
"Bangun, kamu harus cepat mandi. waktunya ganti perban." Risa menghuyung perlahan tubuh Leo.
di lihatnya wajah sang kekasih yang terlihat indah di pandang mata.
"Hemmmm..." Leo hanya mengeluarkan kata itu tanpa bergeming sedikitpun, bahkan ia belum juga membuka mata.
Risa kembali menghuyung, akan tetapi saat ini dia menghuyung tubuh Leo sedikit lebih keras.
"Bangun! dasar pemalas!." maki Risa sembari mencubit hidung Leo.
"Apa sih..." Leo menepis tangan Risa, hingga tanpa sengaja ia melakukannya sedikit lebih keras.
Entah kerena dia masih malas untuk bangun, ataukah dia tidak suka jika tidurnya di ganggu.
"Aw...." Risa mengibaskan tangan, ada sensasi panas yang membuat dia meringis kesakitan, namun Risa berusaha untuk tidak mengeluarkan suara keras. ia memutuskan untuk turun menuju dapur dan mengompres tangannya.
Leo tidak lagi mendapat gangguan, sedikit membuka mata di liriklah kiri dan kanan, akan tetapi dia tidak mendapati siapapun disana.
"Kemana dia...?" Ucap Leo sembari bangkit dari tidurnya.
Di carilah sosok Risa di seluruh ruangan kamar, karena tidak mendapati apa yang di cari kemudian Leo mencoba mencarinya di lantai bawah....
__ADS_1
tentu saja Risa ada disana.
akan tetapi Leo terkejut saat melihat Risa tengah mengompres tangannya menggunakan es batu yang di masukkan kedalam kantung plastik.
"Astaga, apa dia terluka karena aku." Gumam Leo dengan melangkahkan kaki menuju tempat dimana Risa tengah duduk.
"Kamu kenapa?."
Seketika itu Risa menyembunyikan tangannya beserta alat pengompres tersebut...
"Kemarikan tangan kamu...." Cetus Leo dengan duduk di sampingnya.
"Untuk apa? akan aku ambilkan peralatan untuk mengganti perban kamu dulu." Ucap Risa, saat dia hendak melangkah tiba-tiba Leo meraih lengan kirinya.
"Aku tidak apa-apa, jangan berlebihan!." tatapan mata Risa tidak lepas dari wajah tampan Leo.
"Maaf ya." Kembali kata itu dia layangkan kepada wanita yang saat ini sudah menjadi kekasihnya tersebut.
"Tuan, saya tidak apa-apa, Sudahlah! kamu mandi dulu sana. sudah waktunya kamu ganti perban." Jelas Risa.
"Tidak usah ke dokter, kamu bisa kan mengganti perban?." Tanya Leo.
__ADS_1
"Aku tidak berani..." Risa bergidik menolak permintaan Leo.
"Hanya berganti biasa saja, tidak akan ada luka ataupun darah. jadi jangan takut!." Jelas Leo.
"Tapi...." Risa sedikit gemetaran, sejatinya dia takut jika terjadi hal buruk atas tindakannya nanti.
"Kamu kekasih dari seorang dokter, jadi mulai sekarang kamu harus bisa belajar merawat diriku..." Ucap Leo tanpa penolakan, senyuman tipis menghias di bibir.
"Kenapa harus begitu?." Risa mengernyitkan dahi.
"Itu syaratnya jika kamu menjadi kekasih Dokter sepertiku ini." Leo mencubit pipi Risa.
"Ih, sakit tau." kesal Risa.
Kekesalan Risa membuat Leo terkikik geli, ada sebuah hal berbeda dalam hati leo saat ini.
"Oh iya, untuk tadi malam aku juga minta maaf." lirih Leo.
"Sudahlah! jangan di ingat-ingat lagi. sekarang kamu mandi dulu, akan aku buatkan kamu sarapan." Ucap Risa dengan bergegas dari tempat semula.
"Tapi kamu memaafkan aku bukan?."
__ADS_1
Risa membuang nafas, di kuatkannya hati yang luka dengan berusaha menerima semua kenyataan....
Risa menoleh dan mengembangkan senyum pada Leo, pertanda dia memaafkan kelukaan yang sudah Leo lakukan terhadap dirinya.