HASRAT

HASRAT
Tantang Gilang


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Alisya terkejut kala melihat sosok Amora duduk di depan rumah menunggu dirinya, di temani secangkir kopi. Sebelum Alisya menghampirinya lebih dulu ia menyeka sisa air mata, tak lupa membenarkan cadar hitamnya. "Assalammualaikum..." Ucap Alisya.


Mendengar salam, membuat Amora lepas dari layar ponselnya "Eh, kakak ipar sudah pulang" Amora memeluk Alisya "Ada yang ingin aku bicarakan sama kakak"


Alisya menyentuh lengan adik iparnya tersebut "Kalau salam iti di jawab dulu..."


Amora tersenyum" Waalaikumsalam, kakak iparku tersayang" Seraya menyeringai senang. Baru pertama kalinya Amora menemukan sosok kakak sejati. Kehangatan serta kelembutan yang Alisya miliki membuat Amora nyaman.


"Kenapa kamu duduk di luar, masuk saja yuk" Ajak Alisya. Amora pun masuk, mereka berbincang bincang du ruang tamu. Amora menyatakan keluh kesahnya tentang perjodohan yang sangat ia tentang tersebut, namun kakaknya mengancam akan meninggalkan Alisya kalau dia sampai menolak. Alisya terdiam. "Jika Tuhan menggariskan pernikahan saya dengan mas Gilang sampai di sini maka, saya akan menerimanya. Sesungguhnya jodoh dan takdir manusia hanya Allah yang maha mengetahui. Saya serahkan semuanya kepada sang Kuasa" Ucapnya seraya mengusap air mata yang hampir menetes karena rasa sakitnya.

__ADS_1


Amora tidak menyangka ada seorang wanita sekuat Alisya. "Kalau kakak saja bisa tabah aku juga akan bersikap sama" Seraya bangkit dari sofa yang ia duduki "Aku akan menerima laki laki itu. Tidak akan aku biarkan kak Gilang kehilangan istri sebaik kakak. Pokoknya bahagiaku ada di senyum kakak iparku ini" Amora menutupi rasa sakitnya dengan senyum manis.


"Saran saya, jangan lakukan hal yang tidak ingin kamu lakukan. Jika kamu sudah jatuh terlalu dalam akan sulit bagimu keluar darinya. Kamu tidak perlu mengorbankan masa depan kamu demi mempertahankan rumah tangga kami. Sesungguhnya saya tidak suka seperti itu (Seraya menyentuh bahu adik ipar) jika kami di takdirkan bersama, pasti kita bersatu. Tapi, jika Allah berkata lain saya akan menerimanya. Sekali lagi jangan korbankan kebahagiaan kamu demi saya. Kebahagiaan itu tidak di babgun di atas penderitaan orang lain. Belum tentu dengan menikahnya kalian akan membuat kakaka kamu cinta kepada saya...."


"Stttt...pokoknya aku akan buat kalian saling cinta, titik. Pangkas Amora. Dia melihat dari balik cadar tersebut ada kelukaan yang mendalam. Tidak cuma itu, hati seorang manusia tercipta tak sekuat baja, apa lagi hati seorang wanita.


"Kalau begitu aku pamit dulu ya, kak. ada yang harus aku kerjakan"


Tok tok...

__ADS_1


Pintu kamar di buka, segera Alisya memakai cadarnya kembali sembari meletakkan foto suaminya "Bibi, ada apa?" Tanya Alisya ketika membuka pintu, mendapati sosok asisten rumah tangga berdiri dengan membawa makanan.


"Non belum makan dari pagi, jadi saya bawakan makanan. Takut non sakit"


Alisya tersenyum "Terima kasih, Bi. Tapi, saya sedanh berpuasa."


Sontak Bibi tersebut kaget "Astaga, maaf non, maaf. Saya tidak tau kalau non sedang berpuasa. Ini kqn belum bulan puasa Non, kenapa harus berpuasa."


"Puasa itu tidak harus menunggu datanganya ramadhan. Kita bisa berpusa sunnah dan lain sebagainya, saat ini saya tengah berpuasa senin kamis, Bi." Jelas Alisya sembari mengusap bahu Bibi.

__ADS_1


Lantaran malu telah menawarkan makanan kepada orang yang berpuasa, bibi pun memilih kembali ke dapur "Kalau begitu saya permisi dulu ya non. Sekali lagi maafkan saya"


"Tidak apa apa, bi. Bibi jangan merasa tidak enak, santai saja."


__ADS_2