HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 219


__ADS_3

Melihat respon Leo yang seperti itu, membuat Mereka bertiga melepas tawa.


" Apa-apaan ini?." Leo sadar saat ini dia terjebak dalam sebuah permainan.


Dimana dirinya sebagai target, dan mereka bertiga adalah dalang.


" Pasti ini ulah wanita ku." Tatapan mata Leo tertuju pada Risa yang berdiri sedikit menjauh darinya.


Risa yang tidak dapat menahan tawa, lekas berlari dan berlindung di balik badan Maria.


" Siapa suruh kamu membuat ku marah. Sekarang terima sendiri akibatnya..."


Merasa dirinya telah di permainkan, Leo segera mencari cara untuk segera menangkap gadis nakal miliknya...


" Mau kemana kamu sekarang?." Tangan Leo berhasil menggapai lengan Risa. Mereka berpelukan dengan di saksikan Rachel dan Maria. Mereka saling memeluk, saling tertawa, dan saling bahagia. Dunia bagai milik mereka berdua.


" Ehem..." Rachel berdiri memberikan tepuk tangan. " Drama yang sangat luar biasa. Mam, kalau begini kita bisa buat film yang berjudul Dokter galau." Ucapnya dengan nada menyindir.


" Rachel, kamu ini suka sekali menggoda abang mu." ucap Maria.


" Dia memang gadis kecil yang nakal. dan selamanya akan seperti itu." Sambung Leo dengan masih memeluk Risa.

__ADS_1


" Kecil-kecil gini bisa buat wanita yang ada di pelukan kamu cemburu loh, hebat kan aku." ucap Rachel menyombongkan diri.


Mendengar ucapan Rachel, tentu saja Risa merasa malu.


" Benar kah itu, Honey?." Masih dalam posisi yang sama, Leo melirik wajah kekasihnya yang terbenam di dada bidangnya.


" Woy... Sampai kapan kalian berpelukan seperti itu? memangnya kalian pikir kami adalah suporter." Cetus Rachel.


Sontak saja Risa melepaskan pelukannya...


" Ah...maaf ya." Segera Risa mendekati Rachel.


" Kalau saja kamu tidak segera menghubungi aku, pasti sekarang aku sudah benar-benar kehilangan akal."


Semua terjadi karena sifat Rachel yang berlebihan, tapi dia sadar bahwa dengan marahnya Risa adalah sebuah derita bagi abang angkatnya tersebut.


Setelah Leo memaki habis dirinya waktu itu, segera Rachel mencari nomor ponsel Risa di ponsel milik Maria.


Rasa takut akan kehilangan kasih sayang dari Leo membuatnya memberanikan diri menjelaskan semua kekeliruan itu.


Niat Rachel hanya iseng, tapi tindakannya membuat satu hubungan hampir lepas.

__ADS_1


" Rachel, jadi kamu sudah menjelaskan semuanya?." Leo terkejut mendapati kenyataan bahwa adiknya sudah menyelamatkan hubungannya dengan Risa.


" Terima kasih, gadis kecil ku."


" Santai aja kali bang, Meski terkadang aku ngeselin, tapi aku juga masih punya hati kok."


" Kamu memang paling mengerti aku Ra..." ucap Leo penuh senyum.


" Sudah lah, kalian tidak usah sok manis. Sekarang kita fokus pada pertunangan abang mu dulu. Karena waktu dua hari itu sangat lah singkat, bahkan kita belum ada persiapan sedikit pun." Sambung Maria di sela-sela pembicaraan mereka.


" Apa? dua hari?." Leo sungguh terkejut mendengar kabar itu, dia pun menatap mata kekasihnya. " Kamu serius?."


" Iya, Aku serius! karena aku tidak mau kejadian ini benar terjadi di kemudian hari." Jawab Risa santai.


" Tapi semua butuh persiapan. Bahkan aku masih ada beberapa hal yang harus di urus..."


Risa terdiam sejenak, Dia baru sadar bahwa profesi Leo adalah seorang Dokter, dan tidak mudah bagi seorang Dokter untuk lepas dari tanggung jawabnya.


Setelah beberapa menit terdiam, akhirnya Risa memutuskan untuk memberi waktu pada Leo satu minggu dari sekarang.


" Kalau begitu semua sudah jelas. Sekarang aku sama mama mau pergi dulu. Selamat melepas rindu, abang ku sayang." Dengan meraih lengan Maria, Rachel menyempatkan diri untuk mencubit dagu Leo.

__ADS_1


" Nak, Risa. Kami pergi dulu ya..." ucap Maria sembari melempar senyum.


__ADS_2