HASRAT

HASRAT
Tentang Gilang


__ADS_3

Sesampainya di depan rumah ketua Rt, para warga berkerumun melihat seorang lelaki di seret paksa oleh beberapa warga lainnya. Mereka juga membawa si wanita yang berdalih menjadi korban pemerkosaan. Wajah Damar sedikit memar karena pukulan dari beberapa warga tadi. Fanya dan Damar duduk di kursi dan beberapa orang ikut masuk ke dalam rumah ketua Rt untuk membuat pernyataan.


"Apakah benar dia telah melakukan tindakan tidak baik terhadap anda?" Tanya bapak ketua Rt. Sambil terus melihat kedua orang di hadapannya.


"Iya pak, dia telah menodai saya" Fanya mulai berakting depan ketua Rt dan beberapa warga. Air mata palsunya membuat Damar geram.


"Drama apa lagi yang kamu rencanakan setelah ini?" Karena tidak melakukan hal yang di tuduhkan, Damar pun melayangkan ucapan keras pada Fanya.


"Tunggu, tunggu, ini sebenarnya kejadiannya bagaimana?" Ketua Rt mencoba menggalu kebenarannya dari mereka berdua.


"Jadi begini pak...." Awalnya Damar hendak menjelaskan kronologinya ,tapi Fanya langsung menetobos masuk dari sela ucapan Damar.


"Dia memperkosa saya pak, padahal saya memanggilnya untuk memeriksa mama saya tapi dia malah berbuat tidak baik terhadap saya" Untuk meyakinkan semua warga dan ketua Rt, sebisa mungkin Fanya menangis. Dia memegangi baju bagian atasnya.


Damar geleng kepala melihat kelakuan Fanya itu. Sebelumnya Damar tidak pernah menyadari bahwa wanita yang dulu pernah singgah di hatinya menjadi wanita licik hingga menghalalkan berbagai cara demi mendapatkan apa yang di inginkan. Kejadian ini membuat Damar semakin membenci Fanya.


"Iya, pak, Kami saksinya. Laki laki ini sedang berbuat tidak baik pada nona ini. Kami bersaksi atas apa yang kami lihat" Salah seorang warga bersaksi seolah iolah ia tau semuanya, pqdahal ia belum tau sebelum kejadian teejadi sebuah kejadian apa.

__ADS_1


Saat ini banyak orang lebih percaya apa yang mereka lihat dan dengar meski kebenarannya belum tentu sama dengan yang mereka dengar dan lihat. Tidak sedikit pula mereka menghardik seseorang dengan sebelah mata, tanpa di cari sumber kebenarannya. Di dunia ini banyak orang mencari sebuah celah keburukan dari orang lain dari pada mencari kebaikan dari orang tersebut.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, pak?" Tanya salah seorang lagi.


Bapak ketua Rt melihat wajah Damar terlihat biasa saja tanpa dosa, sampai membuatnya sedikit curiga.


Kalau benar dia menjadi pelaku pemerkosaan kenapa dia begitu tenang sekali...


"Pak......" Seorang warga menepuk pundak beliau.


"Kalau begitu kita bawa kasus ini kepada pihak berwajib, biarkan mereka memberi hukuman atas perbuatan tersangka" Tutur Bapak ketua Rt sembari mengeluarkan ponsel hendak menghubungi pihak berwajib.


"Tunggu sebentar pak jangan libatkan polisi dalam kasus ini, kita bisa selesaikan semuanya baik baik"


Semua orang menatap Fanya penuh tanda tanya. Pasalnya kebanyakan orang yang menjadi korban permerkosaan akan membawa kasus tersebut ke pihak berwajib tapi berbeda dengan kasus yang satu ini.


"Maksud anda bagaimana nona?" Tanya salah seorang warga yang terut menyaksikan "Bukankah tindakannya seperti itu harus di serahkan pada pihak berwajib, kenapa anda sepertinya enggan seperti itu?"

__ADS_1


Pertanyaan itu membuat Fanya gelagapan "Eeee....maksus saya lebih baik kita cari jalan keluar terbaik selain itu"


"Jalan keluar yang seperti apa, Nona?" Ucap Bqpak ketua Rt sembari mengatupkan kedua tangan. Belaiu sedikit menaruh kecurigaan terhadap Fanya.


"Dia harus menikahi saya" Jari telunjuk Fanya mengarah pada diri Damar.


Sontak saja Damar terkejut mendengar permintaan tidak masuk akal tersebut.


"Apa.....?saya lebih baik masuk penjara atas apa yang tidak pernah saya perbuat dari pada harus mengakui apa yang tidak saya perbuat. Apa lagi kalau harus menikahi wanita ini, sungguh saya sudi"


Semua orang saling melempar pandang.


"Mana ada seorang korban pemerkosaan meminta sang pelaku menikahinya secara terang terangan seperti itu..."


Fanya semakin panik, matanya menjadi sebuah jawaban dari ucapan menjerat tersebut.


"Emmmm....."

__ADS_1


Damar beranjak dari duduknya "Sekarang saya mau tanya apakah saya menyentuh rahim kamu sedikit saja? sekarang berikan bukti akurat dari pernayataan kamu ini..." Damar tersulut emosi.


Fanya terlihat ketakutan, ia tidak berani menatap mata Damar.


__ADS_2