
"Tasya aku mencintai kamu dan sangat sangat menginginkan cinta kamu, beri aku kesempatan sekali ini saja"
rikardo meraih tangan tasya dan mencium nya
Tasya hanya terdiam dan masih menangis
dia memilih untuk tidak merespon rikardo karna dia takut kepercayaan nya kembali di khianati
"Aku mencintai kamu ...maukah kamu menerima cinta ku sya???"
Tasya tak tau harus berkata apa
karna bagi dirinya rikardo adalah pelindung nya dan dia juga mulai mencintai rikardo meski di hati tasya masih tersisa cinta untuk riko
Tasya masih merasa sakit dan kecewa terhadap rikardo
namun dirinya luluh dengan sikap rikardo yang mengutarakan perasaan nya saat itu
dan tasya pun mengangguk
Seketika rikardo melompat kegirangan karna dia yang selama ini menunggu cinta tasya dan akhirnya tasya mau menerima nya
"Aku janji tidak akan mengulangi nya lagi sya...aku janji sayang"rikardo mengecup kening tasya
"Tapi jangan mengulangi nya lagi...aku tak ingin kamu menjadi seperti...."tasya menghentikan kalimat yang keluar dari mulut nya
"Kamu masih mengingat nya??" rikardo kenatap wajah tasya dengan tatapan yang penuh selidik
"Bukan seperti itu, hanya saja rasa sakit itu kembali aku rasakan dan sepertinya lebih sakit sekarang"tasya menunduk
__ADS_1
"Itu tanda nya kamu mencintai ku sya" rikardo mengangkat tubuh tasya dan memutarkan badan tasya hingga membuat tasya pusing...
"Mas sudah lepaskan...ah mas"
jerit tasya saat rikardo membawanya ke atas ranjang
Dengan kelembutan yang rikardo miliki membuat pertahanan tasya melemah
mereka pun bercinta
Beberapa menit pun berlalu mereka kelelahan dengan spiritual pembuatan anak yang baru saja mereka lakukan hehehe....
"Mas aku pergi mandi dulu...setelah itu aku akan menjemput reval di tempat buk sur"
"Biar aku saja yang menjemput reval kamu istirahat dulu saja...nanti malam kita lanjut lagi sayang" bisik rikardo
"Ih...apaan sih, dasar mesum" tasya menonyor wajah rikardo
"Mas lepasin....aku bisa mandi sendiri" tasya mamalingkan wajahnya yang memerah karna malu
Mereka pun mandi bersama
entah berapa lama mereka di dalam kamar mandi
mereka pun keluar dengan badan tasya yang menggigil karna kedinginan
"Mas kenapa senyam senyum kaya orang gila"
"Aku suka melihat kecemburuan kamu sya" rikardo tersenyum simpul
__ADS_1
"Jadi kamu bahagia membuat aku menangis seperti tadi, dan aku hampir meninggalkan kamu....apa kamu bahagia???"
tasya mulai tersulut emosi yang tadinya sudah mulai reda
"Maaf ya sayang...aku tak akan mengulangi nya lagi"rikardo memeluk tubuh tasya
"Sampai kapan mas akan memeluk ku seperti ini???...bukankah tadi mas bilang ingin menjemput revaldi" cetus tasya
"Ya tuhan....aku melupakan anak ku" rikardo menepuk kening nya
"Kalau begitu aku jemput reval dulu ya sayang, jangan lupa siap siap buat nanti malam" rikardo berlari dan memberi kode mata
"Dasar mesum" teriak tasya
Hati yang tadinya sakit sekarang kembali memancarkan kebahagiaan...
tasya tak menyangka bahwa rikardo bisa membuat hati nya luluh dalam waktu yang sangat singkat
Tak lama rikardo pulang dengan menggendong sang anak
mereka pun kembali menjadi seperti dulu lagi
dimana masa masa rikardo selalu meluangkan waktu untuk mereka terutama kepada sang anak...
"Sya aku mau kamu ikut aku pulang ke tanah kelahiran kita"
Mendengar kalimat yang baru saja melintas di telinga nya membuat tasya terdiam seribu bahasa
"Aku ingin kita mencoba menghadapi kenyataan dan sudah saat nya revaldi kita pertemukan dengan oma dan opa nya...apa kamu keberatan sayang"rikardo menatap wajah tasya yang penuh dengan kebimbangan
__ADS_1
Tasya hanya menunduk tanpa berkata sedikit pun karna dirinya tak tau harus berbuat apa....