HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 199


__ADS_3

" Kenapa? kamu terkejut melihat aku ada disini?."


Gea mengernyitkan dahi..." Dasar penguntit!."


" Bukankah kamu meminta ku untuk membuat kamu jadi baik? makanya aku selalu mengawasi kamu setiap saat..." Dimas mendekati Gea. " Kita bicara sebentar, disana..." Langkah kaki Dimas menuju sebuah kursi di pinggir taman.


Tentunya Gea mengekor dengan ngedumal pelan...


" Bicara apa kamu?." ucap Dimas.


" Tidak ada!." Cetus Gea dengan membuang muka.


Dimas tidak perduli, dia memilih meraih ponsel di saku celananya.


" Kamu bisa datang ke tempat itu..."


" Tempat apa itu?."


" Di sana kamu bisa belajar tentang kesabar dan membuang perasaan kamu terhadap Leo." Jelas Dimas sembari mencari sesuatu di ponselnya..." Jika kamu benar ingin berubah, maka kamu bisa coba dari sana."


" Tempat itu begitu jauh. Lalu bagaimana jika aku mati di tempat itu...?." Melihat Foto di ponsel Dimas, membuat Gea berpikir keras. Selama hidupnya, dia tidak pernah mengalami pengasingan diri seperti itu.

__ADS_1


Bahkan melihatnya saja ngeri, apa lagi masuk ke dalamnya.


" Tapi jika bukan di tempat itu, maka kamu tidak akan bisa berubah. Aku sudah mengintai kalian dari sejak kalian datang ke tempat ini. Tapi aku masih melihat amarah di mata kamu. Mungkin dendam, atau iri hati? Entahlah! yang pasti, kamu belum punya niat yang kuat untuk berubah." Dimas mencoba menjelaskan apa yang dia lihat dari dalam diri Gea.


" Sulit bagiku untuk kembali ke jalan yang benar. Karena seberapa kuatnya tekat ini, tetap saja mereka tidak bisa menerima ku." Gea menundukkan wajahnya.


Pasti tidak mudah baginya untuk di terima oleh semua orang yang telah dia sakiti...


Mungkin dari sekian banyaknya kejahatan yang di perbuat.


" Gea, taukah kamu? dulu Risa juga pernah melakukan kejahatan sama seperti kamu. Namun dia mampu memperbaiki diri, sehingga Leo berpindah hati pada dirinya."


Gea membayangkan betapa kejamnya dia saat dulu...


" Tidak mudah memang untuk membuat orang percaya padamu, begitu pula dengan ku." Cetus Dimas.


" Kamu jahat sekali." lirih Gea.


" Memang seperti itu kenyataannya." Dimas bangkit dari tempat duduk. " Sekarang terserah kamu, jika kamu tidak menerima saran dariku, maka aku harus pergi. Masih banyak hal yang harus ke kerjakan."


" Tunggu!." Gea meraih lengan Dimas. " Aku mau kesana. Tapi bolehkan aku meminta sesuatu padamu...?."

__ADS_1


Dimas menatap mata wanita di hadapannya.


" Katakan..."


" Aku ingin kamu menjadi seorang kakak bagiku. Karena aku butuh sosok seperti kamu untuk meluruskan jalan hidup ku." Jelas Gea.


" Ogah...." Dimas melepaskan tangan Gea.


" Masa iya, kamu jadi adik ku. Sedangkan usia kita saja hanya terpaut dua tahun..."


" Jika kamu tidak mau, tidak apa-apa." Gea kecewa mendengar ucapan Dimas. Bahkan kalimat itu seolah menghakimi Gea..." Aku pergi dulu..." Gea hendak melangkah pergi.


" Begitu saja marah. Padahal jika kamu mau seperti itu, mungkin aku bisa memikirkannya kembali."


" Benarkah? aku ada kesempatan jadi adik kamu?." Gea terlihat antusias ketika mendengar ucapan Dimas.


" Asal kamu benar berubah." Dimas mengetuk kepala Gea perlahan.


" Oke...."


Setalah beberapa saat mereka bercakap-cakap, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Dimas.

__ADS_1


Saat ini bagi Gea tidak ada tempat ternyaman selain Rumah Dimas.


Hanya di sana lah Gea di terima dengan baik, dan tidak ada pandangan jahat dari Dimas mau pun mamanya.


__ADS_2