HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 189


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Dimas menuju kamar lalu menghempaskan tubuh di atas ranjang.


" Jika saja kalian masih dapat ku sentuh, pasti malam ini aku juga merasakan bahagia yang sama seperti Revaldi dan Leo." Dimas meraih bingkai foto yang terletak di atas meja. " Hay, sayang. Taukah kamu? jika malam ini aku sangat berharap kamu datang di hadapan ku." Di peluknya foto dirinya dan Alexa.


Tok tok....


" Dimas, coba kamu keluar sebentar, Mama mau bicara."


" Besok saja ma. Aku sangat lelah." Teriak Dimas dari dalam kamar.


" Tapi ini penting! tadi mama menemukan seseorang yang tergeletak di jalan, tolong bantu dia." Fita(Mama Dimas) terus mengetuk pintu.


" Mama bilang apa?." seketika itu Dimas membuka pintu kamar.


" Ikut dengan Mama..."


Dimas sangat merasa lelah dan sangat mengantuk, karena hampir seharian dia di buat kesal dengan para sahabatnya...


" Gea? kenapa dia bisa di sini?." Dimas menghampiri Gea yang terkulai lemas di sofa.


" Leo, aku mencintai kamu." Gea memeluk Dimas sembari berceloteh tentang diri Leo.


Tercium bau alkohol di sekujur tubuhnya.


Mungkin depresi yang dia alami membuatnya hilang akal seperti sekarang ini.

__ADS_1


Untung saja Mama Dimas yang menemukan dia, kalau tidak, habislah Gea di terkam penjahat wanita di luar sana.


" Lepas!." Dimas mendorongnya lalu sedikit menjauh.


" Dia sudah tidak waras." Kesal Dimas.


" Kamu kenal dia?." Tanya Fita heran.


" Iya, Ma. Dia adalah wanita yang tadinya di jodohkan dengan Leo, tapi Leo memilih wanita lain." Jelas. Dimas.


" Hey....jangan asal bicara kamu. Leo itu milik ku! dan hanya aku yang boleh menjadi istrinya!." Dalam mabuknya masih saja Gea mengharap sesuatu hal yang mustahil untuk menjadi kepunyaannya.


" Leo...." Tiba-tiba saja Gea menangis histeris.


Ia meraih gelas di meja lalu membantingnya dengan keras.


Dengan sangat terpaksa Dimas memapah Gea masuk ke dalam kamar tamu yang terletak tidak jauh dari kamarnya.


" Kenapa kamu berat sekali? pasti kebanyakan dosa." Kesal Dimas.


Gea sudah tidak mampu berkata banyak, dia hanya mampu bertumpu pada bahu Dimas.


Kepalanya serasa berat dan kaki lemas, di tambah dengan banyaknya beban di otaknya.


" Huh..." Dimas melempar tubuh Gea ke atas kasur.

__ADS_1


" Leo, aku pantas bersama mu." dalam mata terpejam Gea masih menyebut nama Leo.


" Dia itu jatuh cinta atau hanya ter-opsesi? Ah...bodo amat! mending tidur dari pada mikirin cewek tidak waras ini."


Dimas pun meninggalkan Gea lalu menuju kamarnya.


" Astaga, lagi-lagi aku harus berhadapan dengan manusia galau lagi." Dimas menutup matanya menggunakan bantal.


Tak berapa lama Dimas tertidur.


" Dimas, bangun, waktunya sarapan." Mama Fita menghuyung tubuh anaknya perlahan.


" Apa sih Ma?." Bukannya bangun, Dimas malah berganti posisi dan tidur lagi.


" Bangun! ini sudah sangat siang." Kesal dengan Dimas yang tak kunjung bangun, kini Fita mencubit lengan putranya.


" Aw.....sakit Ma."


" Kalau tidak seperti itu, maka kamu tidak akan bangun! Sekarang cepat mandi lalu turun, Kita sarapan bersama."


" Iya, iya. Satu jam lagi aku turun."


" Dimas...." Bentak Fita ketika melihat Dimas kembali merebahkan diri.


" Hehehe....iya mama ku sayang." Dimas berdiri lalu mencubit pipi Fita.

__ADS_1


" Dasar anak ini." Lirih Fita sembari melangkah keluar kamar Dimas.


__ADS_2