HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 87


__ADS_3

Revaldi menuju kamar dengan mood yang sedang buruk.


"Kakak...." April berlari dan memeluk Revaldi


"Sayangnya kakak, kamu sudah lama disini..?" tanya Revaldi


"Sudah tiga hari aku disini. tapi kakak tidak pernah pulang..." wajah April seketika sedih


"Maaf ya...kakak lagi sibuk sayang..!" Revaldi menggendong adik kesayangannya.


Sttttt....


"Kakak jangan berisik, kak Criz sedang sakit. dia baru saja tidur..." April pun menutup pintu kamar dan menuntun kakaknya duduk


"Kasihan kak Criz dia demam...!" ucap April


"Kalau begitu kakak masuk dulu, kamu bisa tidur di ruang tamu kan dik...?" Tanya Revaldi


"Iya kak, aku pergi dulu ya..."


Revaldi melangkah menuju kamar, dia mendapati Criztine yang terlelap.

__ADS_1


dia mencoba memandang wajah sang istri dengan sedikit rasa yang entah dia sendiri tidak dapat mengartikannya...


"Maaf aku tidak ingin melukai kamu lebih dalam lagi. aku tidak bisa meninggalkan Risa, aku juga minta maaf jika suatu hari nanti kita harus berpisah..." lirih Revaldi yang duduk di tepi ranjang.


Revaldi merebahkan diri dengan menatap punggung sang istri, dia merasa sangat berat dengan pilihan di hadapannya...


di satu sisi dia adalah suami sah dari Criztine wanita yang tak pernah dia cintai.


dan di sisi lain ada Risa, wanita yang selama ini dia cintai, tapi tidak di restui oleh Opa Hendardi.


Sebenarnya Criztine tidak tidur, dia hanya memejamkan mata untuk menghindari suaminya.


mendengar ucapan Revaldi yang membuah dunianya seolah runtuh, baru beberapa bulan dia di perlakukan baik oleh suaminya


Air mata mengalir membasahi pipi


hingga dia tak sadar isak tangisnya terdengar oleh Revaldi.


"Kamu menangis...?" ucap Revaldi


Criztine hanya terdiam, dia kembali berpura-pura tertidur. meski hatinya sangat hancur...

__ADS_1


"Jangan berpura-pura tidur...!" Revaldi menarik tubuh Istrinya.


"Lalu aku harus bagaimana mas? semua sudah jelas. aku sudah mendengar akan kamu bawa hubungan kita ini ke pengadilan agama...aku masih berjuang untuk bisa menahan rasa sakit di hati ini setelah apa yang kamu perbuat padaku selama ini mas...jika jalan yang kamu inginkan adalah perpisahan, maka aku akan mengikuti semua kemauan kamu.....aku akan membebaskan kamu dari belenggu pernikahan ini. mungkin Tuhan tidak menakdirkan kamu untuk hidup bersama ku selamanya....tapi aku sudah senang mas, aku bisa meraskan menjadi istri kamu meski hanya sekejam, bagaikan mimpi indah yang datang lalu pergi......" jelas Criztine dengan tersenyum simpul.


Revaldi diam, dia tak menyangka jika dia akan merasakan sakit pada hatinya.


"Aku akan pindah besok, aku juga akan mengajukan gugatan ke pengadilan agama. kamu tidak harus mencoret nama baik kamu mas...selamat istirahat, sampai bertemu di pengadilan..." ucap Criz dengan berjalan ke arah lemari


"Kami mau kemana..?" ucap Revaldi


"Aku hanya ingin berkemas, besok sebelum April bangun aku akan pergi..." Criztine mengeluarkan semua baju dan mengemasnya di koper besar miliknya.


"Istirahat dulu, kamu masih sakit..." ucap Revaldi


"Akan lebih sakit lagi jika aku terus berada di dekat mu mas, aku akan tidur di ruang sebelah....selamat istirahat" Criz tersenyum pada Revaldi dengan membawa barang-barangnya.


"Sakit sekali rasanya harus melangkah ke jalur yang tidak pernah aku bayangkan selama hidup ku...kita akan berpisah secepat ini, aku sungguh mencintai kamu mas...!!" criz menangis


Revaldi mematung di tepi ranjang dengan memikirkan semua yang akan dia lakukan untuk selanjutnya...


Entah kenapa Revaldi tidak rela jika harus berpisah dengan Criztine.

__ADS_1


tapi dia juga enggan untuk meninggalkan Risa orang yang paling dia.cintai.


Dia di sudut kan dengan dua pilihan yang sangat membebani dirinya.


__ADS_2