
Revaldi melihat berita di media.
Dia sangat kesal dengan kelakuan Leo yang mengungkapkan perasaan di depan umum
Revaldi pun menuju kediaman Leo dengan amarah di dalam hatinya...
"Leo keluar..." teriak Revaldi.
"Seperti suara Revaldi sob, coba gua lihat dulu...?" ucap jimmy dengan membuka pintu.
"Dimana si brengsek itu...!" teriak Revaldi dengan mendorong tubuh Jimmy hingga tersungkur.
"Re lo tenang dulu, jangan gegabah.." Jimmy berusaha menghentikan Revaldi.
Revaldi yang sudah tersulut emosi, dia tak menghiraukan peringatan dari jimmy.
dia langsung menghampiri Leo dan dimas.
"Bangun lo..."
Revaldi meraih tubuh Leo dan menghajarnya hingga babak- belur.
Leo yang mabuk berat hanya bisa meringis kesakitan dengan pukulan Revaldi, dia tak dapat melawan.
"Revaldi, cukup...." Dimas menarik tubuh Revaldi.
"Lepasin gua, gua mau beri dia pelajaran...!" Revaldi mengibaskan tangan Dimas.
bukkk...
__ADS_1
"Jangan gila lo Re, dia bisa mati karna ulah lo..!" maki jimmy
"Ternyata dia punya rasa sama istri gua, sahabat macam apa dia ini....!!?" cetus Revaldi.
Dengan sempoyongan dan setengah sadar Leo mendekati Revaldi dengan senyuman sinisnya.
"Lalu kenapa jika gua mencintai istri lo, bukankah sebentar lagi kalian akan berpisah?...kenapa lo melarang gua untuk mencintai Criztine, sedangkan lo sejak dulu sampai lo menikah dengan Criztine, lo masih mencintai wanita lain...lo sadar tidak bahwa lo itu lebih buruk dari gua, dan lo lebih ******** dari orang yang mencintai istri orang lain. karna lo menyakiti hati dan perasaan istri yang dengan setia bertahan demi lo...hahaha, lo terlalu bodoh Re." Leo mendorong tubuh Revaldi.
Seketika Revaldi terdiam dengan kalimat yang Leo ucapkan. bagai serangan balik yang mematikan tanpa harus menyentuh tapi meruntuhkan pertahanan Revaldi....
"Dim, lo bawa Leo masuk ke kamar...!" ucap Jimmy
Dimas pun memapah Tubuh Leo.
"Revaldi ingat lo, jika apa yang sudah lo buang akan menjadi sesuatu yang berharga bagi orang lain...!" Teriak Leo dan berlalu.
"Maaf tadi gua kasar sama lo, gua cuma gag mau kalian ribut cuma karna satu wanita... kita sudah bersahabat sejak kecil meski kita sempat terpisah beberapa tahun. lo juga harus tau siapa sebenarnya criztine itu....?" ucap Jimmy dengan mencoba menenangkan Revaldi.
Jimmy menggeleng kepala dia yakin bahwa suatu saat nanti Revaldi akan menyadari perasaannya kepada Criztine.
"Semoga saja kamu tidak terlambat menyadari perasaan kamu terhadap dia, sebelum kamu menyesal dengan semua ini Re...!" lirih Jimmy.
Revaldi merasa sangat kesal dengan semua sahabatnya yang lebih membela Leo dari pada Dirinya.
dia menuju sebuah rumah yang tidak lain adalah rumah Tasya
Bip bip...
Rikardo keluar dan betapa terkejutnya dia saat melihat wajah sang anak yang penuh dengan luka memar...
__ADS_1
"Kenapa kamu nak, ayo masuk sayang..." ucap Rikardo
"Aku ingin bertemu dengan mami yah, aku ingin meminta maaf pada kalian. karna aku sudah berkata kasar..." Revaldi menunduk.
"Kami sudah memaafkan kamu. lalu bagaiman dengan luka di wajah mu itu...?" Rikardo menatap Wajah Revaldi.
"Ini adalah hukuman kecil buat ku, aku telah menyakiti banyak wanita yang sudah berjasa dalam hidupku..."jelas Revaldi
"Ayah ambilkan obat dulu, kamu tunggu disini pasti sebentar lagi mami kamu pulang dari pasar...!" Jelas Revaldi dengan bergegas mengambil kotak obat.
Tak berapa lama Rikardo datang dan mengobati luka di wajah anaknya.
"Ehemmmm..." dehem Tasya.
"Mami, aku mohon ampun dengan semua kesalahan ku tempo hari..." Revaldi berlari dan bersimpuh di kaki Tasya.
"Mami sudah memaafkan kamu, berdirilah...!" Tasya membantu Revaldi berdiri.
"Ada apa dengan wajahmu..?" ucap Tasya.
"Biasa sayang anak lelaki kita sudah dewasa jadi wajar saja dia bonyok seperti ini...hahaha" sambung Rikardo
"Benar kata ayah, toh aku baik- baik saja mami...!" jelas Revaldi dengan meyakinkan sang ibunda bahwa dirinya baik-baik saja.
"Ya sudah kalian duduk dulu, mami akan membuatkan makanan kesukaan kamu..!" Tasya pun pergi ke dapur.
di sisi lain Revaldi menceritakan keluh kesahnya pada Rikardo dari hati ke hati...
Revaldi saat ini tengah bimbang dengan dua pilihan yang membuat dia merasa sangat sulit untuk milih .
__ADS_1
Rikardo hanya terdiam dan menjadi pendengar yang baik bagi sang anak, dia hanya sesekali mengarahkan anak nya untuk tidak terburu- buru dengan semua keputusan yang akan dia ambil, Rikardo juga mendukung apa pun yang akan Revaldi pilih nantinya.