HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 269


__ADS_3

Beberapa hari setalah kejadian itu, Raka tidak pernah menyentuhnya sedikitpun, bahkan dia memilih tidur di kamar Gilang. Meski begitu Lily takut jika Raka menyakiti putranya. Setiap saat merasa gusar akan hal buruk yang bisa kapan saja menimpa Gilang. Setalah lama berdiri di depan pintu kamar, Lily memutuskan menguping mereka dari luar.


" Jangan...." Teriak Gilang dari dalam kamar, membuat Lily segera membuka pintu, takut sesuatu terjadi padanya.


" Berhenti." Teriak Lily dengan membuka pintu.


Raka dan Gilang terkejut melihatnya sampai mereka hanya bisa fokus menatap wanita yang berdiri dengan pandangan tajam itu.


" Mami kenapa?" Tanya Gilang heran.


" Harusnya mami yang tanya sama kamu, tadi kenapa berteriak?" Ucap Lily dengan berjalan menuju ranjang, dimana Raka dan Gilang tengah berbaring menelungkup dengan sebuah laptop di depan mereka.


" Kamu curiga padaku?" Tanya Raka.


" Tidak, bukan begitu. Hanya saja...."


Gilang meraih tangan Maminya duduk di tepi ranjang....

__ADS_1


" Aku sama Papi hanya lihat film horor.." Jelas Gilang dengan menunjuk layar laptop.


" Papi?" Pandangan Lily beralih pad Raka, seolah tidak yakin putranya dengan cepat memanggil lelaki itu dengan sebutan Papi.


" Sejak kapan kamu panggil dia Papi?" Tanya Lily.


Gilang tersenyum, kemudian mengambil posisi duduk di tengah Lily dan Raka.


" Papi...bolehkan aku minta sesuatu?" Dengan wajah memelas Gilang meraih lengan Raka yang kala itu masih berbaring menelungkup mengotak atik laptopnya.


" Gilang, jangan macam macam nanti kamu bisa celaka, nak." Bisik Lily, berusaha menghentikan aksi Gilang. Meski dia tidak tau apa yang akan Gilang minta, tapi Lily permintaan Gilang membebani hidup mereka nantinya.


" Mami..." Pandangan Gilang mengarah padanya. " Papi..." Kemudian Gilang menatap Raka, tatapan itu penuh arti bagi seorang Raka, karena selama ini dia belum merasakan indahnya menjadi seorang Ayah. Bukan tidak mampu, hanya saja dia terlalu malas di ikat dengan sebuah hubungan hingga menjeratnya dalam kegelapan.


" Ya, putraku." Jawab Raka seraya mengusap kepala Gilang.


" Gilang minta jika usia Gilang sudah tujuh tahun dan Gilang mau ikut bersama Ayah." Ucapnya polos.

__ADS_1


" Apa?" Tentu saja Raka kembali pada sifat lamanya. " Kamu tidak suka tinggal bersamaku, kalau begitu terserah..." Tanpa tunggu lama Raka menutup laptopnya lalu hendak turun dari ranjang, namun Gilang menghentikannya dengan memeluknya dari belakang.


" Gilang hanya ingin merasakan indahnya di cintai oleh Ayah kandung Gilang, sama seperti Film tadi." Air mata Gilang perlahan membasahi baju Raka, hingga hatinya mulai mencair, ada perasaan iba terhadap bocah kecil itu.


" Gilang jangan paksakan kemauan kamu, nak. Sekarang Ayah kamu sudah bahagia dan kamu juga sudah ada Papi." Ucap Raka sembari melepaskan pelukan Gilang, membawanya dalam pangkuan, menyeka air matanya penuh rasa iba.


Melihat sikap baik Raka, membuat Lily tersenyum senyum sendiri, karena pada akhirnya Raka mau memperlakukan anak tirinya dengan sangat baik. Meski sikapnya bisa berubah seketika, setidaknya dia sudah menunjukkan perhatian pada Gilang.


Lily mendekati mereka lalu duduk di tepi ranjang, berhadapan dengan Raka.


" Apakah kamu akan terus bersikap baik kepada kita selama kita patuh? atau kamu akan mengusir kita jika nanti sudah bosan?" Tanya Lily memberanikan diri.


" Tergantung seberapa patuhnya kalian." Jawab Raka.


" Selama Gilang mampu nyaman bersamaku dan kamu tidak membuatku marah, maka aku pastikan tidak akan mencampakkan kalian."


Gilang memeluk erat Raka dengan memejamkan mata, entah apa yang saat ini si pikirkan Gilang, pastinya hanya ada satu pintanya supaya maminya tidak kembali di sakiti.

__ADS_1


__ADS_2