HASRAT

HASRAT
SEASON 2 ep 111


__ADS_3

Sepulang dari kantor Revaldi meminta ijin pada sang istri untuk menemui Risa di rumah sakit.


Revaldi sebenarnya tidak ingin menemui Risa lagi, namun dia tak tega melihat kondisi Risa saat ini...


"Ris bagaimana kondisi kamu?." Ucap Revaldi.


"Aku sudah lebih baik kok sayang. hanya saja kepala ku masih sedikit sakit..." manja Risa dengan menggandeng lengan Revaldi.


"Oh iya, nanti malam orang tua kamu akan tiba disini. tapi maaf aku tidak bisa berlama-lama disini, karna besok aku harus Rapat. jadi maaf ya malam ini aku tidak bisa menemani kamu..!" jelas Revaldi dengan memaksakan senyum di bibirnya.


"Apa? jadi orang tua ku sudah tau? dan kamu ingin menghindar dari keluarga ku dan menjadikan itu sebuah alasan saja..." cetus Risa.


Revaldi merasa muak dengan sandiwara yang harus dia lakukan, dia ingin segera mengungkap semua kebenaran bahwa saat ini dirinya dan Risa sudah berakhir dan Revaldi sudah menikahi Criztine...


Namun jika dia memaksakan ingatan Risa, maka akan semakin lama pula ingatan Risa bisa kembali...


Revaldi menarik nafas panjang dan berusaha bersikap manis di hadapan Risa, padahal di dalam hatinya Revaldi sangat muak dengan Drama ini...


"Bukan maksud untuk menghindar dari mereka, hanya saya aku butuh istirahat Ris, aku punya tangung jawab di perusahaan. dan lagi orang tua kamu akan menemani kamu..." jelas Revaldi dengan melepaskan tangan Risa yang berada di lengannya.


"Tapi aku masih kangen..." Risa menatap Revaldi dengan tatapan manja.


"Ya sudah aku pulang dulu ya, besok aku kesini lagi..." Revaldi bangkit dari duduknya.


"Kamu tidak mencium ku dulu sayang? biasanya kamu selalu mencium aku sebelum kamu pergi..." Risa meraih tangan Revaldi.

__ADS_1


Revaldi merasa geram dengan sikap Risa yang semakin kelewat batas.


"Sudah lah jangan kekanakan, kita sudah bukan anak ABG lagi, jadi berhenti bertingkah seperti itu..." Cetus Revaldi.


"Tapi kan hanya sekedar cium..." lirih Risa dengan pura-pura menangis di hadapan Revaldi.


"Tolong jangan membuat aku marah dengan tingkah kamu ini Ris. aku pergi dulu..." Revaldi pun pergi tanpa menghiraukan Risa yang menangis.


"Sial...dia tidak mau mencium ku, aku harus melakukan sesuatu agar dia bisa jatuh ke dalam perangkap ku, lihat saja kamu Revaldi, aku pasti akan mendapatkan cinta kamu kembali." Gumam Risa.


Tak berapa lama datanglah Leo.


"Bagaimana langkah pertama berhasil?" Ucap Leo.


"Gampang... aku bisa meyakinkan orang tua kamu, bahwa kamu benar-benar amnesia...satu langkah lagi kita akan berhasil dengan tujuan kita untuk saling mendapatkan orang yang kita cinta..." ucap Leo.


Saat Revaldi mencari ponselnya dia teringat jika dia meletakkan ponsel di ruangan Risa.


Revaldi pun kembali ke ruangan Risa dan dia mendengar semua yang mereka katakan....


Brak...


Revaldi menendang pintu dengan kerasnya


"Brengsek. jadi semua ini akal-akal kalian buat mengelabuhi aku dan juga Ctiztine? baji**n lo Le..." bentak Revaldi dengan berjalan mendekati mereka.

__ADS_1


Buk...


satu pukulan keras mengenai wajah tampan Leo.


"Sadar Leo perbuatan kamu ini sudah kelewat batas......" bentak Revaldi dengan terus memukul Leo hingga terjatuh.


"Dan kamu Risa, aku tidak menyangka jika kamu bisa berbuat serendah ini..." maki Revaldi dengan menatap tajam ke arah Risa.


"Ini salah paham Re, aku bisa jelaskan..." Risa berlari dan bersimpuh di kaki Revaldi dengan memohon ampun dan menangis histeris.


"Sudah cukup jelas dengan semua yang aku dengar dari mulut kalian. kalian manusia yang hanya mementingkan masalah pribadi, taukah kalian jika perbuatan kalian ini telah menyakiti hati orang lain..." Amarah Revaldi meluap.


"Dan kamu Leo, seorang Dokter ternama,dan pendidikan kamu tinggi, tapi kamu bisa melakukan tindakan penipuan seperti ini...Kamu benar-benar sudah tidak waras...!" Maki Revaldi.


"Ya. aku memang sudah hilang akal karna Criztine, dan aku akan memperjuangkan cintaku padanya.." Jawab Leo dengan santainya.


"Brengsek lo....." Revaldi hendak memukul Leo namun tiba-tiba datanglah seorang Lelaki yang berusaha memisahkan mereka.


Revaldi pun di paksa keluar karna sikapnya yang terlalu agresif...


Revaldi masih marah dengan mereka yang telah mempermainkan dirinya dan juga Criztine.


Dia pun segera menghubungi Jimmy dan Dimas untuk menemuinya di tempat biasa mereka berkumpul.


Revaldi ingin mencurahkan semua isi hati dan kemarahannya pada kedua sahabatnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2