HASRAT

HASRAT
hasrat


__ADS_3

Dengan pikiran yang kalut setelah mendengarkan penjelasan dari Dokter yang menangani ayah, aku bingung kemana aku harus mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat, jujur saja tabungan ku tidaklah sebanyak itu apalagi ayah harus rutin cuci darah 3x dalam sebulan, uang asuransi ayah sudah habis terpakai selama pengobatan ayah. aku tidak pernah sanggup untuk kehilangan ayah dia lah satu-satunya orang yang aku sayangi dan aku punya.


*********************************


Aku terbangun kurasakan belaian tangan yang teramat lemah mengusap rambutku. ku tegakkan kepalaku merilekkan persendian tulang yang terasa kaku di sebabkan aku tidur di tepi ranjang rumah sakit tempat ayah di rawat dengan cara duduk.


"alhamdulillah,,,, ayah sudah bangun, apa ada yang sakit..? tanyaku


ayah tersenyum sambil tangan nya bergerak dan menunjuk sesuatu


"ayah mau minum kataku... ayah pun mengangguk lemah. kuambil minuman yang berada di atas nakas di samping tempat tidur rawat ayah.


"nak,,, maafin ayah ya karena ngeropotin kina..


"shuttt,,, kok ayah ngmongnya gitu, ayah ga ngerepotin apa-apa dan kina juga ga ngerasa di repotin ayah...


"kita pulang saja ya nak, ayah ga papa, istirahat sebentar juga pasti sembuh...


"ga papa gimana, ayah itu dari kemarin pingsan kina ga mau ayah kenapa-napa kita tunggu sampai dokter bilang kondisi ayah stabil baru kita pulang ya...


"tapi nak,,, kalau ayah di rawat biaya nya bakalan lebih besar kita ga punya biaya lagi ayah ga mau ngerepotin dan ngebebanin kamu...


aku tersenyum menanggapi ucapan ayah sambil merapikan selimut ayah "shuuttt ayah ngomong apa sih... kina kan kerja, inshaa Allah kina masih sanggup membiayai penggobatan ayah sekarang yang penting ayah istirahat dulu yang banyak jangan berpikir terlalu keras ga papa kan kalau kina tinggal bekerja...


"iya nak,,, ayah ga papa sendiri disini alau ayah perlu sesuatu ayah bisa minta bantuan suster di rumah sakit ini..


"baiklah,,,kina pulang dulu ya yah, janji sama kina ayah harus cepat sembuh jangan mikirin apa-apa... janji... ku acungkan jari kelingking ku meminta ayah menautkan nya.. ayah tersenyum dan menautkan kelingking nya kepadaku sambil ku cium kedua pipi ayah.

__ADS_1


"hati-hati ya nak...


"iya ayah setelah pulang kerja kina kembali lagi temenin ayah... assalamualaikum sambil ku cium punggung tangan ayah takzim.


"waalaikumsalam jawab ayah


kulirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan ku, masih jam 06.00 pagi masih sempat pulang kerumah untuk bersih-bersih dan berganti pakaian karena dari kemarin aku belum sempat mandi dan berganti pakaian. ojol yang aku order juga sudah menunggu di depan rumah sakit. sepanjang perjalanan menuju rumahku, aku lebih banyak melamun karena memikirkan dari mana aku harus mendapatkan uang sebanyak itu untuk biaya operasi ayah hingga ojol yang aku tumpangi telah sampai di depan rumahku.


"neng,,, sudah sampai... kata mang ojol mengangetkan ku.


"eh iya bang, maaf... jawabku sambil memberikan uang tarif tumpangan ku.. makasih ya bang..


"sama-sama neng...


setelah mandi dan rapi aku bersiap dan bergegas pergi bekerja. kuputuskan hari ini untuk naik bus menuju kantor, apes nya aku setelah penat dan lelah dengan masalah yang aku hadapi di saat seperti ini kuota juga tidak bersahabat dengan sangat terpaksa aku harus menaiki angkutan umum pagi ini, beruntung begitu aku sampai di halte, bus yang akan aku tumpangi itu datang.


25 menit perjalanan menuju kantor bus yang aku tumpangi berhenti di halte selanjutnya, aku turun karena dari halte tersebut aku harus berjalan kaki kurang lebih 5-10 menit untuk sampai di kantor.


aku menghampirinya yang sedang santai memakan soto sebagai teman sarapan nya pagi ini.


"kinaaa,,, elo kenapa kok keringetan banget sih, elo jalan kaki, naik bus. cecar nya


"iyaa manda kuota gue habis...


"ehmm kebiasaan pasti gara-gara nonton drakor lagi sela manda sambil menggelengkan kepala nya. udah sarapan belum, ayo sarapan dulu gue traktir mumpung gue lagi baik sahut manda kembali.


aku tak begitu menanggapi ucapan manda pikiran ku masih tertuju dengan keaadan ayah gimana jadi nya kalau aku belum bisa mendapatkan uang untuk biaya operasi ayah.

__ADS_1


"kina,,kina,, kin.... panggil manda membuyarkan lamunan ku.


"ehhh iya kenapa jawab ku...


"elo kenapa kin tanya manda kembali... kenapa melamun ada yang elo pikirin cerita ke gue kali-kali gue bisa bantu.


tiba-tiba dengan tidak sopan nya air mataku meleleh, ku usap air mataku yg sudah mengalir di sudut mataku.


"lho lho gue salah ngomong ya, ya ampun gue minta maaf jangan nangis donk kenapa sih...


"ga manda lo ga salah kok gue cuma bingung ayah masuk rumah sakit dan harus segera di operasi kalau ga segera bisa ngebahayakan ayah gue ga punya uang buat biaya operasi ayah rasa nya saat ini gue ngerasa jadi anak yang ga berguna jawabku terisak.


"elo kan bisa minta bantuan gue jangan nangis kina elo perlu berapa buat biaya bokap elo gue punya tabungan elo pake aja dulu...


"beneran manda elo mau bantu gue jawabku dengan semangat...


"duh kina kita ini udah lama berteman masa elo ngangap gue orang lain, emang butuh biaya berapa buat operasi bokap.


"gue perlu 200 juta manda jawabku antusias.


"200 juta jawab manda tergagap.


"iya jawabku lesu.


"maaf kina tabungan gue ga sampai segitu banyak ada pun cuma 40 juta jawabku dengan penuh menyesal karna tak dapat membantu kina. tapi elo bisa pake ntar kita coba cari sama-sama kekurangan nya atau kalau ga elo coba pinjam di kantor.


aku melihat manda mencoba mencari jawaban di wajah nya apakah kantor bersedia meminjamkan uang dengan nominal sebesar itu.

__ADS_1


"ck,,, sambil manda menepuk pundak ku... coba aja dulu jangan pandang muke gue disini ga ada jawaban nya sambil manda menunjuk jari kewajah nya. ya udah yuk kita masuk ntar lagi jam kantor sambil manda menarik tangan ku.


bersambung


__ADS_2