HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 275


__ADS_3

Acara pernikahan pun di mulai. Semua orang bersiap menyambut kedua mempelai dengan cara berdiri dan bersiap menabur bunga yang sudah mereka siapkan, begitu pengantin datang, mereka akan memberi kejutan.


" Kenapa hanya diam seperti patung?" Tanya Gea pada suaminya.


" Sebentar lagi kamu akan tau..." Ucap Dinas malas.


" Kenap sih?" Berdecak kesal melihat suaminya seperti itu, Gea pun memaksa Dimas berdiri menyaksikan penyambutan tersebut.


" Mereka datang...." Ucap beberapa orang di depan Gea.


Segera Gea melihat kedua mempelai tengah jalan di karpet merah panjang berhias kelopak bunga, tapi ada satu hal yang membuat Gea tercengang adalah keberadaan Gilang di tengah tengah mereka...


Dengan senyum polos bocah menyapa tiap tamu undangan yang ada. Banyak orang menyanjung kepintaran dan gaya berjalan Gilang yang bagai putra raja.


" Anak itu mengemaskan sekali..." Banyak mata terkagum melihat penampilan Gilang saat itu sampai bunga yang tadinya di sediakan untuk menyambut pengantin berganti bertaburan di atas kepala bocah manis itu.


" Apa dia itu anak mereka?" Tanya salah seorang yang duduk di samping Dimas.


" Astaga, aku harus jawab apa ini..." Dimas kebingungan harus menjawab apa kepada orang tadi.

__ADS_1


" Mereka bertiga nampak bahagia, ya?" kembali lelaki itu bertanya pada Dimas dan hanya do jawab dengan senyuman. Karena tidak ingin di tanyai lebih jauh, Dimas berpindah posisi dengan Gea.


" Kenapa dia bisa ada di sana?" Gea menatap wajah suaminya dengan heran.


" Ya, begitulah. Tadinya Gilang menangis histeris meminta David tidak menikah, tapi dengan cara David, dia bisa luluh dan meminta satu syarat yaitu bersama dengan David. Padahal aku sudah membujuknya agar tidak mengacaukan hari bahagia David tapi putraku sangat keras kepala, dan karena tangisan Gilang itu akhirnya istri David menyetujui permintaan Gilang. Untung saja dia baik coba kalau tidak mau di taruh di mana muka ini...." Merasa malu, Dimas pun menutup wajahnya menggunakan tangan dan kembali duduk.


Gea terkikik mendapati penjelasan Dimas. Tak menyangka bocah kecil itu sama liciknya seperti Dimas.


" Kenapa tertawa?" Tanya Dimas heran.


Gea mendekatkan wajah...


" Sayang kamu mencoba menggodaku? awas saja kamu ya, nanti malam aku buat kamu melayang...." Dimas menyeringai senang saat berhasil membuat wajah Gea memerah.


Ucapan Dimas tentu saja membuat Gea malu....


" Apaan sih. Berdiri yuk, kita lihat putra licik kamu itu..." Segera Gea membawa Dimas berdiri menyaksikan Gilang bagai anak dari seorang duda yang di mana ayahnya ingin menikahi wanita lajang.


" Astaga, kenapa Lily diam saja melihat Gilang mengganggu acara ini..." Ketus Dimas melempar pandang kepada Lily yang saat itu berada di barisan depan.

__ADS_1


" Biarkan saja. Toh mereka berdua tidak merasa terganggu ini...." Ucap Lily dengan menaburkan bunga saat rombongan berjalan melewati.


" Tunggu sebentar..." Tiba tiba saja iringan tadi berhenti, tatapan David mengarah pada Gea.


" Sebelum acara ini di mulai, saya ingin mengajak beberapa orang naik menemani kami menuju pelaminan. Dia adalah Gea Hendarman dan Raka Hendrman. Mereka adalah orang terpenting dalam hidup saya. Mohon kalian berkenan menemani saya..." Ucap David lantang seraya menunjuk Gea dan Raka.


" Tidak. Kamu tidak boleh kemana mana.." Ketus Dimas dengan menggandeng tangan Gea erat.


" Suamiku, sayang. Jangan cemburu di waktu seperti ini, aku dan Dia sudah sama sama punya pilihan. Kamu adalah jantungku dan hidupku hanya di takdirkan untuk di miliki Dimas seorang." Ucap Gea meyakinkan Suaminya yang tengah terbakar api cemburu.


Belum sempat Dimas berkata, David lebih dulu menghampirinya dan menjulurkan tangan....


" Bersediakah anda, Nona?"


Dimas semakin kesal melihat istrinya di perlakukan seistimewa itu....


" Saya terima." Segera Gea menggapai tangan David, mengikuti mau dari mantan kekasihnya itu.


Tak lama Raka pun datang dan meminta Gea menggandeng lengannya, ikut mengiringi pengantin.

__ADS_1


Semua orang terus menabur bunga sampai para rombongan sampai di pelaminan. Setalah sampai, Raka dan Gea meminta Gilang turun dari sana.


__ADS_2