HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 173


__ADS_3

" Ada satu hal yang ingin Tante tanyakan kepada kamu, apakah kamu tidak keberatan?.."


Criztine meraih tangan Maria lalu tersenyum.


" Katakan saja Tante..."


" Apakah kamu tau dimana Leo saat ini?."


" Leo? saya tidak tau, kenapa anda menanyakan hal itu kepada saya? seharusnya anda lebih mengetahui keberadaan Leo saat ini." Criztine merasa heran atas pertanyaan Maria.


Dengan menaruh curiga pada ibunda Leo atas sesuatu yang tidak dia ketahui.


" Boleh tolong hubungi dia lalu tanyakan dimana dia saat ini?." Maria memohon dengan penuh harap.


" Tapi..."


" Tante mohon, tolong. Di dunia ini tidak ada satu pun orang yang mampu mencairkan amarah Leo, kecuali kamu Criz. Jadi Tolong lakukan itu demi Tante..."


Melihat ucapan dari ibunda Leo membuatnya tidak tega.


Hingga pada akhirnya Criztine meraih ponsel lalu menghubungi Leo.


Benar saja, Leo memberi tau keberadaannya di sebuah Hotel miliknya di pinggir kota.


Namun Criztine tidak di ijinkan untuk mengetahui nama hotel tersebut.


Leo masih ingin menenangkan diri dari tekanan keras ibundanya.

__ADS_1


Satu hal yang membuat Criztine bingung adalah, ketika Leo berbicara terdengar samar-samar suara seorang gadis yang menurutnya tidak asing, namun dia tidak tau siapa wanita yang tengah bersama dengan Leo saat ini.


" Tante, maaf, saya tidak berhasil mendapat alamat tempat tinggal Leo sekarang..." jelas Criztine.


" Tak apa Nak. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan Leo." Ucap Maria.


Tak berapa lama, Maria pamit pulang dengan membawa senyum perdamaian.


Dia juga mendoakan segala yang terbaik untuk Criztine dan keluarga, terutama anak dalam kandungannya itu.


" Mas, kamu dimana?." Criztine menghubungi suaminya lalu melihat sekeliling taman.


" Sayang, disini." Tidak jauh dari tempat Criztine duduk, Revaldi tengah asik makan siomay, ia berteriak lalu melambaikan tangan.


Dengan bahagia, Criztine menghampiri suaminya.


" Lagian kamu ngobrol sama nenek lampir itu kelamaan. Jadi aku duduk dan memantau kalian dari sini saja." Jelas Revaldi dengan mulut penuh siomay.


" Mas, belepotan tau." Ucap Criztine sembari mengusap bibir suaminya.


" Makasih sayang..." Senyum indah Revaldi berikan untuk suaminya.


" Ingat! kamu tidak boleh makan terlalu pedas."


" Sedikit saja...." pinta Criztine.


" Tidak! kamu harus ingat pesan dokter, semua demi anak kita dan mommy tercinta ini." Revaldi mencubit kedua pipi Criztine.

__ADS_1


" Cie...." Sorak pedagang siomay.


" Ihhh...malu tau." Criztine menunduk menutupi wajahnya.


" Biarkan saja sayang. Pasti saat ini banyak pasangan yang cemburu atas kemesraan kita, jadi kamu adakah wanita beruntung sedunia." Ucap Revaldi sembari meraih wajah Istrinya.


" Sepertinya aku salah..."


"Salah?." ucap Criztine heran, ia melihat ada suatu kata yang di sembunyikan di balik kelopak matanya.


" Iya! karena sesungguhnya aku yang lebih beruntung telah mendapatkan bidadari terbaik dari yang baik."


Ucapan Revaldi membuat orang di sekitar menatap mereka sembari tersenyum.


Kebahagiaan mereka terpancar hingga ke lubuk hati, bahkan ada beberapa orang mengabadikan potret mereka lalu mengunggah di akun sosial mereka masing-masing.


" Aku jauh lebih beruntung..." Air mata Criztine jatuh.


Tak kuasa menahan bahagia, Criztine pun memeluk suaminya dengan erat.


Banyak orang memberi tepuk tangan pada mereka.


" Inilah yang namanya cinta setelah menikah." Lantang Revaldi.


" Mas, aku malu." bisik Criztine dengan bersembunyi di bahu Revaldi.


" Astaga, matahari siang ini kalah dengan sinar cinta mereka." ucap penjual siomay.

__ADS_1


Semua orang jadi terharu melihat semua keindahan yang ada di depan mata.


__ADS_2