudah meletakkan jas puyihnya di kursi samping Olive. Namun, Olive tidak menyadarinya.
"Sudah mas, baru saja. Mas sendiri kenapa baru pulang...." Olive mendongak ke atas melihat wajah suaminya
Cup....
"Banyak pasien, sayang. Badan rasanya capek banget" Setelah mengecup kening sang istri, ia pun duduk di sebelahnya.
"Biar saya pijit, ya" Olive pun segera memberikan pijitan lembut di lengan suaminya.
"Ah....enak sekali, sebelah sini dong" Mengarahkan tangan Olive menuju pundak. Olive pun bangkit "Eh, mas ngapain?" olive terkejut ketika suaminya menuntun dalam pelukannya.
"Saya sangat merindukan kamu, sayang"Damar membawa Olive dalam pelukannya.
Olive tersenyum "Baru tiga hari sudah bilang rindu, apa lagi kalau kerja sampe seminggu di luar kota" Goda Olive seraya memijat pundak suaminya.
Damar memeluk pinggang ramping Olive "Kamu saya bawa dong"
__ADS_1
"Masa iya seorang dokter ternama, membawa istrinya kemana pun dia pergi. Apa tidak takut nanti pasiennya ilfil lho..." Jawab Olive dengan sedikit menggoda suaminya.
Damar pun mencubit hidung Olive "Kamu ini bisa saja...."
"Oh, iya. Tadi gimana acaranya, meriah?"
Seketika saja Olive terdiam, entah apa yang harus ia jawab.
"Sayang, kamu kenapa diam?" Dimas menyentuh pundah Olive.
Setelah beberapa saat memeijat suaminya, Olive pun beranjak dari pangkuan Damar "Saya ambil minum buat mas dulu, ya"
"Ini mas, minumnya...."
"Hem, taruh situ dulu" Ucap Damar dengan memegang ponsel "Oh, iya. Tadi saya telpon kenapa tidak di angkat?"
seketika Olive gugup "Em, itu, eeee....tadi ketinggalan di rumah teman"
Damar meletakkan ponselnya"Di rumah teman? bukankah kamu tadi pergi ke rumah Tuan Dimas, kenapa ponsel bisa tertinggal di rumah teman"
__ADS_1
"Maksudnya tadi setelah acara, saya mampir ke tempat teman sebentar, terus lupa tasnya gak di bawa." Olive masih gugup, takut suaminya mengira yang bukan bukan.
"Oh..." Damar mengambil segelas jus dari atas meja "Kalau begitu nanti kita ambil sekalian makan luar"
"Tidak usah mas, besok biar saya ambil sendiri. Sekalian mau main, bosan di rumah sendiri." Jelas Olive berusaha menutupi kebohongannya.
Damar meneguk bahis jus buatan istrnya"Biaklah kalau begitu..."
"Tadi kamu belum menjawab pertanyaan saya..."
Olive meraih gelas di tangan Damar "Tanya apa?" Seraya meletakkan gelas di meja.
Damar mendekatkan wajah "Tadi acara nikahan Anak Tuan Dimas, bagaimana" Ucapnya kembali.
"Berjalan lancar, mas." dengan membuang muka lalu hendak bangkit membawa gelas yang telah kosong "Jangan bahas itu lagi, sekarang mas pergi mandi, biar saya siapkan makan"
Damar bangkit "Baiklah, cintaku" Sembari memeluk istrinya "Kiss..." menyodorkan pipi kanan dengan senyum tipis.
Olive pun mengecupnya "Love yuo mas" Ucapnya setelah mencium pipi sang suami.
__ADS_1
"Love you too.." Dengan membalas kecupan sang istri. Setelah itu, Damar pun berlari kecio menaiki anak tangga.