HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 175


__ADS_3

Kepergian Leo mengundang simpati dari para sahabatnya.


Ketiga lelaki tampan nan menawan itu melacak keberadaan Leo saat ini.


" Sepertinya dari sini jaraknya sudah tidak jauh lagi." Ucap Dimas dengan melihat alat pelacak dari ponsel Criztine, sebab terakhir kali yang Leo hubungi adalah Criztine.


" Leo itu sebenarnya kenapa sih? ada saja ulah yang dia lakukan." sambung Jimmy yang tengah duduk di kursi kemudi.


" Tanya aja sama si Tuan Muda Angkuh itu..." Lirih Dimas sembari melirik Revaldi yang tengah asik dengan ponsel miliknya.


" Re, sebenarnya ada masalah apa sih?."


Revaldi meletakkan kembali ponselnya di saku jas miliknya.


" Sepertinya Leo sedang bermasalah sama Maminya. Aku juga tidak begitu paham detail dari permasalahannya itu, tapi sepertinya ada perjodohan atau apalah gitu." Jelas Revaldi.


" Perjodohan...." Jawab mereka serempak, Jimmy dan Dimas saling memandang.


Mereka terkejut atas semua itu, tapi mereka sudah tau jika Gea adalah wanita yang dipilihkan oleh kedua orang tua Leo.


" Tapi sepertinya Leo sangat murka sampai-sampai dia meninggalkan Maminya." Dimas sangat dekat dengan Leo, jadi dia tau lebih banyak dari dua sahabatnya itu.


Di sela-sela obrolan mereka, ponsel Dimas berdering nyaring...

__ADS_1


" Panjang umur tuh anak, baru saja di omongin udah nongol aja..."


Sebelum Dimas mengangkat panggilan dari Leo, Revaldi lebih dulu meraih ponsel Dimas lalu memulai melakukan pelacakan dari ponsel Dimas.


" Astaga, kamu benar hebat Re." Jimmy mengacungkan jempol lalu fokus kembali pada stir kemudi mobil.


" Ya, ada apa?." Dimas berusaha cuek, dia tidak ingin ketahuan jika dirinya sudah mengetahui kepergian Leo.


" What? dasar gila, mana ada gua duit sebanyak itu..." Dimas nampak terkejut atas apa yang Leo ucapkan.


Tak berapa lama, Dimas menutup ponselnya lalu menatap ke Revaldi.


" kenapa?." Sepertinya Revaldi sudah tau arah dari tatapan mata Dimas.


" Astaga, masih saja si Dokter itu berbuat ulah...."ucap Jimmy.


" Kalau begitu kita langsung ke tempat itu." Revaldi tidak merasa keberatan dengan nilai Uang, tapi dia sangat menyayangkan tingkah Leo yang berlebihan.


Seperti sebelumnya, jika dia sedang dalam mood yang buruk pada akhirnya dia pergi ke tempat hiburan malam.


Tapi di tempat itu Dia merusak apa saja yang ada didepannya.


Entah apa yang di pikirkan Leo saat ia menghancurkan semuanya...

__ADS_1


Tapi semua kejadian itu membuat pusing para sahabatnya.


" Sepertinya disana..." Dimas menunjuk sebuah Club malam.


Dengan cepat, Jimmy memarkirkan mobil lalu mereka bertiga turun.


Tampan, gagah, dan dermawan dari ketiga sahabat tersebut mengundang banyak perhatian dari para gadis muda disana.


Langkah tegap serta kaca mata hitam yang mereka pakai memberikan daya tarik tersendiri.


" Tampan, boleh kita berkenalan?." ucap salah satu wanita malam.


" Maaf, kami tidak tertarik." Cetus Revaldi sembari melangkah lurus ke ruang VIP di ujung ruangan.


" Re, seharusnya kita bersenang-senang sebentar disini, tempatnya juga lumayan bagus." ucap Dimas.


" Yang bagus itu tempatnya atau wanitanya?." Revaldi sudah bisa membaca pikiran dari para sahabatnya.


" Gue udah kagak doyan ama gituan." ucap Jimmy menyombongkan diri.


" Halah, bohong lo Jim, coba aja kalau Revaldi tidak ada, pasti udah nyosor aja Lo....Hahaha." Ucap Dimas.


" Sudah cukup kalian berdebat? sekarang kita masuk!." Revaldi menyodorkan sebuah kartu khusus untuk bisa keluar masuk di segala Club malam dengan mudahnya.

__ADS_1


__ADS_2