HASRAT

HASRAT
ep 69


__ADS_3

kepergian revaldi yang penuh haru.


setelah revaldi memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di eropa, sang opa mengirimkan beberapa pengawal khusus untuk menjemputnya


namun kepergian nya tertunda karna revaldi meminta waktu beberapa hari untuk bersama keluarganya.


sekitar dua hari setelah acara resepsi pernikahan papa nya.


dia meminta sang ayah, mami dan adik nya untuk tinggal beberapa hari di rumah nya...


sekedar melepas rindu dan dia juga ingin saat kepergian nya semua orang yang dia sayangi berada di dekatnya.


"mami...bolehkan malam ini aku tidur bersama mami???" pinta revaldi dengan meraih tangan tasya


"nak jika mami tidur bersama mu lalu bagaimana dengan ayah dan adik mu??..adik masih butuh mami nak" jelas tasya


"baiklah...padahal aku juga sangat butuh mami saat ini. tapi tak apa aku akan tidur sendiri" lirih revaldi


dia pun masuk kedalam kamar dengan menutup pintu kamar dengan keras

__ADS_1


"ada apa dengan anak itu???" tiba-tiba riko keluar dari kamar karna terkejut dengan suara pintu revaldi


"ada apa ini, dan suara apa tadi??" sambung rikardo yang datang dari luar dengan april yang berada di gendongan


"revaldi ngambek...dia memintaku untuk tidur bersamanya, tapi aku menolak...karna april masih membutuhkan asi" jelas tasya kepada semua orang yang berada di sana


"astaga, anak ini benar-benar kelewatan...kenapa dia jadi manja seperti ini!!" riko mendekati pintu kamar revaldi


saat riko hendak membuka pintu


rikardo menghentikan dirinya


"lalu bagaimana dengan april mas??"


"kamu tenang saja sayang, biar april aku yang jaga...toh dia bisa minum susu formula dulu malam ini" jelas rikardo dengan tersenyum manis padanya.


"baiklah biar aku temani dia dulu..." tasya pun mengetuk pintu revaldi dan masuk ke dalam kamar


"sayangnya mami masih marah??..baiklah mami minta maaf, dan malam ini mami akan menemani kamu!!"

__ADS_1


mendengar kalimat yang maminya katakan membuatnya bahagia


revaldi pun memeluk erat tubuh tasya


"sungguh!!...mami tidak berbohong padaku??"revaldi kembali meyakinkan maminya


tasya hanya mengangguk.


"biarkan aku tidur di pelukan mami...aku sungguh-sungguh merindukan mami dan aku juga takut kehilangan mami, revaldi sangat menyayangi mami" revaldi pun menangis di pelukan sang ibunda


"mami juga sangat menyayangi mu nak...mami akan selalu bersama mu...disini" tasya menyentuh dada revaldi


"pasti mami!!...hanya mami orang nomor satu di hati ini, tidak akan pernah terganti...hik hik hik" tangis revaldi semakin menjadi


"jagoan mami tidak boleh menangis...apa kamu tidak malu kepada mami, kamu sudah tumbuh dewasa tapi masih suka menangis di pelukan mami!??" tasya mencoba menggoda revaldi


revaldi tersenyum manis dan meminta sang ibu menceritakan kisah lucu dari dirinya sewaktu masih kecil dulu...


tak berapa lama tasya bercerita revaldi pun tertidur pulas dengan tangan yang memeluk pinggang tasya.

__ADS_1


"dulu kamu terlahir di dunia ini mungkin karna kekeliruan kami nak...tapi kamu mampu menjadi anak kebanggaan kami, mami yang berjuang melahirkan kamu dengan sekuat tenaga mami...dan ayah mu yang memberikan mu kebahagiaan dan kehidupan layaknya seorang ayah memberikan perlindungan kepada anak kandungnya..meski kenyataan nya dia bukan ayah kandung mu, tapi dia yang telah berjuang demi kita nak!!!...tapi papa mu lah yang memberikan darah yang saat ini mengalir di tubuh mu, dia lah yang memberikanmu hidup nak...maka kamu harus yakin kami disini selalu mendukung mu, jangan bersedih anak ku sayang" tasya mengusap kening revaldi dan mencium kepalanya


__ADS_2