HASRAT

HASRAT
SEASON 2 Ep 145


__ADS_3

Beberapa jam kemudian....


Leo tengah asik membaca buku pemberian Tina, ada rasa haru, kesal, dan juga bahagia.


semua hal tercantum menjadi satu karangan cerita, keindahan bahasa serta banyak pesan tersirat di dalamnya.


Tanpa Leo sadari dirinya tenggelam dalam keindahan buku tersebut, sampai dia lupa bahwa kekasihnya masih merajuk...


"Mau berapa lama berada disitu...?"


Suara itu membuat Leo pecah fokus, ia menutup buku tersebut sembari membuka peluang untuk Risa duduk di sampingnya, akan tetapi Risa masih meninggikan ego sehingga dia memilih duduk di kursi lain.


"Kamu marah?." tanpa pikir panjang dia mendekati sang kekasih " jangan manyun seperti itu, nanti kecantikan kamu hilang..."


"Biar saja." Cetus Risa sembari mengalihkan pandang.


"Tersenyumlah..."


"Kamu menyebalkan." Kesal Risa.


"Dia itu adalah sepupuku, jadi untuk apa kamu cemburu."


Seketika Risa menatap mata Leo....

__ADS_1


"Benarkah?."


"Benar! jadi sekarang aku mau melihat senyum di bibirmu."


Tanpa menunggu lama senyuman manis terlihat tulus dari bibir Risa.


"Kenapa dia mesra sekali dengan kamu, sedangkan aku tidak pernah boleh menyentuh kamu." Lirih Risa menunduk malu.


Leo sadar bahwa sikapnya selama ini menunjukkan penolakan pada Risa, sehingga kini dirinya semakin merasa bersalah...


"Maafkan aku..." Leo meraih kedua tangan Risa.


Risa mulai salah tingkah, semua nampak jelas bahwa saat ini Leo sangat merasa bersalah....


Sebenarnya Risa juga pernah mengalami apa yang saat ini tengah di rasakan oleh Leo...


Perasaan gusar, bimbang, takut untuk membuka hati , namun dengan menerima segalanya, maka semua tidak akan terlihat berat untuk di jalani...


Hal terberat dalam hidup adalah bukan karena dia dengan siapa, melainkan bagaimana cara kita untuk menerima ketentuan Takdir.


"Leo, besok aku harus kembali." ucap Risa.


"Apa...?" Leo terkejut saat mendengar Risa mengucapkan sebuah kata yang menusuk hati.

__ADS_1


"Kamu bercanda kan? kamu hanya mengancam diriku?." Leo kembali meyakinkan Risa, dan berharap semua yang di dengar adalah salah.


"Aku serius! tadi ayah memberi tau jika ada sebuah kontrak yang harus aku tangani."


"Kenapa tidak mengirim orang untuk mewakili kamu, apakah kamu tega meninggalkan aku di saat seperti ini?." ucap Leo, entah kenapa ada rasa tidak rela melepaskan Risa untuk kembali ke luar negri.


"Masalahnya tidak semudah itu, semua kontrak dan aset perusahaan sudah atas namaku, dan semua itu tanggung jawab besar bagiku. jika aku bisa memilih, maka aku akan memilih untuk berada di sini bersama kamu..." jelas Risa.


Air mata tidak bisa terkendali saat Dia melihat wajah Leo dengan luka di kepala juga bagian kaki...


"Jika itu sudah menjadi keputusan kamu, maka aku tidak bisa berbuat banyak. kalau begitu aku mau istirahat dulu..." Leo beranjak pergi dengan semua kekecewaan.


Risa menatap punggung Leo....


"Leo....." Tanpa pikir panjang Risa berlari dan memeluk tubuh Leo dari belakang.


"Jika kamu seperti ini, maka jangan salahkan diriku jika aku berat untuk melepaskan kamu." Lirih Leo.


"Aku lebih berat meninggalkan kamu...." tangis Risa pecah, semua kesedihan itu dia luapkan di bahu sang kekasih.


"Hey, jangan menangis." Leo meraih tangan Risa lalu membawa tubuhnya berada tepat di hadapannya.


"Penuhi tanggung jawab itu, maafkan aku, karena diriku sudah menjadi beban untuk kamu. tenanglah, aku akan selalu menunggu kamu kembali." Leo memeluk erat tubuh Risa.

__ADS_1


"Kamu adalah bahagia, bukan beban. aku akan berusaha keras untuk bisa menjaga hati saat jauh dari kamu." Isak tangis mewarnai kehangatan yang tengah terjalin di antara keduanya.


__ADS_2